2026年9月10日

Li Hongyi Kena “Perintah Pembatasan Konsumsi” dari Pengadilan — Dilarang Naik Pesawat, Kereta Cepat, dan Menginap di Hotel Berbintang

Chinese actor Li Hongyi, 27, rose in popularity in recent years for his role as Xiao Se in The Blood...

Aktor Tiongkok Li Hongyi (27), yang belakangan naik daun lewat perannya sebagai Xiao Se dalam The Blood of Youth, kini dikabarkan dikenai perintah pembatasan konsumsi (pembatasan pengeluaran tinggi) oleh pengadilan. Menurut laporan, ia terlibat sengketa kontrak dengan Hunan Mango Entertainment Co., Ltd. Karena tidak memenuhi kewajiban pembayaran dalam tenggat yang tertera pada surat pemberitahuan eksekusi, pengadilan disebut telah menerapkan pembatasan konsumsi, dan perkara dibuka untuk eksekusi paksa pada 8 Desember.

Salinan perintah yang beredar luas menyebut Li dibatasi melakukan berbagai pengeluaran tinggi yang bukan kebutuhan hidup maupun pekerjaan. Rinciannya antara lain: dilarang naik pesawat, kereta dengan kelas soft sleeper, serta kapal dengan kabin kelas dua ke atas. Ia juga disebut tidak boleh menggunakan kursi pada kereta cepat seri “G”. Selain itu, pengeluaran di hotel berbintang, klub malam, dan lapangan golf turut dibatasi. Perintah tersebut juga mencantumkan larangan membeli properti, menyewa kantor premium, menyekolahkan anak di sekolah swasta berbiaya tinggi, serta membeli produk asuransi bernilai besar dan produk pengelolaan keuangan.

Pengadilan disebut memperingatkan bahwa pelanggaran yang terbukti dapat berujung denda atau penahanan, dan untuk kasus serius dapat diproses pidana sesuai hukum. Pembatasan berlaku sampai kewajiban dalam dokumen hukum dipenuhi. Karena Li Hongyi masih aktif berkarier di industri hiburan, kabar ini pun memicu perhatian publik.

Menurut pemberitaan media Tiongkok sebelumnya, saat berusia 16 tahun Li menandatangani kontrak artis selama 8 tahun melalui wali dengan Mango Entertainment, dengan ketentuan perusahaan menyediakan dana pelatihan minimal RMB 100.000. Jika melanggar, ia disebut harus membayar denda RMB 1.000.000 per tahun untuk sisa masa kontrak. Pada 2017 ia dilaporkan memutus kontrak sepihak sehingga berlanjut ke proses hukum; putusan pada 2019 disebut mewajibkan melanjutkan kontrak dan membayar kompensasi RMB 2.000.000. Laporan juga menyebut pada 2023 perusahaan mengajukan tambahan ganti rugi dengan klaim bahwa pekerjaan syuting sebelumnya merupakan “kegiatan pribadi tanpa izin” dan pendapatan terkait harus diserahkan sepenuhnya.

接著讀