2026年9月12日

Tim Putri Lebih Bersinar dari Tim Putra? Yang Shuyu Raup Cuan Lebih Besar dari Yang Hanshen, Sementara Guo Ailun Tetap Jadi Andalan Utama Tim Basket Putra

Belakangan ini, daftar atlet aktif paling bernilai secara komersial di Tiongkok resmi dirilis. Nama-...

Belakangan ini, daftar atlet aktif paling bernilai secara komersial di Tiongkok resmi dirilis. Nama-nama besar seperti Zheng Qinwen dan Ma Long memimpin daftar tersebut. Namun yang menarik, dari dunia basket yang selalu jadi sorotan publik, hanya ada dua pemain yang berhasil masuk daftar — yaitu bintang tim basket putri Yang Shuyu dan pemain senior tim basket putra Guo Ailun.

Dalam hal nilai komersial, keduanya juga belum menembus jajaran teratas. Yang Shuyu berada di tingkat ketiga, sejajar dengan bintang tenis meja Chen Meng dan perenang Pan Zhanle, sedangkan Guo Ailun menempati tingkat keempat bersama pelari Wu Yanni dan penyelam Quan Hongchan. Menariknya, satu-satunya pemain Tiongkok yang saat ini bermain di NBA, Yang Hanshen, tidak masuk dalam daftar tersebut. Dengan kata lain, Yang Shuyu kini justru lebih “menghasilkan” dibanding Guo Ailun maupun Yang Hanshen.

Secara global, sepak bola dan basket dikenal sebagai dua olahraga dengan perhatian terbesar. Di Tiongkok, basket bahkan menjadi olahraga paling populer di level profesional, dengan gaji pemain yang termasuk paling tinggi. Namun secara mengejutkan, nilai komersial para pemain basket justru tertinggal jauh dibandingkan atlet dari cabang lain seperti tenis meja dan tenis. Dalam daftar terbaru ini, hanya dua pemain basket yang berhasil masuk — menunjukkan bahwa pamor komersial basket saat ini memang tengah meredup.

Sebagai wajah baru tim nasional basket putri Tiongkok, Yang Shuyu telah menunjukkan nilai komersial yang luar biasa. Dalam beberapa tahun terakhir, ia menjadi pemain langganan di tim nasional dan tampil di berbagai ajang besar seperti Olimpiade, Piala Asia, hingga Asian Games. Selain keterampilannya yang menonjol di lapangan, penampilan menawan dan karismanya juga menjadikannya idola di kalangan penggemar muda. Maka tak heran jika namanya muncul di daftar tersebut. Namun yang cukup mengejutkan, Li Meng, pemain dengan gaji tertinggi di liga putri, justru absen dari daftar ini.

Sementara di kubu pria, Guo Ailun menempati posisi di tingkat keempat. Ia tetap menjadi salah satu pemain paling dikenal sejak era Yi Jianlian berakhir dan masih dianggap sebagai ikon utama basket pria Tiongkok. Meskipun kini sudah tidak seaktif dulu di lapangan, Guo tetap menjadi pemain dengan nilai komersial tertinggi di tim nasional. Jika dibandingkan dengan Zhou Qi atau Yang Hanshen, pengaruh dan daya jual Guo Ailun masih belum tertandingi. Anehnya, nama-nama populer lain seperti Hu Mingxuan, Zhao Jiwei, dan Zhang Zhenlin tidak muncul dalam daftar tersebut, menandakan semakin sempitnya ruang pasar bagi pemain basket pria.

Ada beberapa alasan mengapa banyak pemain basket tidak masuk dalam daftar ini. Pertama, prestasi basket Tiongkok menurun dalam beberapa tahun terakhir. Tim putra terus mengalami penurunan performa, sementara tim putri yang sempat mencapai puncak dengan meraih perak di Piala Dunia, juga gagal tampil konsisten di Olimpiade terakhir. Kedua, pensiunnya legenda seperti Yao Ming dan Yi Jianlian meninggalkan kekosongan besar yang belum mampu diisi oleh generasi baru seperti Zhou Qi, Yang Hanshen, atau Hu Jinqiu. Kualitas dan pengaruh mereka masih jauh dari para pendahulunya.

Selain itu, pemain muda seperti Yang Hanshen masih dalam tahap perkembangan. Meskipun sudah menembus NBA, performanya belum stabil, sehingga nilai komersialnya belum sepenuhnya terbangun. Jika ingin masuk ke dalam daftar bergengsi ini di masa depan, ia harus terus bekerja keras dan membuktikan kemampuannya di kancah internasional. Di sisi lain, absennya Li Yueru dan Han Xu, dua bintang utama tim basket putri yang juga sukses di liga luar negeri, menjadi hal yang cukup mengejutkan.

Secara keseluruhan, daftar ini menunjukkan adanya pergeseran menarik di dunia basket Tiongkok. Basket putri kini tidak hanya unggul di prestasi, tetapi juga dalam nilai pasar dan daya tarik komersial. Untuk saat ini, Yang Shuyu menjadi bintang paling bersinar — simbol dari babak baru dalam perjalanan basket Tiongkok yang semakin dinamis dan penuh potensi.

接著讀