2026年9月10日

Bus di Tiongkok: Rugi 200 Miliar RMB per Tahun, Namun Tetap Tak Tergantikan

Di tengah pesatnya pembangunan jalur metro dan meningkatnya kepemilikan mobil pribadi, bus tradision...

Di tengah pesatnya pembangunan jalur metro dan meningkatnya kepemilikan mobil pribadi, bus tradisional tampak semakin terpinggirkan. Data menunjukkan, sistem bus Tiongkok merugi lebih dari 200 miliar RMB setiap tahun, sementara kapasitas angkut sudah turun hingga setengah dari level tahun 2014. Meski demikian, bus tetap menjadi infrastruktur publik yang tak tergantikan.

Tantangan Bus Kota

Kota besar seperti Beijing, Shanghai, dan Guangzhou telah memangkas sejumlah rute, sementara sebagian besar bus di Shenzhen beroperasi dengan kerugian. Kecepatan rata-rata hanya 29 km/jam, jauh tertinggal dari metro maupun kendaraan pribadi. Hal ini membuat bus sering dianggap kurang menarik.

Nilai Tersembunyi dari Bus

Namun, peran bus jauh lebih besar daripada sekadar transportasi:

  • Fungsi Perkotaan: Di Shenzhen, integrasi bus dan metro yang efisien berhasil menekan tingkat kemacetan lebih rendah dibanding Beijing atau Guangzhou.
  • Sumber Kehidupan: Di Hebei, Jiangxi, hingga Zhejiang, ada “jalur bus petani” yang setiap pagi mengangkut petani lanjut usia bersama keranjang sayur mereka ke pasar kota. Dengan ongkos hanya 1 RMB, jalur ini menopang jutaan keluarga kecil.
  • Keterjangkauan: Jika tiket bus di AS dan Jepang setara 10–30 RMB, dan di Korea Selatan 7–12 RMB, maka di Tiongkok harga tetap 1–2 RMB, berkat subsidi pemerintah serta kebijakan “pembekuan tarif”.

Masa Depan Bus

Bus mungkin tidak lagi menjadi pilihan utama perjalanan perkotaan, namun tetap menjadi simbol layanan publik, keterjangkauan, dan keadilan sosial.

Seperti bangunan tua di sudut jalan, telepon darurat 24 jam, atau bus berharga 1 RMB yang selalu datang tepat waktu—bus di Tiongkok mungkin sederhana, tetapi tetap tak tergantikan.

接著讀

Kejutan di Panggung! CEO Astronomer dan Kepala HR “PDA” di Konser Coldplay, Keduanya Diskors

Pada 17 Juli, saat tur Coldplay mampir ke Gillette Stadium di Foxborough, momen “dekat nan manis” di layar besar mendadak viral—CEO Astronomer Andy Byrne dan direktur HR Christine Cabot tertangkap berpelukan dan menutup muka di layar. Vokalis Chris Martin menggodanya, “Apa mereka selingkuh?” Kini keduanya diskors untuk penyelidikan internal, dan dunia hiburan heboh!

417 天前