2026年9月10日

Bos DeepMind memprediksi AGI akan hadir dalam 5–10 tahun ke depan.

Dalam wawancara terbaru dengan CNBC, CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, secara terbuka membahas pe...

Dalam wawancara terbaru dengan CNBC, CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, secara terbuka membahas peta persaingan AI global, dengan sorotan khusus pada kemajuan pesat China.

Menurut Hassabis, tim AI China kini hanya tertinggal “beberapa bulan” dari pemimpin global, bukan bertahun-tahun seperti anggapan lama. Perusahaan seperti DeepSeek dan Alibaba menunjukkan kekuatan luar biasa dalam efisiensi rekayasa, optimasi inferensi, dan pengendalian biaya. Begitu muncul metode baru, tim China sering kali mampu mereplikasi dengan sangat cepat, bahkan memperbaikinya di beberapa aspek.

Namun, ia juga menegaskan bahwa terobosan orisinal masih menjadi kelemahan utama. Inovasi paradigma seperti Transformer atau AlphaGo—yang benar-benar mengubah arah teknologi—belum muncul dari China. Tim China unggul dalam memaksimalkan jalur yang sudah ada, tetapi membangun jalur baru membutuhkan akumulasi riset jangka panjang dan keberanian bereksperimen.

Meski demikian, Hassabis melihat potensi besar. Ia percaya bahwa ketika optimasi teknis dan skala aplikasi mencapai titik ekstrem, perubahan kualitatif bisa muncul. Dengan pasar besar, umpan balik cepat, dan investasi berkelanjutan, China berpeluang menghasilkan inovasi yang mengubah permainan dari arah yang tak terduga.

Mengenai AGI, Hassabis menyoroti masalah “jagged intelligence”: model saat ini bisa sangat pintar di satu tugas, tetapi gagal di tugas lain yang membutuhkan pemahaman kausal dan penalaran kompleks. Scaling saja tidak cukup—dibutuhkan terobosan paradigma baru.

Ia optimistis secara hati-hati bahwa AGI mungkin terwujud dalam 5–10 tahun, sambil menekankan bahwa energi akan menjadi “mata uang kecerdasan.” Konsep world model—AI yang mampu mensimulasikan dunia dan memahami sebab-akibat—dipandang sebagai kunci menuju AGI.

DeepMind telah mulai mengeksplorasi pendekatan ini melalui proyek seperti Genie, Veo, dan simulasi robot. Di sisi aplikasi, Hassabis melihat masa depan pada AI di perangkat dan sistem fisik, di mana AI tidak hanya “berbicara”, tetapi benar-benar “bertindak”.

Kesimpulannya, China telah membuktikan diri layak duduk di meja utama AI global. Namun, masa depan jangka panjang akan ditentukan oleh siapa yang berani membuka wilayah baru—bukan hanya siapa yang paling cepat di jalur yang sudah ada。

接著讀