2026年9月10日

Kampus mulai memakai AI untuk penerimaan mahasiswa—apakah proses seleksi akan berubah besar-besaran?

Dulu kita sering dengar perusahaan pakai AI untuk menyaring CV dan melakukan wawancara. Sekarang, AI...

Dulu kita sering dengar perusahaan pakai AI untuk menyaring CV dan melakukan wawancara. Sekarang, AI mulai masuk ke area yang lebih sensitif: seleksi masuk universitas.

Beberapa kampus di Amerika Serikat mulai mencoba AI untuk membantu proses penilaian, dan salah satu yang paling ramai dibahas adalah Virginia Tech yang memakai AI untuk menilai materi aplikasi. Pihak kampus menyebut pendekatan ini menghemat sekitar 8.000 jam kerja manusia, bahkan hasil seleksi bisa keluar lebih cepat sekitar satu bulan.

Alasannya sederhana: beban kerja meledak. Setelah banyak kampus menjadikan SAT/ACT bersifat opsional, jumlah pendaftar meningkat tajam. Pada siklus 2025, Virginia Tech dikabarkan menargetkan sekitar 7.085 mahasiswa baru tetapi menerima lebih dari 57.000 aplikasi—yang masing-masing berisi beberapa esai singkat. Ini berarti ratusan ribu teks harus dibaca dan dinilai.

Maka muncullah model “AI + manusia”: tiap esai dinilai oleh AI dan seorang penilai manusia; jika nilainya jauh berbeda, ada penilai tambahan untuk verifikasi. Bagi tim admisi, ini meningkatkan efisiensi besar-besaran.

Namun, efisiensi memunculkan pertanyaan besar: apakah ini adil? apakah mesin bisa menilai potensi?

Dua kekhawatiran utama:

  1. Bias dan kecenderungan seragam
    AI dilatih dari data masa lalu. Jika profil “yang dulu sering diterima” punya gaya bahasa atau latar tertentu, AI bisa menganggap itu sebagai standar. Akibatnya, kandidat yang tidak sesuai “template” bisa tersingkir lebih awal, dan keberagaman malah melemah.
  2. AI menilai AI
    Siswa juga makin sering memakai AI untuk membantu menulis atau memoles esai. Kalau AI admisi “suka” pola tertentu, pelamar bisa menyesuaikan tulisan agar cocok dengan algoritme. Ujungnya: AI kampus menilai materi yang juga dibentuk oleh AI.

Sebagian kampus mencoba membuat batas—misalnya AI hanya boleh untuk cek ejaan dan tata bahasa, sementara isi harus orisinal. Tetapi praktiknya, batas ini sulit diawasi

接著讀