2026年9月10日

Penjualan Lincoln di China Turun Empat Tahun Berturut-turut

Sebuah pengumuman penarikan kembali (recall) di situs resmi Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar...

Sebuah pengumuman penarikan kembali (recall) di situs resmi Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (SAMR) kembali menyorot Lincoln—merek mewah yang pernah mencatat penjualan tahunan lebih dari 90 ribu unit di China. Namun di balik isu keselamatan pada kaca spion, tersimpan kenyataan yang lebih keras: penjualan Lincoln di pasar China telah turun selama empat tahun berturut-turut.

Baru-baru ini, Ford Motor (China) Co., Ltd. mendaftarkan rencana recall kepada SAMR. Mulai berlaku segera, perusahaan akan menarik kembali sebagian Lincoln Nautilus yang diproduksi pada periode 5 Agustus 2025 hingga 27 November 2025, dengan total 1.706 unit. Alasan recall ini adalah adanya kemungkinan sebagian kendaraan dipasangi kaca spion luar kiri tipe datar (flat mirror), bukan kaca spion standar tipe cembung (convex), sehingga bidang pandang pengemudi ke area kiri-belakang berkurang dan menimbulkan potensi risiko keselamatan.

Ford Motor (China) menyatakan bahwa melalui dealer resmi Lincoln, pihaknya akan melakukan pemeriksaan gratis terhadap kaca spion luar kiri pada kendaraan yang masuk cakupan recall. Jika terbukti menggunakan kaca datar, kaca tersebut akan diganti secara seragam dengan kaca cembung yang sesuai standar.

Namun, di luar isu recall, data penjualan Lincoln justru menunjukkan tantangan yang lebih besar: merek ini sedang menghadapi tren penurunan berkepanjangan di pasar China.

Saat ini, Lincoln hanya memiliki empat model yang dipasarkan di China, yakni Nautilus, Lincoln Z, Corsair, dan Aviator.

Berdasarkan data dari Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) yang dikutip oleh Dongchedi, pada 2025 Lincoln hanya menjual 36.255 unit—turun lebih dari 30% dibandingkan tahun sebelumnya—dengan rata-rata penjualan bulanan yang hanya sedikit di atas 3.000 unit. Penjualan Lincoln terutama bertumpu pada Nautilus dan Lincoln Z, yang secara gabungan menyumbang hampir 83% dari total penjualan merek tersebut.

Secara statistik, 2025 menjadi tahun keempat berturut-turut penjualan Lincoln di China mengalami penurunan. Pada 2021, Lincoln sempat mencapai puncak dengan penjualan tahunan melampaui 90 ribu unit. Namun setelah itu tren terus melemah: 2022 turun menjadi 79 ribu unit, 2023 kembali turun ke 72 ribu unit, dan 2024 merosot ke 53 ribu unit. Dalam empat tahun terakhir, penurunan year-on-year Lincoln masing-masing tercatat sebesar 13%, 9%, 26%, dan 31%. Akselerasi penurunan ini mencerminkan tekanan yang datang dari berbagai arah.

Dari sisi kondisi pasar, segmen mobil mewah konvensional memang tengah menyusut. Pada 2025, merek-merek mewah lini pertama seperti Mercedes-Benz, BMW, dan Audi juga mencatat penurunan penjualan di China dengan tingkat yang bervariasi; merek mewah tradisional lini kedua seperti Cadillac dan Volvo pun mengalami situasi serupa. Meski demikian, penurunan Lincoln pada 2025 tercatat lebih tajam dibanding banyak merek tersebut. Melemahnya daya tarik merek, keterlambatan transformasi ke kendaraan energi baru, serta daya saing lini produk yang belum kuat menjadi faktor yang mempercepat kemundurannya di pasar China.

Di dalam kerja sama Ford China dan Changan Automobile, penurunan Lincoln juga bukan satu-satunya contoh.

Menurut data CPCA yang dikutip Dongchedi, Changan Ford mencatat penjualan grosir (wholesale) sebesar 121.500 unit dan penjualan ritel (retail) sebesar 99.400 unit di China sepanjang Januari–Desember 2025. Kedua angka ini turun drastis dibandingkan penjualan 247.000 unit pada 2024—pada dasarnya terpangkas hingga separuh.

(Sumber: Yicai / First Financial)

接著讀