Fast Technology melaporkan pada 16 Desember bahwa pasar perangkat keras PC saat ini tengah diliputi ketidakpastian akibat kenaikan harga, sehingga banyak konsumen terdorong melakukan pembelian secara panik.
Namun, Edward Crisler, Manajer Humas Sapphire, justru mengajak para gamer untuk menahan diri dan tidak ikut-ikutan arus. Dalam wawancaranya dengan Hardware Unboxed, Crisler secara terbuka mengingatkan bahwa keputusan belanja yang lahir dari rasa cemas jarang berujung pada pilihan yang tepat.
Crisler membandingkan situasi DRAM saat ini dengan “isu tarif” yang sempat ramai di awal tahun. Menurutnya, pemicu utama panic buying bukanlah tarif itu sendiri, melainkan ketidakpastian yang mengelilinginya—dan pola yang sama sedang terjadi pada pasar memori sekarang.
Ia menilai tidak ada alasan untuk panik, karena kondisi pasar diperkirakan akan mulai stabil dalam 6 hingga 8 bulan ke depan. “Di pasar ada banyak ketidakpastian… dan ketidakpastian itu bisa merugikan gamer dalam enam bulan ke depan. Tapi saya percaya, benar-benar percaya, dalam 6–8 bulan pasar akan mulai stabil,” ujarnya.
Pernyataan ini terasa langka, mengingat Crisler berasal dari perusahaan produsen kartu grafis. Alih-alih mendorong orang untuk segera upgrade, ia menekankan agar para gamer tidak membuat keputusan pembelian karena ketakutan.
“Kita harus berhenti panik… jangan membeli hanya karena merasa harus membeli. Simpan uangmu. Santai. Mainkan beberapa game. Nikmati sistem yang kamu miliki sekarang,” tambahnya.
Crisler juga menilai komunitas gamer adalah salah satu kelompok yang paling adaptif di dunia—mereka pernah melewati masa kacau ketika boom penambangan kripto membuat harga GPU melambung dan stok langka.
Di akhir, ia mengingatkan agar gamer tidak menghamburkan uang hanya demi mengejar label “CPU gaming terbaik” atau “GPU gaming terbaik” setiap generasi. Yang ia dorong adalah “upgrade yang benar-benar berarti”, bukan kebiasaan mengganti perangkat keras hampir setiap satu atau dua tahun hanya untuk mengejar spesifikasi.



