Rumor Kuat: Canon Siap Meluncurkan Kamera Mirrorless Full-Frame Bergaya Retro pada 2026, Terinspirasi AE-1 Legendaris
Menurut laporan dari IT Home pada 7 Desember, sumber terpercaya Canon Rumors mengungkapkan bahwa Can...
Menurut laporan dari IT Home pada 7 Desember, sumber terpercaya Canon Rumors mengungkapkan bahwa Canon tengah menyiapkan sebuah kamera mirrorless full-frame bergaya retro yang benar-benar baru. Kamera ini disebut-sebut akan menjadi bentuk penghormatan terhadap AE-1, kamera SLR film legendaris yang pertama kali dirilis pada tahun 1976.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Canon Rumors sempat berbincang dengan seorang sumber internal pada pekan lalu. Dari percakapan itu dikonfirmasi bahwa kamera ini memang dijadwalkan meluncur pada tahun 2026. Perangkat ini dikabarkan akan menggunakan sensor CMOS full-frame 32,5 megapiksel yang sama dengan yang digunakan pada EOS R6 Mark III dan kamera sinema C50. Strategi berbagi sensor ini dinilai mampu membantu Canon menyeimbangkan kinerja dan biaya produksi, karena semakin besar volume produksi, semakin rendah pula biaya manufakturnya.
Dari sisi harga, kamera retro full-frame ini justru disebut “di luar dugaan cukup terjangkau”. Harganya diperkirakan akan jauh lebih rendah dibandingkan EOS R6 Mark III yang saat ini dijual di kisaran USD 2.799. Canon Rumors memperkirakan banderol idealnya berada di sekitar USD 1.999—sebuah angka yang dinilai tetap mencerminkan posisi premium Canon, namun tetap menarik bagi pasar yang lebih luas.
Untuk spesifikasi teknis, kamera ini dikabarkan akan dibekali prosesor DIGIC X kelas entry-level dan difokuskan terutama pada kemampuan fotografi. Fitur video kemungkinan akan dibatasi agar selaras dengan identitas “retro” yang diusung. Canon juga disebut berpotensi merilis dua lensa bergaya vintage yang serasi dengan desain bodinya, kemungkinan terdiri dari satu lensa zoom dan satu lensa prime. Keduanya diperkirakan merupakan versi desain ulang dari produk yang sudah ada, sementara lensa profesional seri L dengan ciri khas cincin merah hampir dapat dipastikan tidak akan mendapat sentuhan desain retro.
Menariknya, rencana tersebut sebenarnya sudah pernah disinggung oleh jajaran eksekutif Canon dalam ajang CP+ 2025. Saat itu, ketika ditanya tentang kemungkinan kamera retro yang terinspirasi dari AE-1, pihak manajemen mengisyaratkan bahwa Canon memang sedang mengembangkan produk terkait, bahkan secara langsung menyebut nama AE-1.
Eksekutif Canon, Manabu Kato, kala itu memberikan tanggapan yang cukup reflektif. Ia menyatakan bahwa dirinya senang mendengar banyak orang menyukai AE-1 karena ia sendiri juga menyukai kamera tersebut. Namun menurutnya, membuat kamera retro bukanlah perkara mudah. Desain bodi, lensa, serta aksesori harus dipikirkan secara menyeluruh. Canon juga sangat menaruh perhatian pada kenyamanan genggaman, tata letak dial, dan tombol. Jika bahasa desain lama diterapkan pada kamera digital masa kini, belum tentu kemudahan penggunaan yang menjadi standar modern masih bisa dipertahankan.
Sebagai catatan sejarah, Canon AE-1 merupakan salah satu kamera SLR film paling ikonik sepanjang masa. Dirilis pada April 1976, kamera ini menjadi kamera SLR produksi massal pertama di dunia yang dikendalikan oleh mikroprosesor. Mengusung dudukan lensa FD dan mendukung mode prioritas rana (Tv), AE-1 memungkinkan pengguna awam memperoleh hasil eksposur yang tepat tanpa harus menguasai teori fotografi secara mendalam. Di kalangan fotografer Tiongkok, AE-1 kerap disejajarkan dengan Nikon FM2, Olympus OM-1, dan Minolta X700 sebagai “empat kamera legendaris”.
