2026年9月10日

Svitolina Dikecam Fans: “Kalau Peduli Negara, Kenapa Tak Sumbangkan Hadiah atau Ikut Bertugas?”

Pada 29 Januari, semifinal tunggal putri Australia Open mempertemukan Elina Svitolina dengan petenis...

Pada 29 Januari, semifinal tunggal putri Australia Open mempertemukan Elina Svitolina dengan petenis peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka. Petenis Ukraina berusia 31 tahun itu kalah dua set langsung dan gagal melaju ke final. Namun, sorotan utama justru tertuju pada sikap dan tindakan Svitolina sebelum, saat, dan setelah pertandingan, yang memicu kemarahan banyak penonton netral.

Menjelang pertandingan, Sabalenka—petenis asal Belarus—mendekati tengah lapangan untuk berjabat tangan dan berfoto sesuai tradisi. Svitolina memilih diam di tempat dan tidak memberikan respons apa pun. Meski sempat terlihat terkejut, Sabalenka segera memahami situasi dan melanjutkan sesi foto sendirian bersama ball kid.

Situasi menjadi semakin kontroversial ketika Svitolina terlihat terus mengayunkan raket di dekat Sabalenka saat sesi foto berlangsung. Aksi tersebut dinilai banyak penonton tidak pantas dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Di dalam pertandingan, Svitolina tampak kesulitan menghadapi permainan Sabalenka dan akhirnya kalah tanpa mampu merebut satu set pun. Setelah laga berakhir, ia langsung meninggalkan lapangan tanpa menoleh dan kembali menolak berjabat tangan dengan lawannya. Sabalenka pun merespons dengan selebrasi mengepalkan tangan ke arah Svitolina.

Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Svitolina kembali mencuri perhatian. Meski kalah, ia tampak tersenyum dan mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki alasan untuk bersedih, karena dibandingkan dengan warga Ukraina yang menderita akibat perang, dirinya merasa jauh lebih beruntung. Ia kembali menegaskan bahwa situasi di Ukraina sangat berat dan berjanji akan terus menyuarakan dukungan bagi negaranya.

Perlu dicatat, ini bukan pertama kalinya Svitolina menuai kontroversi di Australia Open tahun ini. Sebelumnya, ia juga menolak berjabat tangan dengan dua petenis Rusia, Diana Shnaider dan Mirra Andreeva, serta sempat melontarkan sindiran setelah kemenangan yang dianggap kurang sportif.

Rangkaian insiden tersebut akhirnya memicu kemarahan publik. Usai semifinal, banyak penggemar meluapkan kritik di media sosial. Beberapa menulis, “Jika benar-benar peduli, sumbangkan saja hadiah Australia Open sebesar 1,25 juta dolar Australia untuk Ukraina.” Bahkan ada yang menyindir lebih keras, “Kalau berani, ikut wajib militer—jangan sekadar berakting.”

接著讀

Masa Depan Højlund di Manchester United Diragukan: Diam-diam Jalin Kontak dengan Inter, Ten Hag Bisa Jadi Faktor di Jerman

Meski secara terbuka menyatakan akan tetap di Manchester United musim depan, Rasmus Højlund dilaporkan tengah menjalin komunikasi pribadi dengan Inter Milan. Media Italia mengungkap bahwa agen pemain asal Denmark tersebut telah bertemu pihak Inter. Klub Serie A itu menginginkan skema pinjaman dengan opsi pembelian, sedangkan United hanya mempertimbangkan penjualan permanen seharga €40–45 juta. Kehadiran mantan pelatih Erik ten Hag di Bayer Leverkusen menambah dinamika, karena sejumlah klub Bundesliga juga disebut tertarik.

457 天前