2026年9月10日

Pelatih Sepak Bola Amerika Jadi Sorotan usai “Dibongkar” Sang Putri: Enggan Bayar Kantong Belanja, Pulang Malah Bawa Keranjang Supermarket—Padahal Gajinya Tembus Rp90 Miliar per Tahun

Lane Kiffin adalah sosok pelatih football Amerika yang cukup terkenal. Saat ini, ia menjabat sebagai...

Lane Kiffin adalah sosok pelatih football Amerika yang cukup terkenal. Saat ini, ia menjabat sebagai pelatih kepala tim football Louisiana State University (LSU).

Menurut laporan pada 27 Desember waktu setempat, Kiffin mendadak jadi bahan perbincangan hangat warganet—bahkan ramai jadi sasaran lelucon. Alasannya bukan soal strategi di lapangan, melainkan karena sebuah video singkat yang membuat banyak orang kaget: kebiasaan hidupnya dinilai “terlalu pelit”.

Yang mengungkap kebiasaan itu justru putrinya sendiri, Landry Kiffin, yang kini berusia 21 tahun.

Landry, yang aktif di media sosial dan memiliki lebih dari 180 ribu pengikut, membagikan momen ketika ayahnya baru pulang dari belanja di supermarket. Dalam video tersebut, sang pelatih terlihat menenteng satu galon besar susu dan air minum di satu tangan, sementara tangan lainnya membawa keranjang plastik belanja yang penuh dengan bahan makanan.

Di keterangan video, Landry menulis, “Pertama kali membiarkan dia pergi ke toko sendirian.” Tak lama kemudian, ia menambahkan candaan lain: “Hak belanjanya dicabut.”

Dalam cuplikan itu, Landry sempat bertanya, “Kenapa kamu bawa itu pulang?” Kiffin menjawab dengan santai bahwa ia tidak punya pilihan lain—karena kantong belanja harus bayar. Ia menjelaskan bahwa toko mengenakan biaya untuk kantong, dan karena ia menggunakan self-checkout, akhirnya ia membawa keranjang belanja itu keluar begitu saja.

Meski durasinya hanya 16 detik, video tersebut langsung viral. Di satu platform saja, jumlah penontonnya disebut melampaui 7 juta kali, disertai gelombang repost dan komentar. Banyak yang bercanda, konten Landry yang biasanya “serba rapi” justru kalah mencuri perhatian dibanding ayahnya yang memakai sandal jepit sambil menenteng keranjang supermarket.

Respons warganet pun beragam. Sebagian orang mengecam tindakan tersebut dan menilai membawa pulang keranjang toko bisa dianggap tidak semestinya—bahkan ada yang menyebutnya bisa masuk kategori pelanggaran—serta menyarankan agar keranjang segera dikembalikan. Namun, lebih banyak yang memilih menertawakan sisi “super hemat” Kiffin, sambil menyindir: “Harga kantong belanja memangnya berapa sih? Jangan-jangan cuma alasan saja.”

Padahal, jika bicara soal pemasukan, biaya kantong belanja jelas tidak berarti apa-apa baginya. Disebutkan bahwa pada akhir November tahun ini, Kiffin dan LSU menandatangani kontrak bernilai total hingga 91 juta dolar AS (sekitar RMB 640 juta). Nilai itu membuatnya menjadi pelatih football kampus dengan pendapatan tertinggi kedua dalam sejarah Amerika Serikat, hanya berada di bawah pelatih Georgia, Kirby Smart.

Dalam kontrak tersebut, Kiffin akan menangani LSU Tigers selama tujuh tahun, dengan rata-rata gaji sekitar 13 juta dolar AS per tahun (sekitar RMB 90 juta). Selain itu, ada pula bonus performa—misalnya, jika berhasil menjuarai kejuaraan nasional, ia bisa memperoleh bonus hingga 1 juta dolar AS.

Kepindahan Kiffin ke LSU juga sempat memicu kontroversi. Pasalnya, rival besar LSU adalah Ole Miss Rebels—tim yang pernah ia latih sebelumnya. Ketika kabar kepindahannya mencuat, sebagian fans Ole Miss disebut ramai-ramai melontarkan cemoohan.

Kiffin sendiri memiliki tiga anak dari pernikahannya dengan mantan istrinya, Layla Reeves. Landry sebagai anak tertua kerap menampilkan gaya hidup dan konten personalnya di media sosial. Karena itu, muncul pula candaan warganet: mungkin Kiffin begitu “irit” soal kantong belanja karena harus tetap “memanjakan” putrinya.

Seperti komentar yang beredar: kalau di rumah ada yang doyan belanja, ya harus ada juga yang kebagian tugas berhemat.

接著讀