2026年9月10日

Gelombang AI Mencapai Puncak Baru Samsung Electronics Menopang Reli Pasar Bull Korea Selatan

(Seoul, 9) Saham Korea Selatan menguat tajam pada perdagangan pagi Jumat (9), dengan Samsung Electro...

(Seoul, 9) Saham Korea Selatan menguat tajam pada perdagangan pagi Jumat (9), dengan Samsung Electronics menjadi kontributor terbesar. Didukung oleh ekspansi kecerdasan buatan (AI) dan permintaan kapasitas server yang terus meningkat, pasar global mulai menunjukkan tanda-tanda “kelangkaan memori”. Industri penyimpanan pun dinilai memasuki fase super cycle, sehingga prospek laba perusahaan-perusahaan terkait ikut terdongkrak.

Dalam laporannya, Citibank menyebut daya tawar harga (pricing power) para pemasok memori telah mencapai titik tertinggi dalam sejarah, sekaligus memperingatkan potensi kekurangan pasokan chip memori yang serius tahun ini. Citi memperkirakan harga jual rata-rata (ASP) untuk DRAM dan SSD kelas enterprise akan melonjak secara tahunan masing-masing sebesar 144% dan 87%.

Berdasarkan asumsi tersebut, Citi mengestimasi Samsung Electronics — produsen chip memori terbesar di dunia — berpeluang membukukan kenaikan laba operasional tahunan lebih dari 2,5 kali lipat.

Samsung Electronics pada Kamis (8) merilis panduan kinerja terbaru. Data awal menunjukkan proyeksi laba kuartal IV tahun lalu diperkirakan naik 2,08 kali secara tahunan menjadi 20 triliun won (sekitar RM55,8 miliar), melampaui rekor sebelumnya 17,6 triliun won (sekitar RM49,0 miliar) yang tercatat pada kuartal III 2018. Jika proyeksi Citi terbukti, kinerja kuartalan Samsung tahun ini diperkirakan masih berpeluang mencetak rekor baru.

Sentimen tersebut mendorong harga saham Samsung sempat menyentuh 144.500 won, naik hampir 1,9 kali dibanding titik terendah pada November 2024, sekaligus menjadi penggerak utama penguatan indeks saham Korea.

接著讀