Laporan Keuangan Q1 FY2025 NVIDIA: Pendapatan Rekor $44,1 Miliar, Namun Laba Tertekan Larangan Ekspor
Raksasa chip AI global, NVIDIA (NASDAQ: NVDA), merilis laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2025, dengan kinerja pendapatan yang mengesankan—mencapai $44,1 miliar, naik 12% dibanding kuartal sebelumnya dan melonjak 69% secara tahunan, mencatat rekor baru.
Namun, di balik pertumbuhan pendapatan yang pesat ini, terlihat dampak signifikan dari ketegangan geopolitik. Akibat larangan ekspor chip AS ke Tiongkok, NVIDIA mencatat kerugian $4,5 miliar dari penumpukan stok chip H20, yang langsung menekan margin laba kotor GAAP dari 71,3% menjadi 60,5%. Laba per saham (EPS) turun dari potensi $0,96 menjadi $0,76 (EPS yang disesuaikan: $0,81).
Meski demikian, CEO NVIDIA Jensen Huang dalam laporan keuangan menyatakan keyakinannya pada permintaan infrastruktur AI global. Superkomputer AI generasi baru Blackwell NVL72 telah sepenuhnya diproduksi, dan output token inferensi AI melonjak sepuluh kali lipat dibanding tahun lalu. Banyak negara kini menganggap AI sebagai infrastruktur strategis setara dengan listrik. Hal ini selaras dengan visi perusahaan tentang “pabrik AI,” didukung pendapatan pusat data yang mencapai rekor $22,6 miliar kuartal ini.
Selain itu, NVIDIA mengumumkan akan membagikan dividen kuartalan sebesar $0,01 per saham pada 3 Juli. Melihat kinerja finansialnya, pendapatan NVIDIA melonjak dari $26 miliar di Q1 2024 menjadi $39,3 miliar di Q4 2024, dan kini menembus $44 miliar—menunjukkan kekuatan momentum pertumbuhan di era AI. Namun, analis mengingatkan bahwa potensi kerugian $8 miliar akibat larangan ekspor pada kuartal ini tetap menjadi risiko yang perlu diwaspadai.
Poin Inti
🔍 Pendapatan rekor vs. tekanan laba: Pendapatan rekor NVIDIA menegaskan posisinya yang tak tergantikan di pasar AI, tetapi kerugian inventaris akibat larangan ekspor menunjukkan ketergantungannya pada pasar Tiongkok.
🔍 Optimisme jangka panjang pada infrastruktur AI: CEO Jensen Huang menekankan bahwa “AI adalah infrastruktur baru,” menunjukkan fokus perusahaan pada pertumbuhan jangka panjang.
🔍 Fokus ke depan: Bagaimana NVIDIA mengatasi dampak kerugian inventaris jangka pendek dan menavigasi risiko geopolitik akan menentukan valuasi pasar berikutnya.
Di Balik Kebakaran Hung Fuk Court Hong Kong — Klaim Asuransi dan Panduan Asuransi Rumah
Pada 2 Desember, kebakaran di Hung Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, menewaskan 156 orang, dengan sekita...
Saat Makam Lebih Mahal dari Rumah: Warga Tiongkok Mulai Menolak Membeli
Selama ini, dalam bayangan banyak orang, industri pemakaman dan layanan duka adalah bisnis “anti bad...
Chip Xiaomi XuanJie O1 Masuk “Kenangan Tahunan” People’s Daily
Pada 30 Desember, People’s Daily merilis rangkuman “Kenangan Tahunan” 2025, menampilkan chip unggula...
Lawan U23 China Bermain Curang! Aturan Dipaksa Diubah Jadi 11 vs 10, Namun Tetap Tumbang oleh Gol Lob Spektakuler 65 Meter Wang Yudong
Timnas China U23 tengah mematangkan persiapan menuju Piala Asia U23. Dalam laga uji coba melawan Kir...
[Indonesia Masters] Menang dua gim langsung atas ganda putri tuan rumah, Le-Ti lolos ke final untuk dua edisi beruntun
(Jakarta, 24) Semifinal ganda putri Indonesia Masters (Super 500) digelar hari ini. Pasangan Malaysi...
Microsoft Kembangkan “Kaca Milenium”: 4,8TB Data dalam Satu Lembar
Tim peneliti Microsoft berhasil mengembangkan teknologi penyimpanan data berbasis kaca dengan menuli...
Idola Wanita Kehilangan Banyak Tawaran Kerja Selepas Keluar Kumpulan, Menangis Akui Sukar Bayar Sewa
(Tokyo, 19) Mantan anggota Hinatazaka46, Suzuka Tomita, dikabarkan mengalami kesulitan finansial set...
Soya Xu Suxuan Kembali Rilis Lagu Menyentuh “I Once Pretended I Didn’t Hurt” — Ungkap Perasaan Nyata dari Seseorang yang Terlalu Tenggelam dalam Cinta
(Kuala Lumpur, 27 Maret) Kreator konten asal Malaysia yang kini beralih menjadi penyanyi, Soya Xu Su...
Tiga kali beruntun gagal ke Piala Dunia! Para pemain Italia menangis di lapangan, selebrasi sebelum laga jadi ironi, komentar tajam Huang Jianxiang pun memicu perdebatan.
Pada 1 April, Italia kalah adu penalti 1–4 dari Bosnia dan Herzegovina dan kembali gagal lolos ke Pi...