2026年9月10日

Xiaomi China Memulai Restrukturisasi Besar-Besaran, Siap Menanggung Kerugian Sekitar ¥27,26 Juta

Pada 9 Desember 2025, Jiemian News melaporkan bahwa Xiaomi China telah memulai serangkaian penyesuai...

Pada 9 Desember 2025, Jiemian News melaporkan bahwa Xiaomi China telah memulai serangkaian penyesuaian besar-besaran dalam struktur SDM dan jaringan kanal penjualan. Langkah strategis ini mencakup lini bisnis utama seperti smartphone, kendaraan pintar, dan perangkat rumah tangga besar. Tujuannya jelas: meredakan tekanan kinerja yang terus meningkat dan mendorong transformasi dari ekspansi berbasis volume menuju pertumbuhan yang lebih berfokus pada kualitas.

Dalam aspek organisasi, Wang Xiaoyan—Wakil Presiden Senior Xiaomi Group sekaligus Presiden Xiaomi China—secara langsung mengambil alih posisi General Manager Divisi Operasi & Penjualan I, memperkuat kendali terhadap bisnis inti. Pada saat yang sama, Guo Jinbao, yang sebelumnya memimpin cabang Jiangsu, dipromosikan menjadi General Manager Divisi Operasi & Penjualan II sambil tetap mempertahankan jabatan lamanya. Zhang Jian, mantan General Manager Divisi Penjualan & Layanan Otomotif, kini ditugaskan memimpin Divisi Ritel Baru, sementara Xia Zhiguo mengambil alih posisi sebagai General Manager divisi otomotif tersebut. He Junling juga ditunjuk sebagai General Manager wilayah Gansu–Qinghai–Ningxia. Semua pemimpin baru ini akan melapor langsung kepada Wang Xiaoyan. Sementara itu, Sun Hao dan Liu Yaoping yang sebelumnya memimpin Divisi Operasi & Penjualan I dan II telah dipindahkan dari posisi sebelumnya.

Pada sisi optimasi kanal, Xiaomi menegaskan bahwa fokus utama pengembangan pada 2026 adalah “peningkatan kualitas”. Perusahaan akan menutup sejumlah besar toko lama yang tidak efisien dan merugi, khususnya yang dibuka sebelum 1 Januari 2025. Penyesuaian ini diperkirakan mencakup lebih dari 1.000 gerai di seluruh Tiongkok. Untuk toko-toko dengan kinerja penjualan baik namun tetap mencatat kerugian tinggi, serta toko baru yang dibuka pada 2025 namun sulit mencapai titik impas, Xiaomi akan menerapkan pendekatan fleksibel berbasis “satu toko, satu kebijakan”. Dalam proses ini, Xiaomi siap menanggung kerugian satu kali sekitar 27,26 juta yuan, sekaligus membantu para distributor mengurangi kerugian tahunan lebih dari 72,46 juta yuan. Selain itu, struktur SDM di toko otomotif juga akan dipangkas dari format “1+2+11” menjadi lebih ringkas, yaitu “1+1+5”, dan ekspansi ritel baru akan diperlambat untuk menjaga efisiensi.

Menurut sumber internal, penyesuaian skala besar ini dipicu oleh tekanan kinerja yang semakin berat di pasar domestik. Lingkungan eksternal yang menantang membuat pertumbuhan pesanan untuk smartphone, kendaraan pintar, dan perangkat rumah tangga besar melambat, bahkan menimbulkan tekanan stok pada beberapa kategori. Hingga berita ini diterbitkan, Xiaomi belum memberikan tanggapan resmi mengenai langkah restrukturisasi tersebut.

接著讀