2026年9月12日

Shenzhen Masih Sulit Melengkapi “Kepingan Terakhir”: Leckie Putuskan Pensiun Meski Sudah Menandatangani Offer, Satu Pemain Gagal Lolos Tes Medis

Setelah Leckie mengumumkan keputusan untuk gantung sepatu, Shenzhen Peng City terpaksa kembali memul...

Setelah Leckie mengumumkan keputusan untuk gantung sepatu, Shenzhen Peng City terpaksa kembali memulai pencarian untuk mendatangkan bek tengah asing. Jurnalis Lu Mi menilai situasi ini memberikan dampak yang cukup besar bagi Shenzhen, karena mengganggu rencana yang sudah disusun klub.

Kontrak Leckie bersama Chengdu Rongcheng sebelumnya memang sudah berakhir. Sejumlah laporan sempat menyebutkan bahwa Leckie berpeluang melanjutkan karier di China melalui kepindahan klub. Namun, arah cerita berubah drastis ketika Leckie secara mendadak mengumumkan pensiun.

Dalam pernyataannya, Leckie mengenang masa-masanya bersama Chengdu Rongcheng dengan sangat positif. Ia menegaskan bahwa dirinya sebenarnya bisa saja bertahan lebih lama, tetapi merasa inilah waktu yang tepat untuk menutup bab tersebut dan mengakhiri perjalanan kariernya.

Sementara itu, Shenzhen Peng City cukup agresif di bursa transfer musim dingin dengan mendatangkan banyak pemain baru, sehingga kekuatan skuad terlihat meningkat. Namun, khusus di posisi bek tengah, Shenzhen justru terus menghadapi hambatan. Setelah Dugaric hengkang, klub mencoba merekrut Leckie dan Batubinsika, tetapi rencana itu tidak berjalan mulus: Leckie memilih pensiun, sedangkan Batubinsika dikabarkan gagal melewati tes medis.

Lu Mi kemudian menambahkan bahwa keputusan mendadak Leckie membuat Shenzhen berada dalam posisi sulit di momen yang krusial. Menurutnya, kesepakatan pada dasarnya sudah hampir rampung—bahkan offer disebut sudah ditandatangani—namun akhirnya batal, kemungkinan besar karena pertimbangan keluarga. Alhasil, Shenzhen kini harus kembali mencari bek tengah asing dari awal.

Leckie sendiri juga menyampaikan alasan yang selaras. Ia mengakui bahwa pada titik tertentu dalam karier profesional, keinginan untuk lebih banyak bersama keluarga akan menjadi semakin kuat. Ketika keseimbangan antara karier dan keluarga mulai bergeser, mundur dari sepak bola bisa terasa bukan hanya wajar, tetapi juga diperlukan.

Komentator Yuan Jia menyoroti mengapa pengumuman ini mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, Leckie masih berada pada level performa yang sangat tinggi—bahkan masuk dalam Tim Terbaik Liga Super China musim lalu—yang menunjukkan ia masih mampu bermain satu hingga dua tahun lagi tanpa masalah. Yuan menegaskan, sangat sedikit pemain yang memilih berhenti saat sedang berada di puncak, bukan ketika kariernya benar-benar menurun. Karena itu, keputusan Leckie terasa menyisakan penyesalan, tetapi sekaligus pantas mendapat respek besar—seperti contoh keputusan elegan yang pernah dilakukan oleh Zinedine Zidane dan Toni Kroos.

接著讀

Xibei Tak Mau Kalah

Belakangan ini tagar #SlipGajiPelayanXibei# kembali meramaikan trending topic. Kabar bahwa sebagian ...

246 天前