2026年9月10日

Persaingan Chip Memori Kian Memanas, Samsung Berpeluang Rebut Kembali Takhta DRAM di Q4

Menurut informasi dari sumber industri yang diungkap pada Minggu (8/12), Samsung Electronics asal Ko...

Menurut informasi dari sumber industri yang diungkap pada Minggu (8/12), Samsung Electronics asal Korea Selatan berpeluang besar merebut kembali posisi puncak sebagai pemimpin pendapatan pasar global DRAM (Dynamic Random Access Memory) pada kuartal keempat tahun ini, mengungguli rival senegaranya, SK Hynix.

Sumber tersebut menyebutkan bahwa pada periode Oktober hingga Desember, Samsung diperkirakan akan membukukan laba operasional lebih dari 18 triliun won atau setara sekitar 12,2 miliar dolar AS. Angka ini jauh melampaui ekspektasi pasar sebelumnya.

Pendorong utama lonjakan kinerja ini berasal dari Divisi Solusi Perangkat (Device Solutions) Samsung, yang membawahi bisnis DRAM, NAND flash, serta semikonduktor sistem. Divisi ini diproyeksikan mencatatkan laba operasional sebesar 15,1 triliun won, melonjak 166% dibanding kuartal sebelumnya, serta mencetak pertumbuhan luar biasa sebesar 422% secara tahunan.

Dengan performa laba yang melampaui perkiraan tersebut, Samsung kini berada pada posisi strategis untuk menduduki peringkat pertama dalam daftar pendapatan pemasok DRAM global pada kuartal IV, sekaligus mendorong SK Hynix turun ke posisi kedua.

Para analis industri menyoroti bahwa Samsung dalam beberapa waktu terakhir terus memperkecil kesenjangan teknologi dengan para pesaingnya di segmen High Bandwidth Memory (HBM). Di saat yang sama, lonjakan investasi infrastruktur kecerdasan buatan, khususnya pusat data, turut mendorong kenaikan harga produk DRAM konvensional. Kombinasi kedua faktor ini memberikan dorongan signifikan terhadap pemulihan kinerja Samsung.


Persaingan Chip Memori Kian Memanas

Perubahan peringkat di pasar DRAM menjadi cerminan jelas bahwa persaingan di industri chip memori semakin sengit. Samsung sebelumnya menguasai pasar DRAM global selama 33 tahun berturut-turut, namun pada kuartal pertama tahun ini untuk pertama kalinya posisinya direbut oleh SK Hynix. Kemunduran tersebut terutama disebabkan oleh ketertinggalan Samsung dalam pengembangan teknologi HBM.

SK Hynix sendiri mencetak sejarah pada 2013 sebagai perusahaan pertama di dunia yang berhasil mengembangkan chip HBM, dan sejak saat itu terus mempertahankan dominasinya di pasar HBM global.

DRAM hingga kini masih menjadi jenis memori semikonduktor volatil yang paling luas digunakan di dunia. Sebagai memori utama perangkat elektronik, DRAM memungkinkan akses data berkecepatan tinggi dan digunakan secara luas pada server, ponsel pintar, PC, serta berbagai perangkat yang membutuhkan pemrosesan data cepat.

Sementara itu, HBM merupakan bentuk DRAM berkinerja tinggi yang dibangun dengan teknologi 3D stacking. Komponen ini telah menjadi bagian vital dalam aplikasi kecerdasan buatan (AI). Seiring meledaknya industri AI secara global, permintaan terhadap HBM pun meningkat dengan sangat pesat.

Pada kuartal kedua dan ketiga tahun ini, pendapatan DRAM Samsung masih tertinggal dari SK Hynix. Namun, seiring percepatan produksi HBM dan semakin stabilnya tingkat keberhasilan manufaktur, jarak antara kedua raksasa teknologi tersebut mulai menyempit pada kuartal ketiga.

Data dari lembaga riset industri Omdia yang dirilis akhir bulan lalu menunjukkan bahwa pada kuartal ketiga (Juli–September), penjualan DRAM global melonjak sekitar 30% secara kuartalan berkat kenaikan harga. SK Hynix kembali mempertahankan posisi puncak untuk tiga kuartal berturut-turut, diikuti Samsung Electronics di posisi kedua dan Micron di peringkat ketiga.

Dari sisi pangsa pasar berdasarkan pendapatan, SK Hynix menguasai 34,1% pasar DRAM global pada kuartal ketiga, turun 5,3 poin persentase dari 39,4% pada kuartal sebelumnya. Di sisi lain, pangsa pasar Samsung naik tipis dari 33,2% menjadi 33,7%. Selisih keduanya pun menyempit drastis dari 6,2 poin persentase menjadi hanya 0,4 poin, membuka peluang besar bagi perubahan peta kekuatan pasar di kuartal keempat.

接著讀

Inggris, Italia, dan Jepang Bersatu Kembangkan Jet Tempur Generasi Keenam, Targetkan Pengiriman Tahun 2035, Kantor Pusat di Inggris

Inggris, Italia, dan Jepang resmi memulai kerja sama trilateral untuk mengembangkan jet tempur generasi keenam dengan target pengiriman pada akhir tahun 2035. Proyek ini termasuk dalam program Global Combat Air Programme (GCAP) dan akan dipimpin oleh perusahaan patungan baru yang berkantor pusat di Inggris dengan CEO asal Italia. Komisi Eropa telah menyetujui pendirian perusahaan ini, di mana masing-masing pihak memiliki 33,3% saham. Pesawat ini juga berpotensi diekspor ke negara-negara lain, menandai babak baru dalam kerja sama industri pertahanan global.

464 天前