2026年9月10日

Di Ambang Krisis: Satu-Satunya Klub Milik Tiongkok di Lima Liga Top Eropa, Wolves Hanya Raih 2 Poin dari 15 Laga di Tengah Jadwal Neraka

Saat ini, hanya tersisa satu klub milik investor Tiongkok di lima liga top Eropa, dan itu adalah Wol...

Saat ini, hanya tersisa satu klub milik investor Tiongkok di lima liga top Eropa, dan itu adalah Wolverhampton Wanderers yang kini justru terpuruk di dasar klasemen Liga Inggris. Pada laga terakhir pekan ke-15 Premier League, Wolves harus menelan kekalahan telak 1-4 di kandang sendiri dari Manchester United, sekaligus memperpanjang rekor buruk mereka menjadi delapan kekalahan beruntun di liga. Hingga 15 pertandingan berlalu, mereka baru mengoleksi 2 poin, sebuah catatan yang nyaris menutup pintu harapan. Dalam situasi seperti ini, degradasi terasa semakin tak terhindarkan.

Musim ini, Wolves membuat keputusan berisiko dengan menjual striker andalan mereka, Matheus Cunha, ke Manchester United. Namun, para pemain baru yang didatangkan sebagai pengganti belum mampu menemukan ketajaman di lini depan. Di tengah persaingan Premier League yang sangat ketat, menjual pemain inti saat berada di papan bawah adalah perjudian berbahaya. Sedikit saja kesalahan bisa langsung menyeret tim ke jurang degradasi. Dengan hanya 2 poin dari 15 laga, Wolves kini menjadi tim dengan poin terendah di antara seluruh klub di lima liga top Eropa musim ini, benar-benar berada di tepi jurang kehancuran.

Nasib buruk Wolves pun belum berhenti sampai di situ. Desember menghadirkan jadwal yang nyaris tak memberi ruang untuk bernapas. Setelah dipermalukan Manchester United di kandang, mereka masih harus bertandang ke markas pemuncak klasemen Arsenal, kemudian menjamu Brentford, melawat ke kandang Liverpool, serta kembali menghadapi Manchester United di laga tandang. Jika hasil negatif terus berlanjut, bukan tidak mungkin Wolves akan menutup bulan Desember dengan tetap berada di angka 2 poin.

Jika skenario terburuk itu benar-benar terjadi, Wolves tampaknya sudah harus mulai bersiap menghadapi kenyataan bermain di Divisi Championship musim depan. Dengan kondisi finansial klub saat ini, turun kasta justru mungkin memberi mereka ruang hidup yang lebih realistis. Di sisi lain, ada satu peluang yang bisa dimanfaatkan—Championship bisa menjadi panggung penting bagi para pemain muda Tiongkok untuk mengasah kemampuan dan menambah jam terbang di Eropa, jika dikelola dengan visi jangka panjang.

接著讀

Piala Dunia Antarklub Guncang Peta Sepak Bola: Liga Eropa Tak Lagi Tak Terkalahkan?

Piala Dunia Antarklub 2025 yang diperluas telah dimulai, menghadirkan 64 pertandingan antar benua yang bukan hanya menghibur, tetapi juga meruntuhkan anggapan lama tentang dominasi Eropa di sepak bola dunia. Kolumnis ESPN, Ryan O'Hanlon, menunjukkan bahwa kejutan-kejutan dari tim-tim non-tradisional sedang mengubah definisi kekuatan sejati di dunia sepak bola.

440 天前