2026年9月10日

Rumor Kuat: Canon Siap Meluncurkan Kamera Mirrorless Full-Frame Bergaya Retro pada 2026, Terinspirasi AE-1 Legendaris

Menurut laporan dari IT Home pada 7 Desember, sumber terpercaya Canon Rumors mengungkapkan bahwa Can...

Menurut laporan dari IT Home pada 7 Desember, sumber terpercaya Canon Rumors mengungkapkan bahwa Canon tengah menyiapkan sebuah kamera mirrorless full-frame bergaya retro yang benar-benar baru. Kamera ini disebut-sebut akan menjadi bentuk penghormatan terhadap AE-1, kamera SLR film legendaris yang pertama kali dirilis pada tahun 1976.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Canon Rumors sempat berbincang dengan seorang sumber internal pada pekan lalu. Dari percakapan itu dikonfirmasi bahwa kamera ini memang dijadwalkan meluncur pada tahun 2026. Perangkat ini dikabarkan akan menggunakan sensor CMOS full-frame 32,5 megapiksel yang sama dengan yang digunakan pada EOS R6 Mark III dan kamera sinema C50. Strategi berbagi sensor ini dinilai mampu membantu Canon menyeimbangkan kinerja dan biaya produksi, karena semakin besar volume produksi, semakin rendah pula biaya manufakturnya.

Dari sisi harga, kamera retro full-frame ini justru disebut “di luar dugaan cukup terjangkau”. Harganya diperkirakan akan jauh lebih rendah dibandingkan EOS R6 Mark III yang saat ini dijual di kisaran USD 2.799. Canon Rumors memperkirakan banderol idealnya berada di sekitar USD 1.999—sebuah angka yang dinilai tetap mencerminkan posisi premium Canon, namun tetap menarik bagi pasar yang lebih luas.

Untuk spesifikasi teknis, kamera ini dikabarkan akan dibekali prosesor DIGIC X kelas entry-level dan difokuskan terutama pada kemampuan fotografi. Fitur video kemungkinan akan dibatasi agar selaras dengan identitas “retro” yang diusung. Canon juga disebut berpotensi merilis dua lensa bergaya vintage yang serasi dengan desain bodinya, kemungkinan terdiri dari satu lensa zoom dan satu lensa prime. Keduanya diperkirakan merupakan versi desain ulang dari produk yang sudah ada, sementara lensa profesional seri L dengan ciri khas cincin merah hampir dapat dipastikan tidak akan mendapat sentuhan desain retro.

Menariknya, rencana tersebut sebenarnya sudah pernah disinggung oleh jajaran eksekutif Canon dalam ajang CP+ 2025. Saat itu, ketika ditanya tentang kemungkinan kamera retro yang terinspirasi dari AE-1, pihak manajemen mengisyaratkan bahwa Canon memang sedang mengembangkan produk terkait, bahkan secara langsung menyebut nama AE-1.

Eksekutif Canon, Manabu Kato, kala itu memberikan tanggapan yang cukup reflektif. Ia menyatakan bahwa dirinya senang mendengar banyak orang menyukai AE-1 karena ia sendiri juga menyukai kamera tersebut. Namun menurutnya, membuat kamera retro bukanlah perkara mudah. Desain bodi, lensa, serta aksesori harus dipikirkan secara menyeluruh. Canon juga sangat menaruh perhatian pada kenyamanan genggaman, tata letak dial, dan tombol. Jika bahasa desain lama diterapkan pada kamera digital masa kini, belum tentu kemudahan penggunaan yang menjadi standar modern masih bisa dipertahankan.

Sebagai catatan sejarah, Canon AE-1 merupakan salah satu kamera SLR film paling ikonik sepanjang masa. Dirilis pada April 1976, kamera ini menjadi kamera SLR produksi massal pertama di dunia yang dikendalikan oleh mikroprosesor. Mengusung dudukan lensa FD dan mendukung mode prioritas rana (Tv), AE-1 memungkinkan pengguna awam memperoleh hasil eksposur yang tepat tanpa harus menguasai teori fotografi secara mendalam. Di kalangan fotografer Tiongkok, AE-1 kerap disejajarkan dengan Nikon FM2, Olympus OM-1, dan Minolta X700 sebagai “empat kamera legendaris”.

Sebagai tambahan yang menarik, mantan karyawan Apple, Jim Reekes, pernah mengungkapkan bahwa suara rana kamera pada iPhone sejatinya terinspirasi dari kamera Canon. Ia menyebutkan bahwa suara tersebut direkam dari kamera AE-1 miliknya yang dibeli sejak masa SMA.

接著讀

Switch 2 Terjual Lebih dari 3,5 Juta Unit dalam 4 Hari, Pecahkan Rekor Penjualan Nintendo

Nintendo Switch 2 mencatat peluncuran terbaik dalam sejarah perusahaan. Dalam empat hari sejak rilis, lebih dari 3,5 juta unit telah terjual, mengalahkan rekor Switch generasi pertama yang menjual 2,7 juta unit dalam sebulan. Analis memperkirakan penjualan akan terus meningkat jika Nintendo berhasil menambah produksi. Namun, kekurangan pasokan dan potensi kenaikan tarif menjadi tantangan nyata.

456 天前