2026年9月10日

Andy Bertarung Dengan Jianing Selama Setahun, Dakwa “Tidak Terima Satu Sen Pun,” Dedah Kisah Keluar Tanpa Apa-Apa

(Taipei, 21) YouTuber Taiwan Andy kembali membahas konflik dengan mantan pasangannya, Chia Ning, ter...

(Taipei, 21) YouTuber Taiwan Andy kembali membahas konflik dengan mantan pasangannya, Chia Ning, terkait masalah keuangan setelah putus. Pada tanggal 20, ia mengunggah video berjudul “Sudah Setahun — Rahasia yang Belum Pernah Saya Ungkap” untuk menjelaskan perkembangan terbaru kasus tersebut.

Andy mengungkapkan bahwa video viralnya tahun lalu, “Saya Kehilangan Segalanya Setelah Putus,” berhasil menembus 10 juta penonton dan menambah 2 juta subscriber hanya dalam 4 hari. Namun, hingga kini—setelah satu tahun—ia mengaku belum menerima sepeser pun dari pihak lawan.

Ia juga menjelaskan bahwa dua kali mediasi telah dilakukan, namun menurutnya tidak membuahkan hasil dan hanya membuang waktu. Sidang mediasi ketiga dijadwalkan bulan depan, dan ia merasa pihak lawan sengaja menunda proses, sehingga tidak dapat memastikan kapan kasus ini akan berakhir.

Mengenai kondisi mentalnya, Andy mengakui bahwa peristiwa ini meninggalkan dampak emosional. Ia mengatasi tekanan dengan berolahraga, meskipun pernah mengalami masa sulit hingga menangis sendirian. Namun, ia tetap berusaha bangkit dan melanjutkan hidup.

Andy juga mengungkap alasan di balik keputusan untuk mempublikasikan kasus ini. Awalnya ia tidak berniat membuka ke publik, hingga seorang teman dekat menyadarkannya bahwa ia kurang waspada terhadap situasi tersebut.

Sejak itu, ia mulai menyadari kemungkinan adanya jebakan dalam kerja sama bisnis mereka. Atas saran temannya, ia meminta bantuan pengacara untuk memeriksa keuangan, namun akhirnya justru keluar tanpa mendapatkan apa pun.

Di akhir video, Andy menyampaikan terima kasih kepada temannya yang telah membantu dan mendukungnya di masa sulit.

接著讀

Inggris, Italia, dan Jepang Bersatu Kembangkan Jet Tempur Generasi Keenam, Targetkan Pengiriman Tahun 2035, Kantor Pusat di Inggris

Inggris, Italia, dan Jepang resmi memulai kerja sama trilateral untuk mengembangkan jet tempur generasi keenam dengan target pengiriman pada akhir tahun 2035. Proyek ini termasuk dalam program Global Combat Air Programme (GCAP) dan akan dipimpin oleh perusahaan patungan baru yang berkantor pusat di Inggris dengan CEO asal Italia. Komisi Eropa telah menyetujui pendirian perusahaan ini, di mana masing-masing pihak memiliki 33,3% saham. Pesawat ini juga berpotensi diekspor ke negara-negara lain, menandai babak baru dalam kerja sama industri pertahanan global.

464 天前