2026年9月10日

Shenhua Tancap Gas! Kontrak “Super” 3 Tahun Amankan Mesin Gol 23 Gol—Lima Kekuatan Shanghai, Beijing, Shandong & Yunnan Siap Berebut Gelar, Chengdu Rongcheng Berjuang Hindari Degradasi

Shanghai Shenhua kembali harus menelan kekecewaan setelah dua musim beruntun nyaris meraih gelar Lig...

Shanghai Shenhua kembali harus menelan kekecewaan setelah dua musim beruntun nyaris meraih gelar Liga Super Tiongkok (CSL). Rasa tidak puas itu wajar, karena sepanjang musim ini masih terlihat sejumlah kekurangan: kedalaman skuad yang tipis membuat tim sering “mengandalkan satu paket” pemain inti, pergantian pemain dan respons taktik di pertandingan kerap terlambat, lini depan kurang tajam saat mendapat peluang, sementara posisi penjaga gawang juga belum cukup meyakinkan di momen krusial. Bahkan muncul komentar dari luar bahwa “kalau Chen Wei ada di tim biru, gelar sudah didapat”—memang terdengar berlebihan, tetapi tetap menyorot satu masalah: baik Bao Yaxiong maupun Xue Qinghao dianggap belum benar-benar cocok untuk tim dengan target juara.

Di tengah situasi itu, Luis dikabarkan sulit dipertahankan. Shenhua pun menunjukkan keseriusan penuh untuk berburu trofi: klub menyiapkan kontrak besar berdurasi tiga tahun untuk mengamankan sosok penyerang yang musim ini mencetak 23 gol dari 44 laga. Pada 16 Desember, media Brasil GE melaporkan bahwa penyerang pinjaman Bahia, Rafael Ratão, akan bergabung dengan Shanghai Shenhua. Nilai transfernya disebut mencapai 2 juta euro (sekitar R$12,7 juta), dan Shenhua dikabarkan telah menawarkan kontrak tiga tahun—dengan proses penandatanganan yang tinggal selangkah lagi.

Rafael Ratão, 30 tahun, dipinjamkan Bahia ke Cerezo Osaka pada awal tahun ini. Bersama klub Jepang tersebut, ia tampil dalam 44 pertandingan dan menorehkan 23 gol plus 4 assist—angka yang langsung mencuri perhatian. Meski ada sebagian suporter yang menilai ia kadang tampil “aneh” atau tidak konsisten dalam beberapa momen, data kontribusinya tetap solid. Jika melihat perjalanan kariernya, Ratão adalah tipe striker pengembara yang terbiasa berpindah klub dan mencari pembuktian di berbagai tempat—seorang “pekerja keras” yang hidup dari produktivitas.

Sementara itu, Shenhua telah memulai masa libur selama lebih dari tiga pekan. Sesuai rencana, tim akan kembali berkumpul setelah Tahun Baru 2026. Pada 9–27 Januari, Shenhua akan menggelar pemusatan latihan musim dingin sekitar tiga minggu di Haikou, dan kemungkinan ada pemain baru yang ikut bergabung dalam rombongan. Setelah itu, tim akan melanjutkan program latihan di luar negeri selama 20 hari. Fokusnya bukan sekadar latihan fisik, tetapi juga menjadwalkan uji coba berkualitas tinggi agar “latihan lewat pertandingan” bisa mempercepat peningkatan kondisi dan ketajaman bermain.

Target Shenhua musim depan tidak berubah: kembali menantang gelar CSL. Namun, peta persaingan perebutan juara diperkirakan akan ikut berubah. Shanghai Port dan Beijing Guoan masih akan menjadi kandidat kuat. Shandong Taishan juga berpeluang bangkit setelah akhirnya menyelesaikan urusan kontrak dengan tim pelatih Choi Kang-hee; mereka diprediksi akan menyusun ulang kekuatan, dengan peluang Han Peng melanjutkan kepemimpinan tim, dan kembali masuk jalur perebutan gelar. Di sisi lain, Yunnan Yukun bergerak agresif di bursa transfer musim dingin—dan tidak menutup kemungkinan mereka menjadi penantang serius musim depan.

Yukun sendiri finis di posisi kedelapan musim ini. Mereka mengganti pelatih menjadi Jordi Vinyals (mantan pelatih Zhejiang), aktif membidik pemain asing seperti Kleber dan Kaio, serta berencana mengganti Henrique dan Nene. Di sektor domestik, mereka juga disebut menjajaki nama-nama berpengalaman seperti Deng Hanwen, Wei Shihao, Xu Xin, dan Huang Zichang. Meski belum tentu semuanya datang, langkah-langkah ini sudah cukup menunjukkan ambisi besar klub.

Sebaliknya, situasi Chengdu Rongcheng terlihat kurang ideal. Perpanjangan kontrak Seo Jung-won masih tertunda, dan jika beberapa pilar utama benar-benar hengkang, peluang Chengdu untuk tetap berada dalam kelompok kandidat juara musim depan akan mengecil—bahkan bisa memaksa mereka bergeser ke target yang lebih realistis.

接著讀

Switch 2 Terjual Lebih dari 3,5 Juta Unit dalam 4 Hari, Pecahkan Rekor Penjualan Nintendo

Nintendo Switch 2 mencatat peluncuran terbaik dalam sejarah perusahaan. Dalam empat hari sejak rilis, lebih dari 3,5 juta unit telah terjual, mengalahkan rekor Switch generasi pertama yang menjual 2,7 juta unit dalam sebulan. Analis memperkirakan penjualan akan terus meningkat jika Nintendo berhasil menambah produksi. Namun, kekurangan pasokan dan potensi kenaikan tarif menjadi tantangan nyata.

456 天前