2026年9月10日

Zhong Shengzhong dan Zhong Xiaoyu tampil konser di Genting, mengenang mendiang ayah mereka hingga terbata-bata menahan tangis.

(Genting, 15 Januari) Penyanyi Zhong Shengzhong kembali tampil di Arena of Stars, Genting, untuk kee...

(Genting, 15 Januari) Penyanyi Zhong Shengzhong kembali tampil di Arena of Stars, Genting, untuk keempat kalinya—membuatnya semakin dikenal sebagai “langganan” konser di sana karena hampir setiap tahun bertemu para penggemar di panggung yang sama. Konser kali ini bukan hanya pesta musik, tetapi juga terasa seperti pertemuan keluarga yang penuh haru dan kehangatan.

Deretan tamu undangan pun meriah, termasuk Zhong Xiaoyu, Benny (Zhong Xuhui), dan Wawa. Empat anggota keluarga Zhong tampil bersama di panggung, menghadirkan pertunjukan yang memadukan nyanyian, tarian, tawa, sekaligus momen emosional.

Dalam konser tersebut, Zhong membawakan lagu klasik Rong Shu Xia dan lagu Hokkien populer Ai Pia Cai Hui Ying. Ia mengungkapkan bahwa kedua lagu itu merupakan favorit mendiang ayahnya. Dengan nada haru, Zhong bercerita bahwa dua tahun lalu, saat ia bernyanyi di panggung yang sama, ayahnya masih duduk di penonton memberi dukungan. Kini ia kembali tampil, tetapi sosok itu sudah tidak ada. Ia pun mengajak semua orang untuk menghargai keluarga, pasangan, dan sahabat, karena hidup tidak selalu dapat diprediksi dan momen saat ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Setelah itu, Zhong Xiaoyu menyanyikan Hai Kuo Tian Kong sebagai persembahan untuk ayahnya yang ia yakini menjaga dari atas. Ia sempat tak mampu menahan emosi hingga menangis di atas panggung, dan penonton membalas dengan tepuk tangan panjang sebagai dukungan.

Konser tetap menghadirkan suasana meriah khas perayaan Tahun Baru. Zhong Shengzhong dan Zhong Xiaoyu membawakan beberapa lagu Tahun Baru Imlek, termasuk Mei Hao Xin Nian yang ditulis dan diciptakan sendiri oleh Zhong, dan disebut telah melampaui 21 juta penayangan. Konser ditutup dengan lagu populer Xin Nian Hao Ma, membuat suasana kembali memuncak. Usai lagu terakhir, penonton masih terus berteriak meminta encore, sementara tepuk tangan dan sorakan terdengar lama—menjadi penutup yang sempurna untuk malam tersebut.

接著讀