2026年9月10日

Pemeran utama Anne Hathaway dalam The Devil Wears Prada 2 menerima hadiah sepatu hak tinggi bordir di Korea Selatan, namun justru memicu komentar sinis dari warganet

Pada 9 April, warganet ramai membicarakan sebuah “hadiah budaya” yang diberikan kepada Anne Hathaway...

Pada 9 April, warganet ramai membicarakan sebuah “hadiah budaya” yang diberikan kepada Anne Hathaway dan Meryl Streep di acara premier Seoul untuk film The Devil Wears Prada 2—yang justru memicu kontroversi di internet.

Untuk menonjolkan identitas lokal, pihak penyelenggara Korea menghadiahkan sepatu hak tinggi custom bertema “K-floral heels,” yang menggabungkan teknik bordir tradisional dengan desain modern. Sepatu tersebut dihiasi motif bunga peony dan burung bangau dengan warna mencolok, bertujuan menghadirkan perpaduan budaya dan mode.

Namun, respons publik justru beragam. Setelah foto beredar, banyak netizen menilai desainnya terlalu “norak” dan membandingkannya dengan motif tradisional Tiongkok seperti “baju bunga khas Timur Laut” atau sepatu bordir klasik. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai “versi Korea dari sepatu bunga Timur Laut,” dengan kritik bahwa hasil akhirnya gagal secara estetika.

Perdebatan kemudian berkembang ke isu budaya. Beberapa pihak menyoroti bahwa motif peony dan bangau merupakan simbol penting dalam budaya Tiongkok, sehingga muncul pertanyaan mengenai pelabelan “gaya Korea.” Hal ini memicu tudingan apropriasi budaya serta kritik bahwa elemen tersebut digunakan tanpa pemahaman mendalam.

Diskusi ini pun melampaui sekadar penilaian fashion. Ia menjadi refleksi tentang bagaimana elemen tradisional diadaptasi ke dalam desain modern—bukan sekadar dipinjam, tetapi bagaimana makna dan esensinya dapat tetap terjaga.

Dalam dunia The Devil Wears Prada, gaya sejati bukan hanya soal penampilan, tetapi juga tentang selera, konteks, dan pemahaman.

接著讀

"Operasi Midnight Hammer": Serangan Udara AS ke Iran Mengejutkan Dunia—Trump Jadi Pengalih Terbaik?

Saat perhatian dunia tertuju pada konflik Timur Tengah, AS tiba-tiba melancarkan serangan udara presisi ke fasilitas nuklir bawah tanah Iran. Klaimnya: misi sukses dan aman. Namun yang paling mengejutkan bukanlah ledakan itu sendiri, melainkan bagaimana Pentagon berhasil menyesatkan analis dan intelijen global. Ini bukan sekadar serangan udara, tetapi pertunjukan seni perang modern berbasis tipu daya.

444 天前