2026年9月10日

Media Korea Dinilai Tidak Menghormati Tim China, Peringkat Empat Besar yang “Asal Susun” Picu Kontroversi—Fans: “Lewat Malam Ini, Mereka Pasti Ganti Judul Lagi”

Pada dini hari tadi, tim Korea Selatan U23 mengalami hasil yang benar-benar mengejutkan di laga pere...

Pada dini hari tadi, tim Korea Selatan U23 mengalami hasil yang benar-benar mengejutkan di laga perebutan tempat ketiga Piala Asia U23. Mereka tumbang 8–9 dari Vietnam U23, gagal naik podium, dan harus puas finis di posisi keempat. Yang paling membuat publik tercengang: Korea tetap kalah meski sempat unggul jumlah pemain, sebuah skenario yang nyaris tak terbayangkan sebelum pertandingan.

Usai laga, media Korea langsung “meledak”. Berbagai pemberitaan memakai diksi keras seperti “mimpi buruk”, “vonis kematian”, “aib”, hingga “macan sakit” untuk menggambarkan kekalahan tersebut. Dari sini terlihat jelas betapa besar kekecewaan media terhadap performa timnya. Namun, di antara semua reaksi itu, judul dari media Korea Financial News justru memicu perdebatan yang lebih luas.

Dalam artikelnya setelah Korea kalah, Financial News menuliskan judul yang provokatif: “Jepang > China > Vietnam > Korea… era Lee Min-sung turun ke kelas empat Asia…”. Tak butuh waktu lama, kalimat ini langsung mengundang sorotan karena dianggap “menyusun peringkat” seenaknya.

Alasannya sederhana: final bahkan belum dimainkan, tetapi mereka sudah menempatkan Jepang di atas China seolah-olah gelar juara sudah pasti jatuh ke tangan Jepang. Padahal, di turnamen ini China belum pernah kalah dari Jepang—dan pada titik ini, posisi kedua tim masih setara. Maka wajar jika banyak pihak mempertanyakan: mengapa China harus otomatis berada di bawah Jepang? Apakah Jepang pasti mengalahkan China?

Bagi banyak penggemar, framing seperti ini menunjukkan bahwa sebagian media Korea masih meremehkan China dan cenderung menganggap Jepang “pasti lebih unggul”. Karena itu, tidak sedikit yang berharap China bisa membuktikan semuanya di lapangan—dan “menampar” narasi tersebut lewat kemenangan meyakinkan setelah pertandingan malam ini.

Seorang fans berkomentar bahwa begitu laga malam ini selesai, media Korea pasti akan terpaksa mengganti judul mereka lagi.

Fans lain menyemangati China untuk “habis-habisan lawan Jepang”, supaya Korea ikut merasa panas dan getir.

Ada juga yang mempertanyakan logikanya secara langsung: kenapa Jepang dianggap sudah pasti juara sebelum final dimulai?

Sebagian pendukung bahkan mengaku punya firasat kuat bahwa China akan mengangkat trofi malam ini.

Di sisi lain, ada suara yang lebih moderat: mereka menilai Korea memang tampil kurang meyakinkan, tetapi menyebutnya “kelas empat Asia” tetap terasa berlebihan.

Sementara komentar paling tajam merangkum kekecewaan banyak orang: setelah kalah dari Jepang, lalu kalah dari China, kini kalah lagi dari Vietnam—seakan-akan Korea sudah kehabisan “lawan untuk dikalahkan”, dan hasil ini pun terasa semakin memalukan.

接著讀