2026年9月10日

Efek Seleb Meredup: Toko Roti Natalie Tong Dikabarkan Kesulitan dan Tertekan Secara Bisnis

(Hong Kong, 9) Aktris Hong Kong Natalie Tong sejak 2022 aktif bertransformasi setelah meninggalkan s...

(Hong Kong, 9) Aktris Hong Kong Natalie Tong sejak 2022 aktif bertransformasi setelah meninggalkan stasiun TV tempat ia lama bernaung. Ia menggabungkan karier hiburan dengan minat pribadi, lalu pergi ke Jepang untuk mendalami teknik baking. Sepulangnya ke Hong Kong, ia bersama seorang teman membuka toko roti spesialis shokupan/toast ala Jepang bernama “33Cubread” di kawasan premium Causeway Bay.

Berkat daya tarik sebagai “pemilik selebritas” dan produk andalan berupa croissant berbentuk dadu (bite-sized), toko tersebut langsung viral sejak dibuka pada Oktober 2024. Antrean panjang setiap hari sempat menjadi pemandangan rutin dan topik hangat. Merasa yakin dengan respons pasar, Tong kemudian memperluas bisnis dengan cepat meski kondisi ekonomi menantang, membuka cabang di Central dan Sha Tin.

Namun, lebih dari setahun sejak dibuka, tren tersebut disebut mulai mereda tajam. Flagship store di Causeway Bay kini dilaporkan jauh lebih sepi dibanding masa awal yang ramai dipadati pengunjung, sehingga muncul pertanyaan apakah efek “nama besar” sudah tidak sekuat dulu.

Menurut laporan yang dikutip Sing Tao Headlines (melalui East Week), wartawan yang memantau toko selama beberapa hari menemukan penjualan lesu bahkan pada jam ramai. Jumlah staf terkadang lebih banyak daripada pelanggan, dan rak masih penuh roti yang belum terjual—berbeda sekali dengan dulu saat ada pembatasan pembelian dan produk cepat habis begitu keluar dari oven. Natalie Tong juga terlihat datang ke toko, tetapi tidak lagi mengenakan seragam dan ikut melayani seperti sebelumnya. Ia datang dengan pakaian biasa dan berkeliling bersama rekan bisnis, mengecek area dalam-luar toko, seolah mencari cara untuk memperbaiki keadaan.

Sebagian warganet menyoroti harga sebagai penyebab utama. Toast yang dijual disebut berharga lebih dari HK$50, dinilai “terlalu mahal” dan tidak sebanding dengan kualitas menurut persepsi mereka, sehingga pelanggan berkurang. Dalam laporan itu, Tong digambarkan tampak murung; momen dikerubungi fans untuk foto sudah jarang terlihat, dan ia disebut pulang lebih awal sambil membawa satu tas roti sisa.

Sumber yang mengetahui situasi juga menyebut kondisi operasional sedang berat: omzet harian hanya di kisaran empat digit, sementara biaya bulanan—termasuk sewa sekitar HK$80.000 ditambah gaji dan biaya lain—bisa mencapai sekitar HK$160.000, sehingga terjadi “besar pasak daripada tiang” dan Tong perlu menutup kerugian dengan uang pribadi. Meski begitu, lonjakan penjualan pada enam bulan pertama disebut membuat modal cepat kembali, sehingga tidak sampai rugi besar. Kini, ia dan tim dikabarkan sedang mengembangkan rasa baru serta menyiapkan strategi pemasaran baru. Di saat yang sama, Tong tetap menjalankan aktivitas di dunia hiburan seperti mengambil iklan dan mencari kesempatan tampil untuk membantu menopang bisnisnya.

接著讀

ByteDance Luncurkan GR-3: “Otak” Robot Serbaguna yang Belajar Tugas Baru dengan Data Minimal dan Ahli Manipulasi Benda Fleksibel

Pada 22 Juli, tim Seed ByteDance memperkenalkan GR-3, model Vision-Language-Action (VLA) generasi baru. Berbeda dari sistem sebelumnya yang butuh dataset trajektori robot masif, GR-3 dapat di-fine-tune secara efisien ke tugas baru atau objek tak dikenal hanya dengan sedikit demonstrasi manusia. Ia memahami perintah abstrak dalam bahasa alami dan mahir memanipulasi objek lunak.

415 天前