2026年9月10日

Menantang pasar dengan penerbitan obligasi langka bertenor 100 tahun, mampukah Alphabet menghimpun dana sesuai rencana?

(Mountain View, 10 Februari) — Untuk menghadapi persaingan AI yang makin sengit dan kebutuhan modal ...

(Mountain View, 10 Februari) — Untuk menghadapi persaingan AI yang makin sengit dan kebutuhan modal yang melonjak, raksasa teknologi kini gencar menggalang dana lewat pasar obligasi. Alphabet pada Senin (9) berhasil menerbitkan obligasi korporasi senilai US$20 miliar, lebih besar dari rencana awal US$15 miliar, serta menarik pesanan lebih dari US$100 miliar. Ini menunjukkan investor masih bersedia mendanai ekspansi AI melalui penerbitan utang.

Selain obligasi dolar AS, Alphabet juga menyiapkan obligasi berdenominasi franc Swiss dan untuk pertama kalinya berencana menerbitkan obligasi pound sterling di Inggris—bahkan termasuk opsi yang sangat jarang, yakni obligasi 100 tahun (century bond). Jika terealisasi, Alphabet akan menjadi perusahaan teknologi pertama sejak era gelembung internet akhir 1990-an yang mencoba menerbitkan obligasi 100 tahun. Secara historis, penerbit obligasi 100 tahun dalam sterling lebih banyak berasal dari institusi non-teknologi seperti universitas dan perusahaan utilitas; di sektor teknologi, IBM pernah melakukannya pada 1996.

Langkah ini mengikuti jejak Meta dan Amazon yang sama-sama menaikkan belanja modal untuk AI. Rencana tersebut memicu kekhawatiran bahwa “perlombaan senjata AI” dan pembiayaan utang dalam jumlah besar dapat menekan pasar kredit. Namun, tingginya minat terhadap penerbitan Alphabet sementara ini meredakan kekhawatiran itu.

CIO Wavelength Capital Management, Andrew Dassori, menilai kondisi saat ini bukan siklus belanja modal yang biasa: perusahaan yang dulu menjadi penabung kas bersih kini semakin aktif mencari dana di pasar obligasi demi menjaga daya saing. Perubahan ini penting dalam menilai risiko dan imbal hasil obligasi korporasi AS.

Pasar obligasi semakin menjadi sumber utama dana bagi gelombang belanja tersebut. Oracle baru-baru ini menerbitkan obligasi US$25 miliar, dan proyeksi menyebut penerbitan obligasi investment grade AS tahun ini berpotensi mencapai sekitar US$2,25 triliun, rekor tertinggi. Sejumlah ahli strategi kredit memperingatkan bahwa suplai yang sangat besar pada akhirnya bisa menaikkan premi risiko perusahaan.

Obligasi dolar Alphabet kali ini dibagi menjadi tujuh tenor. Untuk tenor 40 tahun, spread akhirnya menyempit ke sekitar 0,95 poin persentase di atas obligasi pemerintah AS, lebih rendah dari perkiraan awal sekitar 1,2 poin, menandakan permintaan kuat untuk tenor panjang. Permintaan tenor pendek lebih besar lagi; tenor 3 tahun sempat menyempit ke sekitar 0,27 poin.

Alphabet juga menyatakan belanja modal tahun ini bisa mencapai US$185 miliar, melampaui total tiga tahun sebelumnya, terutama untuk pusat data, kapasitas cloud, dan infrastruktur AI guna mendukung pertumbuhan produk seperti Gemini. Perusahaan menyebut permintaan yang dipicu AI mulai terlihat pada kinerja pendapatan; pendapatan tahunan 2025 menembus US$400 miliar untuk pertama kali, dan kuartal terbaru juga melampaui ekspektasi pasar untuk pendapatan serta laba.

接著讀