2026年9月10日

NEC Kehilangan ¥64,4 Miliar, Tinggalkan Pasar Base Station 5G: Strategi Teknologi Jepang Hancur

Awal 2026, industri teknologi Jepang kembali diguncang: NEC resmi mengumumkan akan menghentikan selu...

Awal 2026, industri teknologi Jepang kembali diguncang: NEC resmi mengumumkan akan menghentikan seluruh R&D untuk base station 4G dan 5G. Presiden NEC, Takayuki Morita, mengatakan kepada Nikkei Asia: “Perusahaan secara prinsip tidak akan lagi berinvestasi dalam peralatan akses nirkabel 4G atau 5G,” dan akan memfokuskan sumber daya pada solusi perangkat lunak dengan margin tinggi serta sistem pertahanan.

Keputusan ini mengikuti runtuhnya dukungan pemerintah lebih dari ¥64,4 miliar sejak 2020. Lima tahun lalu, NEC dan operator telekomunikasi terbesar Jepang, NTT, menargetkan 20% pangsa pasar base station global pada 2030 untuk menyaingi Huawei, Ericsson, dan Nokia. Namun menurut Omdia, pada akhir 2025 hampir 80% pasar global dikuasai Huawei, Ericsson, dan Nokia, sementara NEC dan Fujitsu hanya menguasai kurang dari 2%. Jepang telah kehilangan kesempatan ikut membangun infrastruktur 5G generasi berikutnya.

Kegagalan NEC bukan tiba-tiba. Model R&D vertikal tertutup yang diterapkan NEC menyebabkan siklus pengembangan panjang dan rantai pasok tidak fleksibel, sehingga sulit merespons cepat perubahan pasar. Sementara itu, taruhan pemerintah Jepang pada teknologi Open RAN juga gagal, dengan masalah kompatibilitas, latensi, dan konsumsi energi yang belum teratasi. Huawei, Ericsson, dan Nokia telah memasang jutaan situs 5G secara global.

Media Korea menilai industri teknologi tinggi Jepang “hancur total,” dari perangkat komunikasi hingga elektronik konsumen. Sebaliknya, Samsung dan LG sudah mengintegrasikan teknologi global, memanfaatkan AI dan pengembangan bersama semikonduktor. Pasar baru seperti India, Vietnam, dan Indonesia muncul, mempercepat marginalisasi Jepang sebagai pemimpin teknologi Asia.

Setelah keluar dari 5G, NEC akan beralih ke layanan perangkat lunak dan sistem pertahanan, bergantung pada kontrak pemerintah. Namun, dengan pengalaman terbatas di bidang telekomunikasi sipil, kesuksesan NEC di sektor pertahanan masih diragukan.

Perpisahan NEC dengan 5G bukan sekadar mundurnya perusahaan, melainkan runtuhnya mitos Jepang sebagai negara teknologi—sebuah kekuatan telekomunikasi yang dulu percaya diri kini kalah oleh realitas pasar global.

接著讀