Sebagai tambahan yang menarik, mantan karyawan Apple, Jim Reekes, pernah mengungkapkan bahwa suara rana kamera pada iPhone sejatinya terinspirasi dari kamera Canon. Ia menyebutkan bahwa suara tersebut direkam dari kamera AE-1 miliknya yang dibeli sejak masa SMA.
Switch 2 Terjual Lebih dari 3,5 Juta Unit dalam 4 Hari, Pecahkan Rekor Penjualan Nintendo
Nintendo Switch 2 mencatat peluncuran terbaik dalam sejarah perusahaan. Dalam empat hari sejak rilis, lebih dari 3,5 juta unit telah terjual, mengalahkan rekor Switch generasi pertama yang menjual 2,7 juta unit dalam sebulan. Analis memperkirakan penjualan akan terus meningkat jika Nintendo berhasil menambah produksi. Namun, kekurangan pasokan dan potensi kenaikan tarif menjadi tantangan nyata.
Rooney: Dalam Perebutan Gelar, 1 Poin Bisa Sangat Berharga
Laga panas pekan ke-5 Premier League mempertemukan Arsenal dan Manchester City berakhir imbang 1-1 d...
Jangan Tergiur Murah! Beberapa Makanan Paling “Kotor” di Pasar Tradisional Bisa Mengandung Formalin, Boraks, dan Pewarna Berbahaya
Pasar tradisional memang penuh warna dan aroma segar, tapi di balik tampilan menarik itu, ada bahaya...
Mundo Deportivo Tegaskan: Messi Tak Akan Dukung Siapa Pun dalam Pemilihan Presiden Barça!
Pada 1 November, media Spanyol ABC melaporkan bahwa Lionel Messi disebut-sebut akan terlibat dalam p...
10 Tahun Menikah, Hannah Quinlivan Akui Pernah “Hampir Tak Kuat” dan Ungkap Perasaan Sejujurnya
(Taipei, 14 Januari) — Istri dari superstar Mandopop 周杰倫, 昆凌, baru-baru ini menerima kerja sama seba...
Chery Luncurkan Pickup Listrik Pertama: Welyin R08 EV, Mulai dari ¥127.800
Pada 27 Januari, Chery meluncurkan pickup listrik pertamanya, Welyin R08 EV, tersedia dalam enam var...
[Indonesia Masters] Bangkit menang tiga gim atas pasangan Denmark, Jie-Wei raih gelar pertama tahun ini
(Jakarta, 25) Final Indonesia Masters (Super 500) sektor ganda campuran digelar hari ini. Pasangan M...
Laba bersih kuartal IV tahun lalu turun 10%, kinerja DBS di bawah ekspektasi
(Singapura, 9) DBS Group, bank terbesar di Singapura dan Asia Tenggara, melaporkan laba bersih kuart...
Pelatih Portugal: Cristiano Ronaldo Berubah! Tak Lagi Terobsesi 1000 Gol, Kini Lebih Fokus Assist untuk Rekan
Pelatih tim nasional Portugal, Roberto Martínez, berbicara dalam podcast The Overl...
Laga krusial pukul 14.00! Timnas China menghadapi Kamerun, dengan Shao Jiayi menjalani ujian besar sebagai pelatih. Absennya “pemain 80 juta” juga menambah ketidakpastian dalam pertandingan ini.
(Melbourne, 31 Maret) Timnas China menghadapi Kamerun dalam laga persahabatan yang menjadi ujian pen...
Seberapa penting seorang selebritas wanita punya karya? Lihat saja tujuh “kakak” dari Sisters Who Make Waves 2026 ini sudah cukup menjelaskan
Ride the Wind 2026 (Sisters Season 7) langsung meledak sejak tayang. Format baru (live, bukan rekama...