2026年9月10日

Joker Xue membagikan foto kondisi kulit kepala dengan kebotakan bercak dan lepuhan, sambil berseloroh, “Kepala terasa sangat gatal, tapi saya tahan seminggu tanpa keramas.”

Sebuah pengakuan yang tampak santai justru membuka sisi menyakitkan di balik penampilan panggung yan...

Sebuah pengakuan yang tampak santai justru membuka sisi menyakitkan di balik penampilan panggung yang sempurna. Pada 9 April, Joker Xue mengungkap di media sosial bahwa ia sedang mengalami “kulit kepala yang sangat gatal” akibat proses bleaching dan pewarnaan berulang—yang menyebabkan kerusakan serius, rambut patah, kebotakan sebagian, hingga lepuhan.

Demi menampilkan gaya rambut putih sesuai konsep konser “Raja Segala Makhluk”, ia menahan rasa tidak nyaman selama seminggu penuh tanpa mencuci rambut, hanya mengandalkan styling profesional untuk menutupi kerusakan tersebut. Meski demikian, ia justru menanggapinya dengan santai: “Setelah ditata, tidak kelihatan—lucu, kan?”

Namun, detail seperti “rambut patah” dan “kepala penuh luka dan lepuhan” langsung membuat penggemar khawatir. Kolom komentar dipenuhi seruan: “Jangan bleaching lagi!” Meski penggemar memahami dedikasinya terhadap kesempurnaan panggung, bahkan membandingkannya seperti mempersiapkan diri untuk momen penting, banyak yang lebih menekankan: jangan mengorbankan kesehatan demi penampilan.

Sebagian besar berpendapat bahwa yang terpenting adalah kualitas musik dan karismanya di atas panggung. “Rambut hitam alami atau memakai wig tetap terlihat bagus,” ujar mereka, menegaskan bahwa kesehatan jauh lebih penting.

Ini bukan pertama kalinya ia menunjukkan prinsip “penonton diutamakan”. Dalam konser sebelumnya di Guangzhou yang terganggu hujan deras, ia bahkan mengganti rugi penonton dengan biaya pribadi. Namun, kejadian kali ini juga memunculkan pertanyaan: ketika profesionalisme berbenturan dengan kesehatan, apakah pengorbanan seperti ini layak dipuji tanpa batas?

Kasus ini menjadi pengingat penting—baik bagi figur publik maupun masyarakat umum. Penampilan memang penting, tetapi tidak seharusnya dibayar dengan kesehatan. Profesionalisme sejati juga berarti memahami batas diri dan menjaga kondisi tubuh.

Panggung bisa bersinar, tetapi hidup jauh lebih panjang. Menjaga diri adalah kunci agar semua pencapaian bisa terus berlanjut.

接著讀