2026年9月10日

“Mimpi Chip” Modi: Bisakah India Berubah dari Pengejar Menjadi Pusat Inovasi Semikonduktor Global?

Ambisi India: Bukan Sekadar “Made in India”Dalam Konferensi Semikonduktor India yang digelar di New ...

Ambisi India: Bukan Sekadar “Made in India”

Dalam Konferensi Semikonduktor India yang digelar di New Delhi, Perdana Menteri Narendra Modi menyatakan bahwa India akan memulai produksi chip komersial pada akhir 2025, dan bertekad menjadikan negaranya sebagai pusat inovasi semikonduktor global.

Modi mengklaim India sedang mengembangkan “beberapa chip tercanggih di dunia,” dengan chip 28nm buatan lokal pertama diperkirakan rilis pada paruh kedua 2025 setelah beberapa kali tertunda.

Tiga Kegagalan Upaya India

India sebenarnya sudah mencoba masuk ke industri semikonduktor sejak 1960-an, tetapi selalu gagal:

  • 2007: Kebijakan semikonduktor menawarkan subsidi modal 20%, namun gagal karena infrastruktur buruk dan regulasi rumit.
  • 2013: Upaya kedua runtuh akibat masalah pendanaan.
  • 2021: Program “Semicon India” dengan dana awal USD 8,7 miliar dan subsidi hingga 50% tetap gagal menarik TSMC maupun raksasa global lainnya.

Beberapa kerja sama dengan Foxconn, Vedanta, hingga Adani juga bubar di tengah jalan, membuat ambisi India makin berat.

Fokus Baru: Proses 28nm

Strategi terbaru India menargetkan produksi chip 28nm. Meski tertinggal jauh dari teknologi 2nm yang sudah digunakan global, langkah ini tetap dianggap realistis:

  • 28nm masih menjadi “proses matang” utama di pasar dunia;
  • Banyak dipakai di sektor otomotif, elektronik konsumen, dan IoT;
  • Perusahaan lokal seperti Tata Motors, Mahindra, Lava, dan Micromax diproyeksikan sebagai pengguna awal.

Tata Group kini memimpin pembangunan pabrik chip pertama India, dengan aplikasi pada elektronik konsumen, otomotif, dan pertahanan.

Tantangan: Teknologi, Rantai Pasok, dan SDM

Lembaga riset menyoroti tiga hambatan besar:

  1. Kesenjangan teknologi: Insinyur lokal baru berpengalaman di level 40nm, masih bergantung pada transfer teknologi asing.
  2. Rantai pasok lemah: Hanya 30% produksi bisa diserap domestik, sisanya bergantung pada ekspor yang rentan risiko geopolitik.
  3. Kekurangan SDM & peralatan: Minim pengalaman produksi massal, sehingga harus mengandalkan peralatan bekas dan kemitraan internasional.

Jefferies juga mencatat, meski sektor semikonduktor India berkembang, masih ada kekurangan tenaga ahli dan daya saing global.

Prospek: Antara Ambisi dan Realitas

Saat ini, ada enam proyek chip yang sedang dibangun di Gujarat, Assam, dan Uttar Pradesh, ditambah empat proyek baru yang disetujui. Modi optimistis proyek-proyek ini akan menegaskan posisi India di peta industri semikonduktor global.

Namun, analis mengingatkan: membuat chip hanyalah langkah awal; menjadi pemimpin global adalah perjalanan panjang.

Kesimpulan: Modi menargetkan chip buatan lokal pertama lahir pada 2025 dan menjadikan India pusat inovasi global. Tapi dengan kesenjangan teknologi dan rantai pasok rapuh, “mimpi chip” India tampaknya lebih menyerupai maraton ketimbang sprint.

接著讀