2026年9月10日

Breaking: FAW Resmi Masuk sebagai Pemegang Saham Leapmotor—Investasi Rp37,4 Miliar untuk Mengamankan 5% Kepemilikan

Total dana yang dihimpun mencapai sekitar RMB 37,4 miliar. FAW Equity mengambil langkah strategis de...

Total dana yang dihimpun mencapai sekitar RMB 37,4 miliar. FAW Equity mengambil langkah strategis dengan melakukan penjatahan saham (subscription) hampir 75 juta saham Leapmotor.

CheDongXi (29 Desember) — Leapmotor baru saja merilis pengumuman di Bursa Efek Hong Kong (HKEX). Dalam pengumuman tersebut, perusahaan mengonfirmasi telah menandatangani perjanjian subscription saham domestik (domestic shares) dengan FAW Equity. Melalui kesepakatan ini, Leapmotor akan menerbitkan sekitar 74,83 juta saham domestik kepada FAW Equity, dengan harga subscription RMB 50,03 per saham.

Leapmotor menjelaskan bahwa aksi subscription ini diperkirakan akan menghasilkan total dana bruto sebesar RMB 37,44 miliar. Perusahaan juga memaparkan rencana penggunaan dana tersebut: sekitar 50% (RMB 18,72 miliar) akan dialokasikan untuk riset dan pengembangan (R&D); sekitar 25% (RMB 9,36 miliar) untuk menambah modal kerja serta kebutuhan korporasi umum; dan 25% sisanya (RMB 9,36 miliar) untuk memperluas jaringan penjualan dan layanan sekaligus memperkuat awareness merek.

Terkait masuknya FAW sebagai pemegang saham, sejumlah laporan mengutip respons pertama dari pendiri, ketua, sekaligus CEO Leapmotor, Zhu Jiangming. Ia menegaskan Leapmotor akan tetap menjaga kontrol pemegang kendali (actual controller), dan struktur pengendalian tersebut tidak akan berubah. Dengan hadirnya pemegang saham besar yang memberikan dukungan, ditambah kolaborasi di level strategi dan produk, Zhu menilai stabilitas perusahaan akan semakin kuat.

Wakil Presiden Leapmotor Technology, Li Tengfei, turut menambahkan bahwa baik kerja sama dengan Stellantis maupun dengan FAW, seluruh perjanjian investasi telah menetapkan proporsi kepemilikan saham secara jelas untuk memastikan tim manajemen tetap memegang kendali.

Setelah proses subscription rampung, FAW Equity akan memegang sekitar 5% saham Leapmotor.

Pada 24 Desember 2025, harga penutupan saham Leapmotor di Hong Kong berada di HKD 49,94 (sekitar RMB 45,02). Hingga artikel ini ditulis, saham Leapmotor berada di HKD 51,90 (sekitar RMB 46,79).

Sebelumnya, dalam acara perayaan 10 tahun merek Leapmotor, Zhu Jiangming menyampaikan ambisi perusahaan untuk “melepas label” sebagai produsen mobil baru. Dalam 10 tahun ke depan, Leapmotor akan berfokus mengangkat positioning merek dan menargetkan penjualan tahunan hingga 4 juta unit.

Dalam konteks ini, investasi FAW memberikan Leapmotor dukungan strategis yang penting sekaligus “vote of confidence” untuk eksekusi jangka pendek dan pertumbuhan jangka panjang.

01. FAW dan Leapmotor Resmi Perdalam Kolaborasi, Berbagi Sumber Daya Unggulan

Hari ini, Leapmotor dan China FAW sama-sama mengumumkan bahwa kedua pihak menggelar seremoni penandatanganan di Hangzhou. Tujuannya adalah memperkuat sinergi strategis, berbagi sumber daya unggulan, dan terus memperdalam kerja sama.

Anak usaha milik penuh China FAW, FAW Equity Investment (Tianjin) Co., Ltd. (disebut “FAW Equity”), serta FAW Qixin Power (Changchun) Technology Co., Ltd. (disebut “Qixin Power”), masing-masing menandatangani perjanjian investasi dan perjanjian kerja sama dengan Leapmotor.

