Volkswagen melakukan pemangkasan hingga level direksi, menyingkirkan sepertiga jajaran eksekutif, sekaligus menyiapkan 20 model baru tahun ini untuk kembali menyerang pasar Tiongkok.
Volkswagen Pangkas Biaya Sampai Level Dewan — Restrukturisasi Demi Bertahan Sulit dibayangkan, raksa...
Volkswagen Pangkas Biaya Sampai Level Dewan — Restrukturisasi Demi Bertahan
Sulit dibayangkan, raksasa otomotif Eropa Volkswagen Group kini menekan biaya sampai “mengurangi kursi di dewan”.
Volkswagen melalui kelompok merek intinya berencana memangkas jumlah anggota dewan dari 29 menjadi 19 sebelum musim panas—hampir sepertiga. Struktur manajemen merek-merek volume akan dibuat lebih ramping: setiap merek hanya mempertahankan CEO serta eksekutif untuk keuangan, penjualan, dan SDM, sementara fungsi R&D, pengadaan, dan produksi makin dipusatkan di kantor pusat. Tujuannya jelas: proses lebih sederhana, keputusan lebih cepat, biaya yang tumpang tindih dipotong.
Penghematan tidak berhenti pada restrukturisasi. Pabrik Dresden menghentikan produksi kendaraan pada pertengahan Desember 2025—sering disebut sebagai penutupan lini produksi domestik pertama dalam 88 tahun sejarah Volkswagen—dan lokasi tersebut cenderung dialihkan ke fungsi riset/inovasi. Ini sinyal bahwa tekanannya sudah sangat berat.
VW menghadapi tekanan ganda:
- Dari sisi keuangan, grup mencatat rugi operasional sekitar €1,3 miliar pada Q3 2025, berbalik dari laba tahun sebelumnya. Belanja investasi dibuat lebih ketat dan efisiensi jadi agenda utama.
- Dari sisi bisnis, volume global relatif stabil, tetapi dua pasar kunci melemah: China karena kompetisi semakin sengit, dan AS karena ketidakpastian tarif serta biaya—sementara transisi ke elektrifikasi terus menekan margin.
Karena tarif sulit dikendalikan, Volkswagen memilih memperkuat fokus pada China dan elektrifikasi. Perusahaan menyiapkan gelombang peluncuran kendaraan energi baru di China—mencakup BEV, PHEV, dan range-extender—serta mengandalkan kemitraan lokal untuk mempercepat arsitektur elektronik dan fitur cerdas.
Di saat yang sama, Jerman juga mencoba mendorong permintaan: subsidi mobil listrik untuk konsumen pribadi dimulai kembali sejak 1 Januari 2026, dengan bantuan sekitar €1.500–€6.000 tergantung jenis kendaraan dan kondisi rumah tangga, dan direncanakan berlanjut hingga 2029. Menariknya, skema ini juga memasukkan kendaraan range-extender dan tidak secara tegas menutup pintu bagi merek China.
Jika sebelumnya pasar China “mengangkat” merek Jerman, beberapa tahun ke depan bisa menjadi fase yang lebih dua arah: merek Jerman makin lokal di China, sementara merek China mulai semakin berani menguji Eropa. Perubahan arahnya sedang dipercepat.
Terima Kasih, Shao Jiayi! Empat Pemain Qingdao West Coast Tampil Melesat — dan Berpotensi Semua Hengkang; Bek 20 Tahun Hampir Pasti Gabung Beijing Guoan
Musim ini, pendatang baru CSL, Qingdao West Coast, menjadi kejutan besar bagi para penggemar. Di baw...
Sebenarnya siapa yang dimarahi Wu Yanni? Ia menangis tersedu-sedu di pernikahan kakaknya, tetapi justru dituduh sengaja menarik perhatian.
Air mata Wu Yanni di podium PON belum kering, ia kembali masuk trending—kali ini karena menangis di ...
Pasar Saham A Terbuka Beragam, Moore Threads Naik 468,78% pada IPO, Keuntungan Lot Tunggal Hampir 270.000 CNY
Pada hari Jumat, indeks saham A China dibuka beragam: Shanghai Composite turun 0,07%, Shenzhen Compo...
Simpanan Bulanan Purata Cecah HK$10,000 Buat Kali Pertama — Adakah Rakyat Hong Kong Lebih Rasa Selamat?
(Hong Kong, 23 haribulan) Kajian Indeks “Keselamatan Simpanan” 2025 yang diterbitkan oleh Hong Kong ...
Piala Dunia Diragukan! Bintang Jepang Kubo Cedera Tanpa Kontak, Dibawa Keluar dengan Mobil Medis
Pada 19 Januari, dalam pertandingan La Liga pekan ke-20, Real Sociedad mengejutkan Barcelona dengan ...
Bos DeepMind memprediksi AGI akan hadir dalam 5–10 tahun ke depan.
Dalam wawancara terbaru dengan CNBC, CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, secara terbuka membahas pe...
NBA Resmi Umumkan Hanson Yang! Pemain Tiongkok Kembali ke All-Star Setelah 15 Tahun
Selamat untuk Hanson Yang! NBA resmi mengumumkan seleksinya untuk All-Star Rookie Challenge 2026 seb...
Dalam Night King, Sammi Cheng percaya cinta sejati bisa melampaui segalanya; sutradara Ng Wai-lun mengaku tersiksa saat editing, sampai berseloroh “menggunting sampai lihat pelangi”
(Kuala Lumpur, 12 Feb) Sammi Cheng kembali beradu akting dengan Dayo Wong lewat film Imlek Night Kin...
Pernyataan Blak-blakan Li Ronghao Picu Perbincangan — Sikap Shan Yichun Berubah, Publik Bertanya: Bagaimana Ia Akan Menanggapi Kali Ini?
Kontroversi antara Li Ronghao dan Shan Yichun pada dasarnya berkaitan dengan hak cipta dan batasan k...
Panggung awal Sisters Who Make Waves 7 berakhir — Xie Nan gagal masuk 10 besar, Li Xiaoran di posisi kedua, sementara juara pertama tampil sangat dominan
Hasil stage pertama Ride the Wind 2026 keluar—dan langsung penuh kontroversi. ⚔️ Dua Rasa BerbedaPen...