Resmi Masuk 10 Besar Asia! Peluang Yang Hansen Lampaui Bateer Kian Terbuka, Tak Perlu Dibebani Standar Yao Ming
Saat Yang Hansen dengan tenang mencetak 4 poin dalam laga melawan Grizzlies, total poin sepanjang ka...
Saat Yang Hansen dengan tenang mencetak 4 poin dalam laga melawan Grizzlies, total poin sepanjang karier NBA-nya pun meningkat menjadi 34 angka. Pencapaian ini secara resmi mengantarkannya masuk ke dalam 10 besar daftar pencetak poin terbanyak pemain Asia di NBA, tepat di bawah bintang muda Jepang, Yuki Kawamura.
Yang lebih menjanjikan, jaraknya dengan posisi ketujuh yang ditempati legenda China, Mengke Bateer (156 poin), kini hanya tersisa 122 poin. Dengan sisa jadwal musim ini yang masih cukup panjang, peluang untuk melampaui rekor tersebut bukan lagi sekadar impian, melainkan target yang sangat realistis.
Daftar 10 Besar Perolehan Poin Pemain Asia di NBA Sepanjang Sejarah
- Yao Ming (China) – 9.247 poin – Pensiun
- Rui Hachimura (Jepang) – 4.609 poin – Aktif
- Yi Jianlian (China) – 2.148 poin – Pensiun
- Yuta Watanabe (Jepang) – 895 poin – Aktif
- Wang Zhizhi (China) – 604 poin – Pensiun
- Hamed Haddadi (Iran) – 339 poin – Pensiun
- Mengke Bateer (China) – 156 poin – Pensiun
- Ha Seung-Jin (Korea Selatan) – 70 poin – Pensiun
- Yuki Kawamura (Jepang) – 36 poin – Aktif
- Yang Hansen (China) – 34 poin – Aktif
Meski mencatatkan progres yang sangat menjanjikan, pemain muda berusia 20 tahun ini justru masih dibayangi kritik keras di dalam negeri. Banyak pihak tampaknya lupa bahwa dalam perspektif Asia secara keseluruhan, Yang Hansen sudah termasuk salah satu big man aktif paling potensial saat ini. Gelombang kritik tersebut sejatinya merupakan dampak dari tingginya ekspektasi akibat “efek Yao Ming”.
Sebagai ikon terbesar dalam sejarah bola basket Asia, Yao Ming merupakan pilihan nomor satu draft NBA yang pernah mencatat rata-rata puncak 25 poin dan 9,4 rebound per pertandingan. Standar luar biasa tersebut membuat banyak pemain China berikutnya tanpa sadar selalu diukur sebagai “Yao Ming berikutnya”. Namun, jalur karier Yang Hansen sangat berbeda. Ia belum masuk dalam rotasi utama tim, dengan menit bermain yang sering kali belum menembus 10 menit per laga. Meski begitu, efektivitas penampilannya tetap berada di atas rata-rata rookie dengan posisi draft yang setara.
Jika menilik peta persaingan Asia saat ini, di antara para pemain Asia yang masih aktif, hanya Rui Hachimura dan Yuta Watanabe yang memiliki total poin lebih tinggi dari Yang Hansen. Hachimura merupakan pick nomor sembilan di putaran pertama NBA Draft, sedangkan Watanabe menempuh jalan panjang dari G League sebelum akhirnya mapan di NBA. Yang Hansen, yang baru berusia 20 tahun, menjadi yang termuda di antara mereka, sekaligus memiliki keunggulan dalam kemampuan distribusi bola dan cakupan pertahanan yang luas—dua faktor yang membuatnya mulai mendapat kepercayaan dari tim pelatih.
Dengan sisa musim reguler yang masih berjalan, jika Yang Hansen mampu mendapatkan menit bermain yang stabil seperti laga sebelumnya, maka dengan efisiensi yang ia miliki saat ini, menutup musim dengan lebih dari 150 poin dan melampaui Bateer sangat mungkin terjadi. Lebih menarik lagi, pada musim depan, jika ia mampu menembus rotasi reguler, rata-rata 8–10 poin per pertandingan bukanlah target yang mustahil. Pada titik itu, peluang untuk menyalip Haddadi dan Wang Zhizhi, sekaligus masuk lima besar Asia sepanjang sejarah, benar-benar terbuka lebar.
Perjalanan dalam dunia basket tidak pernah instan. Bahkan Yao Ming pun membutuhkan masa adaptasi di musim perdananya. Kini, Yang Hansen sedang menapaki jalannya sendiri, perlahan namun pasti. Di tengah kondisi regenerasi yang menantang bagi basket Asia, setiap langkah kecilnya menjadi fondasi penting bagi kebangkitan kembali basket China di panggung NBA.
PM Thailand Paetongtarn Diskors oleh Mahkamah Konstitusi karena Rekaman Bocor, Krisis Politik Mengguncang
Pada 1 Juli 2025, Mahkamah Konstitusi Thailand secara resmi menerima petisi yang menuduh Perdana Men...
Satu Baris Kode yang Menghapus Hampir 2 Miliar Dolar dalam Sekejap
Satu Malam yang Mengguncang Dunia: Pasar Skin CS2 Ambruk, 2 Miliar Dolar Menguap dalam Sekejap Dalam...
Pertarungan Penentuan Nasib! Qingdao Hainiu vs Wuhan Three Towns: 5 Pemain Asing Hadapi 4, Saric dan Maiwulang Pimpin Skuad Utama
Pada pukul 15.30 waktu Beijing, 2 November, laga penuh tensi dari pekan ke-29 Liga Super China resmi...
Saat Makam Lebih Mahal dari Rumah: Warga Tiongkok Mulai Menolak Membeli
Selama ini, dalam bayangan banyak orang, industri pemakaman dan layanan duka adalah bisnis “anti bad...
Mengapa Perusahaan Teknologi Global Mengubah Organisasi—Dan Apa Artinya?
Industri teknologi global sedang mengalami restrukturisasi besar-besaran. Persaingan AI kini menjadi...
Setelah 5 tahun jarang tampil, Joey Meng (55) akhirnya muncul kembali—penampilan terbarunya memicu komentar soal tanda penuaan.
(Hong Kong, 4 Januari) Aktris Joey Meng (55) belakangan jarang tampil di layar kaca. Namun baru-baru...
Perlukah Malaysia belajar dari krisis saham di Indonesia? CEO bursa angkat bicara.
(Kuala Lumpur, 29)Pasar saham Indonesia baru-baru ini diguncang setelah lebih dari 200 saham konstit...
[Wafatnya Shi Ming] Lee Ka Ting hadir bersama putranya di upacara penghormatan terakhir, tampak khidmat dan mengikuti seluruh rangkaian acara sebagai bentuk penghormatan terakhir.
(Hong Kong, 31 Maret) Mantan istri artis senior Hong Kong, Lee Ka-ding, yaitu Shi Ming, meninggal du...
“Lari 2km Lalu Mundur Demi Bayaran?” Kontroversi Memanas: Zhang Shuihua Dipertanyakan namun Tetap Dukung Event Viral—Tegaskan Tak Berutang pada Siapa Pun
Pada 19 April, Maraton Shiping di Yunnan berlangsung, namun “jururawat terpantas” Zhang Shuihua mena...