Seremoni ini dihadiri oleh Wakil Sekretaris Komite Partai Kota Hangzhou sekaligus Wali Kota Hangzhou, Yao Gaoyuan; Wakil Sekretaris Komite Partai China FAW sekaligus General Manager, Liu Yigong; serta Zhu Jiangming yang turut menyaksikan penandatanganan.

Dalam pernyataan bersama, kedua pihak menekankan bahwa kemitraan ini berangkat dari kepercayaan strategis jangka panjang dan saling melengkapi dari sisi teknologi.

Ke depan, kerja sama ini akan dijadikan titik awal baru untuk memaksimalkan keunggulan masing-masing—memperdalam kolaborasi pada pengembangan bersama NEV yang cerdas dan terkoneksi, produksi terkoordinasi, hingga ekspansi global. Targetnya adalah mempercepat model kolaborasi baru di industri otomotif, mendorong perkembangan berkualitas tinggi industri otomotif Tiongkok, serta membantu transformasi dari “negara besar otomotif” menuju “kekuatan otomotif”.

02. Model Kerja Sama untuk Pasar Luar Negeri Sudah Terbentuk, Produksi Massal Ditargetkan Semester II Tahun Depan

Di tengah kompetisi elektrifikasi dan teknologi kendaraan pintar yang semakin ketat, China FAW dan Leapmotor sebelumnya telah menandatangani Strategic Cooperation Memorandum of Understanding pada 3 Maret 2025. Tujuannya untuk memperkuat integrasi teknologi, mengonsolidasikan sumber daya, meningkatkan daya saing produk, serta menghadapi tantangan pasar melalui pemberdayaan dua arah.

Untuk memperdalam koordinasi strategis, kedua pihak kini memperluas kerja sama di bidang modal dan sistem powertrain.

Berdasarkan kesepakatan, FAW Equity akan masuk sebagai pemegang saham strategis Leapmotor melalui penerbitan saham domestik tambahan, mendorong sinergi dua grup otomotif melalui integrasi kapital. Sementara itu, Qixin Power akan berbagi sumber daya dengan Leapmotor untuk mendorong pengembangan bersama serta kolaborasi produksi powertrain seperti plug-in hybrid dan range-extender.

Pada akhir November lalu, dalam panggilan kinerja kuartal III 2025 Leapmotor, Li Tengfei memberikan pembaruan soal progres proyek kerja sama FAW–Leapmotor.

Li menyampaikan proyek pertama untuk model luar negeri sudah “mendarat”, dengan rencana produksi massal dan peluncuran penjualan ke luar negeri pada semester II tahun depan. Ia juga menegaskan kerja sama di area lain berjalan sesuai rencana.

Li menambahkan, baik di Tiongkok maupun pasar global, Leapmotor masih memiliki ruang untuk belajar dari produsen otomotif tradisional seperti FAW—khususnya dalam kualitas dan pengelolaan rantai pasok—yang menjadi area dengan peluang kolaborasi lebih dalam.

03. Penutup: Investasi FAW Membawa Peluang Lebih Besar—Sekaligus Ujian Lebih Berat

Secara keseluruhan, masuknya FAW memberi Leapmotor sumber daya strategis yang signifikan dan ruang buffer operasional pada fase krusial—ketika perusahaan bergerak dari “pendatang baru” menuju produsen NEV yang lebih matang.

Namun, ini bukan jaminan kesuksesan.

Persaingan ketat di pasar yang semakin padat, target penjualan yang sangat ambisius, tantangan nyata dalam peningkatan merek, serta biaya “gesekan” yang umum terjadi dalam kolaborasi lintas perusahaan—semuanya tetap menjadi ujian yang harus dihadapi.

Kerja sama ini lebih tepat dilihat sebagai dorongan strategis penting, yang memberi Leapmotor lebih banyak “amunisi” untuk persaingan ke depan. Pada akhirnya, menang atau tidaknya Leapmotor tetap bergantung pada daya saing menyeluruhnya—mulai dari produk, teknologi, operasi, hingga pembangunan merek.

接著讀