2026年9月10日

Volkswagen melakukan pemangkasan hingga level direksi, menyingkirkan sepertiga jajaran eksekutif, sekaligus menyiapkan 20 model baru tahun ini untuk kembali menyerang pasar Tiongkok.

Volkswagen Pangkas Biaya Sampai Level Dewan — Restrukturisasi Demi Bertahan Sulit dibayangkan, raksa...

Volkswagen Pangkas Biaya Sampai Level Dewan — Restrukturisasi Demi Bertahan

Sulit dibayangkan, raksasa otomotif Eropa Volkswagen Group kini menekan biaya sampai “mengurangi kursi di dewan”.

Volkswagen melalui kelompok merek intinya berencana memangkas jumlah anggota dewan dari 29 menjadi 19 sebelum musim panas—hampir sepertiga. Struktur manajemen merek-merek volume akan dibuat lebih ramping: setiap merek hanya mempertahankan CEO serta eksekutif untuk keuangan, penjualan, dan SDM, sementara fungsi R&D, pengadaan, dan produksi makin dipusatkan di kantor pusat. Tujuannya jelas: proses lebih sederhana, keputusan lebih cepat, biaya yang tumpang tindih dipotong.

Penghematan tidak berhenti pada restrukturisasi. Pabrik Dresden menghentikan produksi kendaraan pada pertengahan Desember 2025—sering disebut sebagai penutupan lini produksi domestik pertama dalam 88 tahun sejarah Volkswagen—dan lokasi tersebut cenderung dialihkan ke fungsi riset/inovasi. Ini sinyal bahwa tekanannya sudah sangat berat.

VW menghadapi tekanan ganda:

  • Dari sisi keuangan, grup mencatat rugi operasional sekitar €1,3 miliar pada Q3 2025, berbalik dari laba tahun sebelumnya. Belanja investasi dibuat lebih ketat dan efisiensi jadi agenda utama.
  • Dari sisi bisnis, volume global relatif stabil, tetapi dua pasar kunci melemah: China karena kompetisi semakin sengit, dan AS karena ketidakpastian tarif serta biaya—sementara transisi ke elektrifikasi terus menekan margin.

Karena tarif sulit dikendalikan, Volkswagen memilih memperkuat fokus pada China dan elektrifikasi. Perusahaan menyiapkan gelombang peluncuran kendaraan energi baru di China—mencakup BEV, PHEV, dan range-extender—serta mengandalkan kemitraan lokal untuk mempercepat arsitektur elektronik dan fitur cerdas.

Di saat yang sama, Jerman juga mencoba mendorong permintaan: subsidi mobil listrik untuk konsumen pribadi dimulai kembali sejak 1 Januari 2026, dengan bantuan sekitar €1.500–€6.000 tergantung jenis kendaraan dan kondisi rumah tangga, dan direncanakan berlanjut hingga 2029. Menariknya, skema ini juga memasukkan kendaraan range-extender dan tidak secara tegas menutup pintu bagi merek China.

Jika sebelumnya pasar China “mengangkat” merek Jerman, beberapa tahun ke depan bisa menjadi fase yang lebih dua arah: merek Jerman makin lokal di China, sementara merek China mulai semakin berani menguji Eropa. Perubahan arahnya sedang dipercepat.

接著讀