Penjualan Lincoln di China Turun Empat Tahun Berturut-turut
Sebuah pengumuman penarikan kembali (recall) di situs resmi Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar...
Sebuah pengumuman penarikan kembali (recall) di situs resmi Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (SAMR) kembali menyorot Lincoln—merek mewah yang pernah mencatat penjualan tahunan lebih dari 90 ribu unit di China. Namun di balik isu keselamatan pada kaca spion, tersimpan kenyataan yang lebih keras: penjualan Lincoln di pasar China telah turun selama empat tahun berturut-turut.
Baru-baru ini, Ford Motor (China) Co., Ltd. mendaftarkan rencana recall kepada SAMR. Mulai berlaku segera, perusahaan akan menarik kembali sebagian Lincoln Nautilus yang diproduksi pada periode 5 Agustus 2025 hingga 27 November 2025, dengan total 1.706 unit. Alasan recall ini adalah adanya kemungkinan sebagian kendaraan dipasangi kaca spion luar kiri tipe datar (flat mirror), bukan kaca spion standar tipe cembung (convex), sehingga bidang pandang pengemudi ke area kiri-belakang berkurang dan menimbulkan potensi risiko keselamatan.
Ford Motor (China) menyatakan bahwa melalui dealer resmi Lincoln, pihaknya akan melakukan pemeriksaan gratis terhadap kaca spion luar kiri pada kendaraan yang masuk cakupan recall. Jika terbukti menggunakan kaca datar, kaca tersebut akan diganti secara seragam dengan kaca cembung yang sesuai standar.
Namun, di luar isu recall, data penjualan Lincoln justru menunjukkan tantangan yang lebih besar: merek ini sedang menghadapi tren penurunan berkepanjangan di pasar China.
Saat ini, Lincoln hanya memiliki empat model yang dipasarkan di China, yakni Nautilus, Lincoln Z, Corsair, dan Aviator.
Berdasarkan data dari Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) yang dikutip oleh Dongchedi, pada 2025 Lincoln hanya menjual 36.255 unit—turun lebih dari 30% dibandingkan tahun sebelumnya—dengan rata-rata penjualan bulanan yang hanya sedikit di atas 3.000 unit. Penjualan Lincoln terutama bertumpu pada Nautilus dan Lincoln Z, yang secara gabungan menyumbang hampir 83% dari total penjualan merek tersebut.
Secara statistik, 2025 menjadi tahun keempat berturut-turut penjualan Lincoln di China mengalami penurunan. Pada 2021, Lincoln sempat mencapai puncak dengan penjualan tahunan melampaui 90 ribu unit. Namun setelah itu tren terus melemah: 2022 turun menjadi 79 ribu unit, 2023 kembali turun ke 72 ribu unit, dan 2024 merosot ke 53 ribu unit. Dalam empat tahun terakhir, penurunan year-on-year Lincoln masing-masing tercatat sebesar 13%, 9%, 26%, dan 31%. Akselerasi penurunan ini mencerminkan tekanan yang datang dari berbagai arah.
Dari sisi kondisi pasar, segmen mobil mewah konvensional memang tengah menyusut. Pada 2025, merek-merek mewah lini pertama seperti Mercedes-Benz, BMW, dan Audi juga mencatat penurunan penjualan di China dengan tingkat yang bervariasi; merek mewah tradisional lini kedua seperti Cadillac dan Volvo pun mengalami situasi serupa. Meski demikian, penurunan Lincoln pada 2025 tercatat lebih tajam dibanding banyak merek tersebut. Melemahnya daya tarik merek, keterlambatan transformasi ke kendaraan energi baru, serta daya saing lini produk yang belum kuat menjadi faktor yang mempercepat kemundurannya di pasar China.
Di dalam kerja sama Ford China dan Changan Automobile, penurunan Lincoln juga bukan satu-satunya contoh.
Menurut data CPCA yang dikutip Dongchedi, Changan Ford mencatat penjualan grosir (wholesale) sebesar 121.500 unit dan penjualan ritel (retail) sebesar 99.400 unit di China sepanjang Januari–Desember 2025. Kedua angka ini turun drastis dibandingkan penjualan 247.000 unit pada 2024—pada dasarnya terpangkas hingga separuh.
(Sumber: Yicai / First Financial)
iPhone 17 Termurah Akan Hadir – Apple Keterlaluan Nggak Sih?
Seri iPhone 17 jelas menjadi salah satu generasi paling sukses Apple dalam dua tahun terakhir: versi...
UFC di Halaman Gedung Putih! Trump Rayakan Ulang Tahun ke-80 dengan Pertarungan Epik
Tahun 2026 akan menjadi momen bersejarah bagi Amerika Serikat yang merayakan 250 tahun kemerdekaan. ...
Proses 3nm yang Sama, Tapi Harga Beda Jauh: Dimensity 9500 Lebih Murah Lebih dari 50% Dibanding Snapdragon 8 Gen 5 Ultra!
TechFast News, 12 Oktober — Berdasarkan laporan terbaru, MediaTek Dimensity 9500 diperkirakan akan d...
Persaingan Chip Memori Kian Memanas, Samsung Berpeluang Rebut Kembali Takhta DRAM di Q4
Menurut informasi dari sumber industri yang diungkap pada Minggu (8/12), Samsung Electronics asal Ko...
Ubah penampilan secara mendadak karena kebakaran besar di Hong Kong! MAMA tidak mengikuti rundown/sekuens yang sudah direncanakan — GD kabarnya sampai emosi di belakang panggung dan melontarkan kata-kata kasar.
(Seoul, 20) Bintang Hallyu G-DRAGON (Kwon Ji-yong) baru-baru ini tampil di Hong Kong untuk menghadir...
Real Madrid Mundur, Kontrak Segera Habis: Ke Mana Arah Masa Depan Konaté?
Masa depan Ibrahima Konaté masih belum jelas menjelang akhir kontraknya bersama Liverpool. Bek tenga...
Piala Pingpong Super League Resmi Berakhir, Calon Pelatih Kepala Timnas Tiongkok Makin Terang: Eks Pelatih Tim Putra Jadi Favorit Utama—Ini Alasannya!
Fokus pada kabar olahraga, mengamati dinamika di dalam dan di luar arena. Grand Final Liga Pingpong ...
Meng Ziyi tampil memukau dengan gaun merah, menonjolkan bahu dan kaki, visualnya sangat menarik perhatian.
Foto-foto Tahun Baru Meng Ziyi beredar; ia tampil menawan dengan gaun merah strapless yang menonjolk...
4 Statistik Menyedihkan Lakers: Net Rating -29, Musim Ini 10-10 vs Tim .500+
Pada 29 Januari, Lakers kalah telak 99-129 dari Cavaliers, dan media Amerika menyoroti beberapa stat...
“Godfather terakhir Makau” Wan Kuok-koi mendarat dengan selamat — di usia 71 tahun, ia pulang bersama putranya untuk ziarah leluhur, menandai berakhirnya sebuah era
Pada 4 April, Wan Kwok-hung membagikan video makan bersama di Makau yang turut menampilkan Wan Kuok-...
He Xining raih MVP, Xu Xin pemain paling berkembang — Guangdong dan Liaoning tanpa gelar musim ini
Musim reguler CBA telah berakhir dan berbagai penghargaan individu resmi diumumkan, sekaligus menand...