2026年9月10日

AS Hentikan Sebagian Bantuan Militer untuk Ukraina, Ukraina Segera Lakukan Diplomasi, Rusia: “Perang Akan Lebih Cepat Berakhir”

[3 Juli] — Setelah pemerintah Amerika Serikat mengumumkan penghentian sebagian bantuan militer kepad...

[3 Juli] — Setelah pemerintah Amerika Serikat mengumumkan penghentian sebagian bantuan militer kepada Ukraina, Kyiv segera mengambil langkah diplomatik. Pada 2 Juli, Kementerian Luar Negeri Ukraina memanggil kepala sementara Kedutaan Besar AS di Kyiv untuk menekankan pentingnya kelanjutan bantuan militer, khususnya sistem pertahanan udara.

Dalam pernyataan resminya, Ukraina menyampaikan terima kasih atas dukungan sebelumnya dari AS, sekaligus menegaskan bahwa pengiriman bantuan—terutama perlengkapan pertahanan udara—sangat krusial. Seorang pejabat tinggi militer Ukraina yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Kami sangat bergantung pada amunisi dari Amerika; tanpa itu, kami akan sangat kesulitan.”

Meski Gedung Putih dan Pentagon telah mengonfirmasi penghentian sebagian bantuan pada 1 Juli, Kementerian Pertahanan Ukraina menyatakan belum menerima pemberitahuan resmi. Mereka menegaskan bahwa penyelesaian konflik sangat bergantung pada “dukungan berkelanjutan untuk Ukraina dan tekanan kolektif terhadap Rusia.”

Keputusan ini memicu reaksi internasional. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa semakin sedikit senjata yang dikirim ke Kyiv, semakin cepat operasi militer khusus Rusia akan berakhir. Ia menduga keputusan AS disebabkan oleh berkurangnya persediaan senjata mereka. “Amerika tidak bisa memberikan senjata ke seluruh dunia,” ujarnya.

Juru bicara Pentagon Sean Parnell membenarkan bahwa penghentian ini merupakan bagian dari peninjauan ulang bantuan militer untuk memastikan sejalan dengan prioritas pertahanan nasional AS. Ia menolak menyebutkan jenis dan jumlah senjata yang dihentikan pengirimannya, tetapi menyatakan bahwa Departemen Pertahanan sedang mengevaluasi kembali inventaris amunisi dan tujuan pengirimannya.

Menurut laporan berbagai media AS, bantuan yang dihentikan termasuk rudal pertahanan udara Patriot, peluru artileri 155mm, dan rudal Hellfire—semua senjata yang telah diminta Ukraina. Peninjauan ini mengikuti kekhawatiran tentang penurunan cepat stok amunisi AS, mengingat keterlibatan mereka baru-baru ini dalam serangan ke Houthi di Yaman, dukungan militer ke Israel, dan operasi terhadap Iran.

Sejak krisis Ukraina memuncak pada Februari 2022, AS telah memberikan lebih dari 66 miliar dolar AS dalam bentuk bantuan militer. Langkah terbaru ini dapat berdampak besar pada ketahanan militer Ukraina dan keseimbangan keamanan regional.

接著讀