2026年9月10日

Akuisisi Sunway atas Ipoh Engineering—mengapa EPF justru menjadi sorotan?

(Kuala Lumpur, 13 Januari)Rencana akuisisi penuh IJM Corporation oleh Sunway Group senilai sekitar R...

(Kuala Lumpur, 13 Januari)
Rencana akuisisi penuh IJM Corporation oleh Sunway Group senilai sekitar RM110 miliar diperkirakan akan sangat bergantung pada sikap Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (EPF) dan Kumpulan Wang Persaraan (KWAP), yang merupakan pemegang saham utama IJM.

Setelah Sunway mengumumkan penawaran pengambilalihan penuh, IJM dijadwalkan menggelar rapat umum luar biasa (RULB) untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham. Dukungan EPF dan KWAP dipandang krusial dalam menentukan keberhasilan transaksi berskala besar ini.

Berdasarkan laporan tahunan IJM tahun buku 2025 (berakhir 30 Juni 2024), 30 pemegang saham terbesarnya seluruhnya merupakan investor institusi, dengan kepemilikan gabungan mencapai 60,14%.

Sikap investor institusi menjadi sorotan

Data kepemilikan saham terbaru menunjukkan EPF memegang 645,01 juta saham IJM atau setara 18,40%, sementara KWAP memiliki 337,90 juta saham atau 9,64%. Secara total, kedua lembaga investasi milik negara tersebut menguasai lebih dari 28% saham IJM.

Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan para pemegang saham minoritas dan investor institusi lainnya akan mengikuti arah keputusan EPF dan KWAP dalam pemungutan suara pada RULB mendatang.

Jika kedua lembaga tersebut tidak memberikan persetujuan, Sunway berpotensi menghadapi kesulitan besar untuk melampaui ambang batas akuisisi 50% ditambah satu saham, sekaligus mewujudkan rencana privatisasi IJM.

Struktur transaksi dan dampak skala

Pada 12 Januari, Sunway mengajukan penawaran akuisisi bersyarat kepada IJM melalui skema penerbitan saham baru dan pembayaran tunai, dengan nilai transaksi sekitar RM110 miliar.

Dalam penawaran tersebut, setiap saham IJM dihargai RM3,15, di mana 90% dibayarkan dalam bentuk saham baru Sunway dan 10% sisanya dalam bentuk tunai. Artinya, pemegang 1.000 saham IJM akan menerima 501 saham Sunway serta RM315 tunai.

Jika transaksi ini berhasil diselesaikan, grup hasil penggabungan diperkirakan memiliki kapitalisasi pasar sekitar RM48 miliar, menjadikannya perusahaan tercatat terbesar ke-8 di Bursa Malaysia.

Selain itu, cadangan lahan gabungan akan meningkat menjadi 5.685 ekar dengan nilai pengembangan kotor mencapai RM118,1 miliar, sementara nilai proyek konstruksi yang belum diselesaikan akan naik menjadi sekitar RM13 miliar, menjadikannya perusahaan dengan buku pesanan konstruksi terbesar kedua di Malaysia.

接著讀