2026年9月10日

Laporan Keuangan Q1 FY2025 NVIDIA: Pendapatan Rekor $44,1 Miliar, Namun Laba Tertekan Larangan Ekspor

Raksasa chip AI global, NVIDIA (NASDAQ: NVDA), merilis laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2025, dengan kinerja pendapatan yang mengesankan—mencapai $44,1 miliar, naik 12% dibanding kuartal sebelumnya dan melonjak 69% secara tahunan, mencatat rekor baru.

Namun, di balik pertumbuhan pendapatan yang pesat ini, terlihat dampak signifikan dari ketegangan geopolitik. Akibat larangan ekspor chip AS ke Tiongkok, NVIDIA mencatat kerugian $4,5 miliar dari penumpukan stok chip H20, yang langsung menekan margin laba kotor GAAP dari 71,3% menjadi 60,5%. Laba per saham (EPS) turun dari potensi $0,96 menjadi $0,76 (EPS yang disesuaikan: $0,81).

Meski demikian, CEO NVIDIA Jensen Huang dalam laporan keuangan menyatakan keyakinannya pada permintaan infrastruktur AI global. Superkomputer AI generasi baru Blackwell NVL72 telah sepenuhnya diproduksi, dan output token inferensi AI melonjak sepuluh kali lipat dibanding tahun lalu. Banyak negara kini menganggap AI sebagai infrastruktur strategis setara dengan listrik. Hal ini selaras dengan visi perusahaan tentang “pabrik AI,” didukung pendapatan pusat data yang mencapai rekor $22,6 miliar kuartal ini.

Selain itu, NVIDIA mengumumkan akan membagikan dividen kuartalan sebesar $0,01 per saham pada 3 Juli. Melihat kinerja finansialnya, pendapatan NVIDIA melonjak dari $26 miliar di Q1 2024 menjadi $39,3 miliar di Q4 2024, dan kini menembus $44 miliar—menunjukkan kekuatan momentum pertumbuhan di era AI. Namun, analis mengingatkan bahwa potensi kerugian $8 miliar akibat larangan ekspor pada kuartal ini tetap menjadi risiko yang perlu diwaspadai.

Poin Inti
🔍 Pendapatan rekor vs. tekanan laba: Pendapatan rekor NVIDIA menegaskan posisinya yang tak tergantikan di pasar AI, tetapi kerugian inventaris akibat larangan ekspor menunjukkan ketergantungannya pada pasar Tiongkok.

🔍 Optimisme jangka panjang pada infrastruktur AI: CEO Jensen Huang menekankan bahwa “AI adalah infrastruktur baru,” menunjukkan fokus perusahaan pada pertumbuhan jangka panjang.

🔍 Fokus ke depan: Bagaimana NVIDIA mengatasi dampak kerugian inventaris jangka pendek dan menavigasi risiko geopolitik akan menentukan valuasi pasar berikutnya.

接著讀