2026年9月10日

Hefei Luncurkan “Kendaraan Polisi Tanpa Awak” untuk Menindak Parkir Liar di Tepi Jalan dengan Lebih Tegas dan Cerdas

Kuai Technology melaporkan pada 24 Januari, mengutip CCTV News, bahwa beberapa ruas jalan di Kawasan...

Kuai Technology melaporkan pada 24 Januari, mengutip CCTV News, bahwa beberapa ruas jalan di Kawasan Pengembangan Industri Teknologi Tinggi (High-Tech Industrial Development Zone) di Hefei, Provinsi Anhui, kini mulai dihadirkan kendaraan patroli tanpa pengemudi berwarna biru-putih. Kendaraan ini dilengkapi lampu peringatan polisi serta kamera gimbal, dan ditujukan untuk mendukung pengelolaan parkir liar di tepi jalan secara lebih cerdas dan efisien.

Dalam penerapannya di lapangan, sistem ini mengikuti alur kerja yang rapi dan bertahap: “identifikasi terlebih dahulu, beri peringatan, lalu lakukan penindakan.” Karena mekanisme tersebut, sebagian warga setempat pun menjulukinya secara populer sebagai “polisi lalu lintas tanpa awak”.

Perlu diketahui, perangkat ini sebenarnya sudah mulai digunakan sejak Maret tahun lalu. Setiap harinya, kendaraan ini menempuh jarak patroli lebih dari 40 kilometer, dan saat ini beroperasi terutama di sekitar kawasan Shuxihu (Shuixi Lake) di High-Tech Zone Hefei.

Tujuan utamanya adalah membangun manajemen terpadu (closed-loop) terhadap pelanggaran parkir—mulai dari menemukan kendaraan yang melanggar, memberikan peringatan dan mendorong pengemudi untuk memindahkan kendaraan, hingga menindak secara hukum bila diperlukan.

Secara resmi, perangkat ini disebut “kendaraan patroli cerdas tanpa pengemudi”. Kendaraan tersebut mampu berpatroli secara mandiri mengikuti rute yang telah diprogram, serta memanfaatkan sistem persepsi panoramic (360 derajat) pada bodi kendaraan untuk mengenali mobil yang parkir ilegal di pinggir jalan secara otomatis.

Saat kendaraan patroli mendeteksi pelanggaran, langkah pertama yang dilakukan adalah mengambil foto sebagai bukti. Setelah itu, kendaraan akan mengeluarkan peringatan suara melalui pengeras suara onboard, memberi tahu pemilik kendaraan bahwa pelanggaran telah tercatat dan meminta agar kendaraan segera dipindahkan. Pada saat yang sama, sistem juga mengirimkan SMS pengingat ke nomor ponsel yang terdaftar atas nama pemilik kendaraan.

Sesuai pengaturan, jika kendaraan patroli kembali melewati lokasi yang sama sekitar 10 menit kemudian dan kendaraan yang melanggar masih belum berpindah, sistem akan mengambil foto kedua sebagai bukti tambahan.

Seluruh bukti yang terkumpul kemudian dikirim ke sistem backend. Hanya setelah ditinjau dan dikonfirmasi secara manual oleh petugas polisi lalu lintas, materi tersebut dapat digunakan secara sah sebagai dasar penindakan non-tatap muka dan dimasukkan ke dalam sistem pemberian sanksi.

接著讀