2026年9月10日

Negosiasi Rusia-Ukraina di Istanbul Mendekat, Kremlin Mungkin Kirim Medvedev untuk Bertemu Zelensky

Menurut laporan 14 Mei, sumber Kremlin mengungkapkan bahwa Rusia kemungkinan akan mengirim mantan Presiden sekaligus Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Dmitry Medvedev ke Istanbul pada 15 Mei untuk melakukan perundingan langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Informasi ini belum dikonfirmasi secara resmi.

Ketua Komite Urusan Internasional Duma Rusia, Leonid Slutsky, mengatakan delegasi Rusia yang menuju Istanbul telah bersiap untuk “syarat negosiasi paling sulit.” Ia tidak mengonfirmasi apakah dirinya termasuk dalam delegasi, dan mengacu pada praktik tahun 2022, menyatakan daftar anggota baru akan diumumkan pada 15 Mei.

Slutsky menegaskan kembali posisi Rusia yang tegas: “denazifikasi,” “demiliterisasi” Ukraina, mempertahankan status netral, serta menolak bergabung dengan aliansi militer mana pun. Ia juga menolak kehadiran pasukan penjaga perdamaian atau jaminan dari pihak ketiga.

Ia menekankan bahwa negosiasi harus bersifat bilateral antara Rusia dan Ukraina, dan negara-negara ketiga yang benar-benar ingin membantu harus menekan Kyiv agar melakukan negosiasi sungguh-sungguh. Hanya jika hasil awal yang stabil tercapai pada 15 Mei, maka kemungkinan gencatan senjata penuh dapat dibicarakan. Menurut Slutsky, pertemuan tingkat kepala negara saat ini masih terlalu dini.

Ketika ditanya apakah Presiden Putin akan hadir, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menjawab bahwa Moskow hanya menilai pernyataan resmi Presiden Putin dan tidak menanggapi inisiatif dari pihak Kyiv.

Sebelumnya, pihak Ukraina menegaskan perlunya gencatan senjata awal sebelum pertemuan puncak, meskipun Zelensky menyatakan dirinya siap bertemu langsung dengan Putin di Istanbul.

Sementara itu, Amerika Serikat menunjukkan minat terhadap perundingan ini. Utusan Khusus AS untuk Rusia dan Ukraina, Keith Kellogg, mengatakan jika Putin hadir, itu akan menjadi dasar penting untuk kunjungan Presiden Trump ke Istanbul. Media AS melaporkan bahwa Kellogg dan Utusan Timur Tengah AS Steve Witkoff berencana menghadiri pembicaraan tersebut.

Pada 12 Mei, Presiden Ukraina dan Presiden Turki Erdoğan melakukan pembicaraan via telepon, menyepakati pentingnya memanfaatkan semua mekanisme yang tersedia untuk memulai kembali negosiasi.


Analisis Pandangan:

  • Kemunculan Kembali Medvedev Isyaratkan Pendekatan Cermat Kremlin:
    Mengirim Medvedev alih-alih Putin mencerminkan pendekatan diplomatik bertahap, untuk menguji kemungkinan terobosan tanpa mempertaruhkan legitimasi tingkat tinggi.
  • Posisi Rusia Tetap Keras:
    Tuntutan klasik Rusia menunjukkan belum ada sinyal pelunakan sikap, menurunkan ekspektasi keberhasilan jangka pendek.
  • Ukraina Tunjukkan Fleksibilitas Bersyarat:
    Zelensky bersedia bertemu Putin, tapi hanya setelah gencatan senjata awal—strategi yang sesuai dengan tekanan dalam negeri dan ekspektasi global.
  • Turki Perkuat Peran Sebagai Mediator Netral:
    Erdoğan memanfaatkan posisi geopolitiknya untuk menjaga relevansi diplomatik Turki dalam konflik besar ini.
  • Keterlibatan AS Tambahkan Dimensi Geopolitik:
    Dengan kehadiran utusan AS, perundingan ini juga bisa menjadi ajang unjuk kekuatan diplomatik antara AS dan Rusia.

接著讀