2026年9月10日

Pesan WeChat vulgar tengah malam terungkap: diduga pelecehan seksual dan dipaksa memakai “lonceng anjing”, memicu kemarahan

Pelecehan seksual di tempat kerja — isu yang sudah sering terjadi namun tetap memicu kemarahan — kem...

Pelecehan seksual di tempat kerja — isu yang sudah sering terjadi namun tetap memicu kemarahan — kembali mengguncang industri otomotif. Kali ini, sorotan tertuju pada produsen mobil asal Tiongkok, Chery.

Kasus ini bermula pada akhir Maret 2026, ketika sebuah surat pengaduan實名 yang ditujukan kepada Ketua Chery, Yin Tongyue, mulai beredar di internet. Pelapor adalah seorang karyawan perempuan Gen-Z dari divisi ekosistem kendaraan komersial, yang menuduh eksekutif senior Jiang Wenbo melakukan pelecehan, tekanan verbal, serta penyalahgunaan kekuasaan.

Dalam suratnya, ia menulis:
“Selama lebih dari enam bulan bekerja, saya mengalami serangan verbal dan pelecehan di tempat kerja, hingga menyebabkan kecemasan berat dan insomnia. Saya bahkan tidak berani masuk kerja lagi.”

Menurut isi laporan, tindakan tersebut tidak hanya berupa pesan tidak pantas dan gangguan di malam hari, tetapi juga melibatkan pelanggaran batas fisik di ruang tertutup, serta ancaman terkait status kerja seperti tidak diperpanjang kontrak atau dipecat.

Lebih jauh, laporan tersebut menggambarkan lingkungan kerja yang tidak sehat, di mana atasan diduga memperlakukan bawahan sebagai alat pribadi, bahkan merendahkan martabat mereka.

Pengaduan diterima perusahaan pada 28 Maret. Yang cukup mengejutkan, Chery merespons dengan sangat cepat. Pada 1 April, perusahaan mengeluarkan pernyataan resmi bahwa tim investigasi telah dibentuk, dan pada 31 Maret, eksekutif tersebut telah diberhentikan serta kontraknya diputus.

Artinya, seluruh proses hanya memakan waktu tiga hari — sebuah respons yang tergolong sangat cepat.

Setelah itu, perusahaan juga segera menunjuk pengganti untuk menjaga stabilitas internal.

Namun, pertanyaan yang lebih besar tetap ada:
Bagaimana perilaku seperti ini bisa berlangsung lama dalam sebuah perusahaan besar? Dan bagaimana pelaku bisa terus naik jabatan?

Kasus ini bukan yang pertama. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai perusahaan besar di sektor konsultasi dan teknologi juga menghadapi isu serupa, menunjukkan adanya celah sistemik yang memungkinkan penyalahgunaan kekuasaan terjadi.

Menurut hukum Tiongkok (Pasal 1010 KUH Perdata), pelecehan melalui kata-kata, tindakan, atau penyalahgunaan wewenang termasuk dalam kategori pelecehan seksual. Berdasarkan laporan, kasus ini tampaknya telah melanggar berbagai batas.

Keberanian seorang karyawan muda untuk berbicara bukan hanya mengungkap satu individu, tetapi juga membuka tabir masalah yang lebih luas.

Respons cepat selama tiga hari memang patut diapresiasi. Namun, pertanyaan utamanya tetap: mengapa hal ini bisa terjadi sejak awal?

Tempat kerja seharusnya bukan ruang bagi penyalahgunaan kekuasaan. Setiap orang yang berani berkata “tidak” sedang mendorong perubahan menuju lingkungan yang lebih adil dan aman.

接著讀