2026年9月10日

Trump Tuduh Putin Gagal Tepati Janji Perdamaian, Ultimatum 50 Hari Dimulai

Pada 15 Juli, Presiden Trump menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin belum menepati pernyataannya yang berulang kali mengaku ingin damai. Trump menegaskan batas waktu 50 hari bagi Rusia dan Ukraina untuk mencapai kesepakatan damai, atau AS akan memberlakukan sanksi berat. Kremlin belum menanggapi langsung, namun menyatakan tetap terbuka untuk putaran ketiga perundingan.

Trump Ragukan Niat Damai Putin, Ultimatum 50 Hari Telah Diberlakukan

Presiden AS Donald Trump pada 15 Juli secara terbuka menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak menindaklanjuti pernyataannya tentang keinginan damai. “Putin sudah sering mengatakan itu, tapi tidak ada tindak lanjutnya,” ujar Trump.

Trump mengulang ancamannya bahwa jika dalam 50 hari Rusia dan Ukraina tidak mencapai kesepakatan damai, AS akan memberlakukan sanksi ekonomi berat, termasuk tarif 100% dan kemungkinan tarif sekunder bagi negara-negara yang masih membeli minyak Rusia.

Pernyataan Besar yang Targetkan Rusia Lewat Tekanan Ekonomi

Sehari sebelumnya, Trump bertemu dengan Sekjen NATO Mark Rutte di Gedung Putih dan mengumumkan apa yang ia sebut sebagai “pernyataan besar” terkait Rusia. Gedung Putih kemudian menjelaskan bahwa rencana tersebut mencakup tarif 100% atas barang Rusia dan sanksi tambahan bagi negara-negara yang terus menjalin perdagangan energi dengan Moskow.

Meski belum banyak detail tentang tarif sekunder, langkah ini menandakan tekad Washington untuk menekan Rusia secara multilateral sambil mengganggu mitra dagang energinya secara tidak langsung.

Rusia Tak Langsung Menanggapi, Tegaskan Kesiapan Berdialog

Menanggapi pernyataan Trump, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam konferensi pers 14 Juli mengatakan bahwa pernyataan tersebut “berisi hal-hal yang serius, termasuk menyentuh Presiden secara pribadi.” Ia menambahkan bahwa Moskow membutuhkan waktu untuk mengevaluasi isi pernyataan itu.

Peskov kembali menegaskan kesiapan Rusia untuk melakukan perundingan putaran ketiga dengan Ukraina. “Jika Kyiv memberikan sinyal, kami siap langsung berdialog,” ujarnya. Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda resmi dari pihak Ukraina.

Peskov juga menyatakan bahwa AS dan Eropa tampak ingin negosiasi dimulai kembali, namun menyalahkan diamnya Ukraina sebagai penghambat utama.

接著讀