2026年9月10日

Awal tahun yang positif—apakah pasar saham AS mengalami “January Effect”?

(New York, 7 Januari) Sejak bursa dibuka kembali pada 2 Januari, kinerja pasar saham global terbilan...

(New York, 7 Januari) Sejak bursa dibuka kembali pada 2 Januari, kinerja pasar saham global terbilang stabil—tidak terlalu kuat, namun juga tidak mengecewakan. Citadel Securities menilai “January effect” tahun ini berpeluang muncul, karena arus dana awal tahun dan meluasnya cakupan kenaikan harga saham dapat menjadi dasar bagi penguatan pasar saham AS secara lebih merata.

Menurut laporan tersebut, Januari biasanya menjadi bulan dengan arus masuk dana paling kuat, sementara saldo dana di instrumen mirip kas seperti money market masih berada pada level tinggi. Kondisi ini dinilai bisa menjadi bahan bakar tambahan bagi aset berisiko. Hal itu juga sejalan dengan teori historis bahwa saham AS cenderung mencatat kenaikan lebih besar di bulan Januari dibanding bulan-bulan lain.

Scott Rubner, kepala strategi saham dan derivatif saham di Citadel Securities, menyebut setelah libur bursa berakhir, dana yang terkait dengan pensiun, bonus akhir tahun, dan pengelolaan kekayaan mandiri mengalir cepat ke aset berisiko yang banyak dialokasikan secara pasif.

Ia menambahkan pola musiman ini konsisten dengan sejarah pasar. Berdasarkan analisanya, Nasdaq-100 naik di bulan Januari sekitar 70% dari waktu sejak 1985.

Rubner juga menilai arus dana mulai melebar dari “transaksi yang paling padat” ke sektor dan saham lain, yang mengindikasikan breadth pasar membaik. Meski ada sejumlah katalis pada bulan ini, volatilitas secara keseluruhan masih relatif terkendali.

Selain itu, ia berpendapat siklus laba yang dipicu AI semakin menyebar ke berbagai industri, memperkuat breadth pasar dan menopang peluang ekspansi laba perusahaan yang lebih berkelanjutan.

接著讀