2026年9月10日

Lakers: Dari Kekecewaan Musim Lalu Menuju Harapan Baru

Hitungan mundur menuju musim baru NBA tinggal 30 hari! Saat menoleh ke belakang, Los Angeles Lakers ...

Hitungan mundur menuju musim baru NBA tinggal 30 hari! Saat menoleh ke belakang, Los Angeles Lakers harus menerima kenyataan: dua musim berturut-turut langkah mereka terhenti di putaran pertama playoff.

Puncaknya terjadi setelah pertukaran besar di Februari lalu—Anthony Davis dilepas, Luka Dončić masuk. Keuntungan jelas: Lakers mendapatkan fondasi masa depan pasca-LeBron. Namun, sisi buruknya: lini dalam Lakers menjadi kosong. Jaxson Hayes dipaksa jadi starter, opsi lain kurang meyakinkan, sehingga Lakers kerap bermain dengan formasi “death five small”.

Akibatnya terlihat jelas di playoff. Menghadapi Timberwolves yang punya barisan depan besar seperti Gobert, Randle, dan Reid, Lakers kalah telak di paint area. Bahkan performa individu lawan benar-benar menyakitkan—Gobert menorehkan 27 poin dan 24 rebound di Game 5!

Masalah Lakers bukan hanya di sektor bigman, melainkan juga di pertahanan satu lawan satu. Dončić ditembus McDaniels, sementara Anthony Edwards membuat Reeves dan Vincent tak berdaya. LeBron yang sudah berusia 40 tahun jelas tak bisa menutupi semua celah.

Tak heran jika tersingkir di babak pertama dianggap wajar.

Musim panas ini, Lakers mengalami perubahan besar: Jeanie Buss menjual tim seharga 10 miliar dolar, dan pemilik baru memilih tidak memperpanjang kontrak LeBron. Alasannya jelas—Lakers ingin membangun masa depan bersama Dončić. LeBron sendiri memilih opsi pemain senilai 52,6 juta dolar, langkah cerdas agar tetap kompetitif sekaligus fleksibel jika ingin pindah sebelum batas trade deadline.

Dalam bursa transfer, Lakers bertindak cepat. Kehilangan “Fan” ke Rockets, mereka mendatangkan Jake LaRavia (2 tahun, $12 juta), Deandre Ayton (2 tahun, $16,6 juta), dan Marcus Smart (2 tahun, $11 juta). Ketiganya memperkuat area kunci: bigman dan pertahanan. Ayton + Dončić di pick-and-roll tentu jadi sajian menarik, sementara Smart membawa mentalitas juara bertahan defensif.

Dengan tambahan ini, Lakers kini punya dua jalur pembangunan:

  1. Jangka pendek: Memaksimalkan LeBron + Dončić + Reeves untuk tetap jadi pesaing playoff.
  2. Jangka panjang: Fondasi muda seperti Dončić, Ayton, Reeves, Hachimura, LaRavia, dan Knecht siap menjadi tulang punggung setelah era LeBron.

Kesimpulannya? Walau ada perpisahan emosional dengan LeBron, strategi manajemen baru Lakers cukup solid: tetap kompetitif sekarang, dan menyiapkan masa depan dengan mantap.

接著讀