2026年9月10日

Ketegangan Timur Tengah Meningkat: Pakistan Dukung Iran, Peringatkan Israel dengan Senjata Nuklir — “Jika Kalian Gunakan Nuklir, Kami Juga”

Saat konflik antara Israel dan Iran kembali memanas, Pakistan mengambil sikap tegas yang jarang terjadi. Menteri Pertahanan Khawaja Asif menyampaikan dalam pidato di parlemen bahwa semua negara Muslim harus bersatu melawan ekspansi militer Israel di kawasan. Ia menegaskan bahwa Israel tidak bertindak sendiri, tetapi didukung oleh jaringan intelijen.

Asif menyerukan agar Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) segera menggelar pertemuan darurat untuk merumuskan strategi bersama, serta mendorong semua negara mayoritas Muslim untuk segera memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel.

Yang paling mengejutkan, pejabat senior Iran Mohsen Rezaei menyatakan dalam wawancara TV nasional bahwa Pakistan telah memberikan jaminan akan membalas dengan senjata nuklir jika Israel lebih dulu menggunakannya. Meski militer Pakistan belum mengonfirmasi pernyataan ini, rudal balistik Shaheen-3 dengan jangkauan 2750 km — yang mampu membawa hulu ledak nuklir — diperkirakan dapat menjangkau seluruh wilayah Israel.

Pernyataan ini menambah ketegangan pada situasi kawasan yang sudah rapuh, dan meningkatkan kekhawatiran global akan potensi eskalasi konflik nuklir di Timur Tengah.

接著讀

California vs Trump: Konflik Konstitusional yang Mengubah Peta Kekuasaan Amerika

Penempatan pasukan federal di Los Angeles dalam menanggapi aksi imigrasi telah berkembang menjadi bentrokan konstitusional yang langka antara Presiden Donald Trump dan Gubernur California Gavin Newsom. Gugatan hukum yang diajukan dan retaknya hubungan negara bagian-pusat menandai keretakan yang lebih dalam dalam model pemerintahan Amerika, yang bisa mengubah keseimbangan kekuasaan antara negara bagian dan Washington.

456 天前