2026年9月10日

Generasi 90-an Mulai Jadi Tuan Rumah Makan Malam Tahun Baru Imlek, Hidangan Siap Saji Kian Dipilih karena Praktis

Menjelang Tahun Baru Imlek, perbincangan seputar jamuan makan malam malam tahun baru semakin ramai. ...

Menjelang Tahun Baru Imlek, perbincangan seputar jamuan makan malam malam tahun baru semakin ramai.

“Selain masakan rumahan sehari-hari, saya ingin menambahkan beberapa hidangan ‘utama’ yang lebih istimewa untuk jamuan Imlek tahun ini,” ujar Yang Jin, konsumen generasi 90-an yang tengah menyiapkan menu Tahun Baru, kepada Blue Whale News. “Saat berbelanja di supermarket, saya melihat banyak produk hidangan Imlek baru—seperti Buddha Jumps Over the Wall, bakso singa, daging domba kukus beras, hingga ikan mandarin asam manis. Tidak perlu proses memasak yang rumit, cukup dipanaskan dan langsung bisa disajikan.”

Saat ditanya apakah ia mempermasalahkan status hidangan siap saji, Yang menjawab dengan jujur. “Kalau ingin menikmati hidangan-hidangan ini bersama keluarga saat makan malam reuni, kemampuan memasak saya memang terbatas. Hidangan ‘besar’ seperti ini rumit dan memakan waktu jika dimasak dari awal, jadi makanan siap saji menjadi pilihan kompromi yang masuk akal. Untuk tumisan dan hidangan dingin, saya masih bisa menyiapkannya sendiri di rumah.”

Generasi 90-an Mulai Mengambil Peran sebagai Tuan Rumah Jamuan Imlek

“Untuk keluarga kami yang hanya bertiga, jamuan malam Imlek dulu terasa sangat melelahkan—mulai dari belanja bahan, menyiapkan, memasak, membersihkan dapur, hingga harus berkunjung ke sanak saudara ke sana-sini. Satu musim liburan saja bisa bikin jatuh sakit,” kata Wu, warga Shandong. “Tahun ini kami berencana membeli paket hidangan Imlek siap saji lebih awal. Cukup dipanaskan atau ditumis sebentar, dan kami bisa menghemat banyak waktu.”

Zhang, yang tinggal di Guangdong, juga berbagi rencana serupa. “Saya berencana membeli Buddha Jumps Over the Wall dalam porsi individual—satu orang satu mangkuk, tampilannya cantik di meja makan. Hidangan poon choi favorit keluarga juga akan kami pesan lebih awal. Di rumah, saya tinggal menambahkan udang rebus dan sayuran tumis. Hasilnya, jamuan terasa lebih lengkap tanpa menghabiskan terlalu banyak waktu, dan kami bisa lebih lama berkumpul bersama keluarga.”

Meski tingkat penerimaan terhadap hidangan siap saji di jamuan Imlek meningkat, sebagian konsumen masih merasa ragu. “Biasanya saya sangat tidak suka makanan siap saji, tapi saat Imlek justru menyajikannya,” ujar seorang konsumen sambil bercanda.

Pada kenyataannya, meningkatnya penerimaan terhadap hidangan Imlek siap saji berkaitan erat dengan generasi 90-an yang kini semakin sering menjadi “pengelola utama” jamuan malam reuni. Dibandingkan generasi sebelumnya, kaum muda umumnya memiliki pengalaman memasak yang lebih terbatas, waktu persiapan yang singkat, namun lebih terbuka terhadap produk baru. Survei Pasar Hidangan Imlek Tiongkok 2026 yang dirilis oleh iiMedia Consulting menunjukkan bahwa konsumen muda telah menjadi kekuatan utama dalam pembelian hidangan Imlek, dengan generasi 90-an menyumbang lebih dari separuh.

Data survei tersebut menunjukkan bahwa saat membeli hidangan Imlek, 44,70% konsumen paling memperhatikan aspek kepraktisan, 43,07% fokus pada sertifikasi keamanan pangan, dan 41,58% memperhatikan keseimbangan gizi. Sementara itu, lebih dari setengah konsumen tetap menyukai cita rasa yang “autentik dan alami.”

