2026年9月10日

Investasi Rp230 Triliun Meta Picu Krisis Kepercayaan, Klien Utama Tinggalkan Scale AI

Investasi besar Meta senilai USD 14,3 miliar (sekitar Rp230 triliun) ke perusahaan label data Scale AI justru memicu eksodus klien utama. Setelah Meta mengakuisisi 49% saham Scale, perusahaan seperti Google, Microsoft, dan OpenAI mulai menarik diri, khawatir data strategis mereka bisa terekspos ke salah satu pesaing utama mereka di bidang AI.

Laporan Reuters mengungkapkan bahwa Google sebelumnya berencana membayar hingga USD 200 juta kepada Scale tahun ini, namun kini tengah mengalihkan sebagian besar bisnisnya ke penyedia lain. Microsoft juga disebut mengurangi penggunaan layanan Scale, sementara OpenAI telah mendiversifikasi penyedia data sejak beberapa bulan lalu, meski secara publik masih menyebutkan Scale sebagai mitra.

Inti dari krisis ini adalah runtuhnya prinsip netralitas penyedia data. Dengan Meta kini menjadi pemilik hampir setengah saham Scale, banyak klien khawatir bahwa data eksklusif dan prototipe produk mereka bisa “dibaca” oleh pesaing. Seorang karyawan Google menyebut, melanjutkan kerja sama dengan Scale berarti “membocorkan peta jalan teknologi ke pesaing langsung”.

Dampaknya, para pesaing Scale mulai panen proyek. Labelbox memperkirakan akan meraih kontrak baru senilai ratusan juta dolar, sementara Handshake mencatat lonjakan tiga kali lipat dalam jumlah permintaan klien. Konsensus netralitas dalam industri data AI kini terguncang.

Situasi makin memanas saat Meta menggaet CEO muda Scale, Alexandr Wang (28 tahun), untuk memimpin laboratorium “Super Intelligence” dan melapor langsung ke Mark Zuckerberg. Para analis menilai ini mencerminkan kecemasan teknologi Meta yang merasa tertinggal dalam kompetisi AI. Model Llama milik Meta dikabarkan tertinggal dari standar industri dan mereka bahkan membeli lisensi model pesaing Claude untuk pengembangan alat Devmate.

Meskipun pihak Scale menegaskan akan tetap beroperasi secara independen, krisis kepercayaan ini tampaknya sulit diperbaiki. Ketika data menjadi aset strategis, retakan yang disebabkan oleh kepemilikan ini bisa mengguncang fondasi rantai pasok AI global.

接著讀