2026年9月10日

Dell Ungkap: Banyak Pelanggan Server Menunda Pengiriman Akibat Tantangan Pasokan Listrik

Pada 7 Oktober waktu setempat, Dell Technologies mengumumkan langkah besar dalam memperkuat proyeksi...

Pada 7 Oktober waktu setempat, Dell Technologies mengumumkan langkah besar dalam memperkuat proyeksi keuangannya di masa depan. Dalam pertemuan bersama para analis sekuritas, perusahaan menaikkan target pertumbuhan pendapatan tahunan dari sebelumnya 3–4% menjadi 7–9%, serta meningkatkan target pertumbuhan laba per saham (Non-GAAP EPS) dari minimal 8% menjadi setidaknya 15%. Meski Dell memproyeksikan bahwa pengiriman server AI akan mencapai USD 20 miliar pada tahun fiskal 2026, beberapa klien telah meminta penundaan pengiriman akibat kendala pasokan listrik.

Dell menegaskan bahwa perusahaan berada di posisi yang sangat menguntungkan untuk memanfaatkan revolusi teknologi—terutama dalam bidang kecerdasan buatan (AI)—yang berkembang dengan kecepatan luar biasa. Dengan portofolio lengkap dari infrastruktur pusat data hingga komputer pribadi, serta kekuatan di bidang rekayasa, implementasi, ekosistem, dan pembiayaan, Dell kini menjadi pemimpin dalam solusi infrastruktur AI.

Pelanggan kami sangat bersemangat mengadopsi AI dan memanfaatkan kekuatan komputasi, penyimpanan, serta jaringan yang kami sediakan untuk memungkinkan penerapan AI berskala besar,” ujar Michael Dell, Pendiri dan CEO Dell Technologies. “Kami telah berhasil mengubah antusiasme tersebut menjadi pertumbuhan bisnis nyata, arus kas yang kuat, dan pengembalian signifikan bagi para pemegang saham.”

Seiring maraknya pembangunan infrastruktur AI di berbagai negara, Dell telah menjadi salah satu klien terbesar NVIDIA, dengan membeli GPU dalam jumlah besar untuk memproduksi server AI yang kemudian dikirim ke klien besar seperti xAI dan CoreWeave.

Perusahaan juga menegaskan kembali proyeksi keuangan kuartal ketiga dan tahun fiskal 2026 (hingga 1 November 2025). Dell memperkirakan pendapatan dari server dan produk jaringan akan melonjak 69% dibanding tahun sebelumnya, mencapai rekor tertinggi sebesar USD 12,94 miliar. Selain itu, Dell menaikkan proyeksi pengiriman server AI tahun fiskal 2026 menjadi USD 20 miliar, hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Namun, Michael Dell juga memberikan peringatan bahwa ekspansi pusat data AI suatu saat akan mencapai titik jenuh, meski untuk saat ini belum ada tanda-tanda kelebihan kapasitas komputasi. Sejalan dengan pandangan tersebut, Kevin Scott, CTO Microsoft, mengatakan bahwa istilah “kekurangan daya komputasi” bahkan belum cukup menggambarkan situasi yang sebenarnya.

Tantangan baru kini muncul—pasokan listrik. Michael Dell mengungkapkan bahwa beberapa klien besar, termasuk OpenAI, telah melaporkan keterbatasan energi dan meminta penundaan pengiriman server AI. “Untuk menghasilkan triliunan token, menciptakan kecerdasan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya, “kita memerlukan bukan hanya daya komputasi, tetapi juga pasokan energi yang memadai.”

Menurut data dari U.S. Energy Information Administration (EIA), jaringan listrik Amerika Serikat diperkirakan akan menambah 63 GW kapasitas baru tahun ini. Namun, hanya dari rencana pembangunan pusat data OpenAI dan NVIDIA saja sudah membutuhkan sekitar 10 GW, atau hampir 16% dari total kapasitas tambahan. Hal ini menunjukkan betapa ledakan AI kini menekan infrastruktur energi dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

接著讀