2026年9月10日

Terbaru! Chen Zhen Ungkap Penyebab Kecelakaan: Terlalu Percaya pada Fitur Mengemudi Otomatis

Sudah setengah bulan berlalu sejak insiden yang melibatkan influencer otomotif ternama, Chen Zhen, s...

Sudah setengah bulan berlalu sejak insiden yang melibatkan influencer otomotif ternama, Chen Zhen, saat Rolls-Royce Spectre yang dikemudikannya bertabrakan dengan mobil BYD dari arah berlawanan.

Kabar terbaru datang pada 18 Oktober, ketika Chen Zhen menerima wawancara eksklusif dengan Legal Daily dan untuk pertama kalinya mengungkap secara detail kronologi kecelakaan sekaligus penyebab utamanya.

Menurut penjelasan Chen, pada saat kejadian ia mengaktifkan fitur bantuan mengemudi (assisted driving) dan melaju dengan kecepatan sekitar 50–60 km/jam mengikuti kendaraan di depannya. Namun, ketika ia sempat menunduk untuk mengambil sesuatu, mobil di depan tiba-tiba berpindah jalur. Dalam sepersekian detik, Rolls-Royce yang dikemudikannya justru secara otomatis menambah kecepatan hingga 80 km/jam, menerobos lampu merah, dan masuk ke jalur berlawanan sebelum menabrak kendaraan dari arah depan. Data menunjukkan bahwa fitur bantuan mengemudi masih aktif saat tabrakan terjadi, sementara perlambatan sesaat sebelum benturan diyakini hanya akibat getaran dari tabrakan itu sendiri.

Chen mengakui bahwa ia tidak pernah benar-benar membaca buku panduan kendaraan dan tidak memahami batas kemampuan sistem canggih pada mobil impor yang jarang digunakannya itu. Ia menambahkan, mobil-mobil produksi dalam negeri yang biasa digunakannya memiliki sistem bantuan mengemudi yang lebih stabil serta menyertakan catatan perjalanan lengkap yang membantu dalam merekonstruksi kejadian. Menurutnya, jika ia saat itu mengendarai mobil buatan lokal, kecelakaan semacam ini kemungkinan besar tidak akan terjadi.

Pernyataan Chen menyoroti masalah yang semakin umum di dunia otomotif modern — banyak pengemudi terlalu percaya pada fitur bantuan mengemudi, sementara pabrikan mobil belum sepenuhnya memberikan edukasi dan peringatan yang memadai mengenai batas kemampuannya.

Chen juga mengungkap bahwa mobil Rolls-Royce yang terlibat dalam kecelakaan tersebut kini telah dijual, dan ia menegaskan tidak berencana membeli kendaraan merek tersebut lagi di masa depan.

Jika menelusuri ke belakang, insiden ini pertama kali menjadi viral pada 3 Oktober setelah foto-foto kecelakaan tersebar luas di internet, mengungkap bahwa pengemudinya adalah Chen Zhen.

Sehari kemudian, otoritas lalu lintas Beijing merilis laporan awal yang menyimpulkan bahwa Chen sepenuhnya bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut. Ia pun segera mengakui tanggung jawabnya, menyampaikan permintaan maaf kepada pihak lawan, dan berjanji akan bekerja sama sepenuhnya dengan tim hukum kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat.

Beberapa hari setelah kejadian, keluarga pengemudi BYD sempat menulis di media sosial bahwa korban mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuh. Chen kemudian menegaskan kesiapannya untuk menanggung seluruh biaya ganti rugi. Namun tak lama setelah itu, unggahan tersebut dihapus, dan akun keluarga korban juga dinonaktifkan — membuat kasus ini semakin misterius dan penuh tanda tanya.

Hingga kini, beberapa hal masih menyisakan kontroversi.

Pertama, laporan EDR (Event Data Recorder) dari kendaraan belum dipublikasikan, dan pihak Rolls-Royce belum memberikan tanggapan resmi mengenai jangkauan kemampuan sistem bantuan mengemudi pada model Spectre. Masih belum jelas apakah pernyataan Chen sesuai dengan fakta teknis, serta apakah hasil penyelidikan yang menetapkannya sebagai pihak yang sepenuhnya bersalah akan mengalami revisi.

Kedua, hilangnya akun keluarga korban menimbulkan spekulasi baru — apakah telah terjadi kesepakatan damai antara kedua pihak? Bagaimana kondisi korban saat ini? Dan berapa besaran kompensasi yang telah disepakati, jika memang ada? Hingga kini, semua detail tersebut masih belum diungkap ke publik.

Ketiga, pengakuan Chen bahwa ia kurang memahami sistem bantuan mengemudi mencerminkan masalah yang lebih luas di industri otomotif — banyak pengemudi belum benar-benar memahami bagaimana sistem semacam ini bekerja, sehingga potensi kesalahpahaman fatal pun meningkat.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi semua pengendara. Sebelum menggunakan fitur bantuan mengemudi, pastikan membaca dan memahami buku panduan dengan saksama serta mengetahui batas kemampuan sistem tersebut. Setelah fitur diaktifkan, pengemudi tetap tidak boleh lengah sedikit pun.

Sementara itu, bagi produsen mobil, memperkuat edukasi dan pelatihan bagi pengguna baru serta memberikan peringatan risiko yang jelas merupakan tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan. Karena secerdas apa pun sebuah sistem, ia tetap tidak akan pernah bisa menggantikan fokus dan kewaspadaan manusia.

Bagaimana pendapatmu tentang peringatan Chen Zhen agar tidak terlalu bergantung pada fitur bantuan mengemudi? Bagikan pandanganmu di kolom komentar — mari kita bahas bersama.

接著讀