2026年9月10日

Bintang Baru Jepang Siap Ambil Alih! Aksi Comeback 1–2 dari Bakat 18 Tahun Kalahkan Tomokazu Harimoto Setelah Mengejutkan Wang Chuqin

Di usia baru 18 tahun, Matsushima Hikaru sudah menunjukkan kapasitas sebagai salah satu talenta pali...

Di usia baru 18 tahun, Matsushima Hikaru sudah menunjukkan kapasitas sebagai salah satu talenta paling menjanjikan dalam tenis meja Jepang. Ia empat tahun lebih muda dari bintang utama Jepang, Tomokazu Harimoto, namun kematangan teknik dan konsistensi permainannya sudah tidak kalah — bahkan beberapa analis seperti Zhou Yu, Niu Guankai, dan Hou Yingchao percaya bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Matsushima akan menyalip Harimoto sebagai bintang terbesar Jepang.

Pada 23 November, pertandingan besar berlangsung di T-League Jepang: Okayama vs Kinoshita Tokyo. Partai ketiga menghadirkan duel langsung antara Harimoto dan Matsushima. Harimoto sempat memimpin setelah merebut dua set berturut-turut dan unggul 2–1, namun Matsushima melakukan comeback luar biasa dengan mengambil dua set terakhir. Ia menang 3–2 dengan skor set: 11-7, 6-11, 4-11, 11-5, 11-8. Setelah kalah cepat di set kedua dan ketiga, Matsushima bangkit dengan agresivitas dan strategi matang. Pada set penentuan, ia terus memimpin hingga akhirnya mengunci pertandingan setelah unggul 8–8 dan mencetak tiga poin beruntun.

Pencapaian ini menunjukkan betapa cepatnya perkembangan Matsushima. Di usia 18 tahun, ia sudah mampu bersaing setara dengan pemain papan atas Jepang, sementara rising star Tiongkok, Wen Ruibo, bahkan masih kesulitan mendominasi di level junior. Perbedaannya sangat jelas — Matsushima bukan lagi sekadar pemain muda potensial, ia secara praktis telah menjadi pemain nomor dua tim putra Jepang, dan kini berada di ambang posisi nomor satu.

Kita kembali ke 14 Oktober, di semifinal beregu Kejuaraan Asia. Dalam partai kedua, Matsushima menghadapi pemain nomor satu dunia, Wang Chuqin. Secara mengejutkan ia menang 3–2, membuat Jepang unggul 2–0 atas Tiongkok. Meski Tiongkok bangkit melalui performa krusial Lin Shidong dan Liang Jingkun — yang akhirnya menyingkirkan Matsushima di partai penentu — kemenangan Matsushima atas Wang sudah mengirim pesan kuat: ia adalah ancaman nyata.

Setelah meraih gelar di Frankfurt Champions, peringkat dunia Matsushima melonjak ke posisi delapan, sementara Harimoto berada di posisi kelima. Mengingat usianya yang baru 18 tahun, laju progresinya sungguh luar biasa. Setelah kemenangannya atas Wang Chuqin, Matsushima bahkan mengungkapkan bahwa ia merasa jarak antara dirinya dan pemain-pemain terbaik dunia kini semakin mengecil — dan ia yakin bahwa di pertemuan-pertemuan mendatang, peluangnya untuk menang tetap sangat terbuka.

接著讀