2026年9月10日

Piala Asia Tenis Meja: Wang Chuqin Menang Telak 4-0 atas Kuda Hitam dan Lolos ke Final, China vs Jepang Berebut Gelar Tunggal Putra!

Pada 8 Februari 2026, ajang Piala Asia Tenis Meja di Haikou kembali menghadirkan laga-laga sengit. B...

Pada 8 Februari 2026, ajang Piala Asia Tenis Meja di Haikou kembali menghadirkan laga-laga sengit. Bintang utama timnas Tiongkok sekaligus pilar Olimpiade, Wang Chuqin, tampil luar biasa pada semifinal tunggal putra pertama dengan kemenangan telak 4-0 atas rising star Chinese Taipei, Zhang You’an. Hasil ini memastikan tiket Wang ke final—tinggal selangkah lagi menuju gelar juara bertahan—dan selanjutnya ia akan berduel melawan wakil Jepang untuk memperebutkan medali emas.

Sorotan Pertandingan

Wang Chuqin datang ke turnamen sebagai unggulan pertama dan peringkat 1 dunia, membawa ekspektasi besar di pundaknya. Sementara itu, Zhang You’an menjadi kejutan terbesar di sektor tunggal putra. Di usia 19 tahun dan dengan peringkat dunia 106, ia melaju hingga semifinal sebagai “kuda hitam” yang mencuri perhatian lewat performa konsisten sepanjang turnamen.

Namun, dalam perjalanan menuju empat besar, Zhang belum sempat menghadapi pemain Tiongkok, dan juga belum diuji oleh lawan-lawan terkuat dari federasi lain. Tantangan terberatnya sejauh ini adalah Wong Chun Ting (Hong Kong, Tiongkok) dan bintang Jepang Yukiya Uda. Meski keduanya pemain tangguh, level mereka masih terpaut dari Wang Chuqin dalam hal pengalaman, kualitas permainan, dan daya gedor. Karena itu, banyak pihak menilai peluang Zhang untuk membuat kejutan atas pemain inti Olimpiade seperti Wang relatif kecil.

Jalannya Pertandingan

Gim 1
Wang sempat terlihat belum sepenuhnya “klik” dengan pola bola Zhang di awal laga. Ia tertinggal dan beberapa kali menyamakan kedudukan, tetapi kembali kehilangan keunggulan karena tekanan dari lawan. Meski begitu, Wang menunjukkan ketenangan dan ketahanan mental yang kuat. Ia bangkit dari 6-8 menjadi 9-9, lalu memanfaatkan momentum dengan dua poin beruntun untuk menang 11-9—sekaligus mulai membaca karakter permainan Zhang dengan lebih jelas.

Gim 2
Zhang kembali mencoba membuka gim dengan agresif dan lebih dulu mencetak angka. Namun Wang segera mengambil alih kendali melalui penempatan bola yang lebih tajam dan inisiatif serangan yang kuat. Ia melesat unggul 9-4 dan mencapai 10-5, sebelum menutup gim dengan rapi 11-5 untuk memperlebar keunggulan.

Gim 3
Performa Wang semakin mengilap. Meski sempat terganggu kilatan kamera, ia tetap stabil dan tidak kehilangan ritme. Sebaliknya, Zhang terlihat goyah setelah mendapat hukuman akibat pelanggaran servis di awal gim, yang berpengaruh pada kepercayaan dirinya. Wang memanfaatkan situasi dengan sempurna, memimpin 10-5, lalu mengamankan gim 11-5—membuatnya unggul 3-0 dan tinggal selangkah dari final.

Gim 4
Dalam kondisi terdesak, Zhang bermain habis-habisan dan sempat unggul. Wang pun tertinggal 2-5, tetapi segera merespons dengan rangkaian poin penting hingga berbalik memimpin 6-5, memaksa Zhang menggunakan time-out. Setelah skor kembali imbang 6-6, Wang meningkatkan tekanan, melaju ke 10-7 untuk meraih match point, lalu menuntaskan pertandingan 11-7. Skor akhir 4-0 memastikan Wang Chuqin melangkah mantap ke final tunggal putra.

Laga Berikutnya

Sebelum semifinal ini, tim Tiongkok sebenarnya mengalami pukulan di sektor tunggal putra: lima pemain mereka gagal menembus empat besar. Chen Junson, Chen Yuanyu, Xiang Peng, dan Lin Shidong tersingkir oleh pemain dari federasi lain. Sementara itu, Zhou Qihao sempat mencatat rekor apik tanpa kalah dari lawan luar negeri, tetapi akhirnya dihentikan oleh Wang Chuqin.

Kini tugas Wang jelas: ia akan memperebutkan medali emas melawan pemenang duel sesama Jepang antara Tomokazu Harimoto dan Shunsuke Togami. Dengan gelar di depan mata, harapannya Wang Chuqin mampu menjaga performa puncak dan membawa pulang juara untuk Tiongkok.

接著讀