Analis iiMedia Consulting menilai bahwa permintaan pasar saat ini mencerminkan dua tren yang berjalan bersamaan: orientasi pada efisiensi dan kembalinya cita rasa asli. Di satu sisi, konsumen menginginkan kemudahan memasak yang hemat waktu dan tenaga serta kualitas yang terjamin; di sisi lain, mereka tetap sangat menghargai keaslian rasa tradisional dan nuansa ritual khas perayaan.

Supermarket Beralih ke Persaingan Berbasis Kualitas

Pada 6 Februari, Tiongkok merilis draf pertama Standar Nasional Keamanan Pangan untuk Hidangan Siap Saji, yang secara tegas melarang penggunaan bahan pengawet. Menjelang Imlek, strategi persaingan di kalangan peritel besar pun bergeser—dari perang harga menuju penekanan pada kualitas dan konsep clean label untuk menarik kepercayaan konsumen.

Kunjungan lapangan Blue Whale News menemukan bahwa berbagai jaringan ritel seperti Sam’s Club, Dingdong Maicai, ALDI, Hema, dan Walmart serempak meluncurkan banyak produk musiman khusus hidangan Imlek. Sam’s Club memulai dari hidangan dingin seperti salmon asap dan daging betis sapi, serta bekerja sama dengan koki ternama Da Dong menghadirkan hidangan berat seperti abalon dan kaki babi rebus. Dingdong Maicai meluncurkan poon choi gaya Hong Kong, belut sungai rebus, hingga ikan mandarin asam manis, serta menghadirkan steamed bun edisi zodiak hasil kolaborasi dengan pewaris budaya kuliner tradisional.

ALDI, yang dikenal dengan strategi harga bernilai tinggi, menetapkan harga Buddha Jumps Over the Wall 1,5 kg dalam kuah emas di level RMB 139, sementara hidangan ayam mabuk ginseng beraroma arak Huadiao dijual seharga RMB 45,9 per porsi.

Pihak Hema menyampaikan kepada Blue Whale News bahwa tahun ini mereka bekerja sama dengan empat koki ternama untuk meluncurkan seri hidangan Imlek “Fengshen”, yang mencatat pertumbuhan penjualan tahunan sebesar 116% sejak diluncurkan. Salah satu hidangannya, kaki babi delapan harta berbalut rebung, memerlukan enam jam proses pengukusan dan perebusan serta sepuluh tahap pelepasan tulang secara manual—namun konsumen cukup mencairkan dan memanaskannya di rumah.

Riset Hema menunjukkan bahwa selama Festival Musim Semi, setiap rumah tangga rata-rata menyiapkan 3,3 jamuan besar. Hampir 90% konsumen memilih cita rasa kampung halaman, lebih dari 80% bersedia mencoba menu kreatif, dan permintaan akan jamuan Imlek yang “fotogenik” juga meningkat.

Data iiMedia Consulting turut menunjukkan bahwa pengeluaran yang paling dapat diterima konsumen untuk hidangan Imlek berada di kisaran menengah. Sekitar 30,1% konsumen bersedia membelanjakan RMB 300–500, sehingga produk dengan nilai tinggi memiliki peluang pasar yang lebih luas. Dari sisi masa simpan, lebih dari 90% konsumen memilih produk dengan daya simpan 4–15 hari, dan supermarket tetap menjadi saluran pembelian terpenting.

Dalam kunjungannya ke Shanghai, Blue Whale News juga mendapati bahwa faktor value for money menjadi alasan utama konsumen memilih hidangan Imlek siap saji dari supermarket. Paket enam hidangan yang mencakup ikan, udang, ayam, dan bakso dijual sekitar RMB 350 di supermarket. Sebagai perbandingan, reservasi jamuan malam Imlek di restoran dengan jumlah hidangan serupa umumnya melebihi RMB 500, sementara restoran premium dapat mematok harga di atas RMB 1.000 dengan kuota yang terbatas.

Dari sisi skala pasar, data iiMedia menunjukkan bahwa nilai pasar hidangan Imlek di Tiongkok meningkat dari RMB 31,7 miliar pada 2019 menjadi RMB 221,9 miliar pada 2025, dan diproyeksikan mencapai RMB 262,6 miliar pada 2026. Dengan pertumbuhan yang kuat ini, hidangan Imlek setengah jadi diperkirakan akan menjadi pilihan penting di pasar—berdampingan dengan masakan rumahan dan sajian segar dari restoran.

接著讀