2026年9月10日

Liga Super Tenis Meja China (Beregu Putri): Juara Bertahan Gagal Pertahankan Emas, Shenzhen University Menang 3-1 atas Shandong Luneng di Final dan Resmi Jadi Kampiun

Pada 28 Desember waktu Beijing, final beregu putri Liga Pincao Tiongkok 2025 resmi berakhir. Juara b...

Pada 28 Desember waktu Beijing, final beregu putri Liga Pincao Tiongkok 2025 resmi berakhir. Juara bertahan Shandong Luneng harus mengakui keunggulan lawan setelah bintang utama mereka, Wang Manyu, tidak turun di laga puncak. Di sisi lain, Shenzhen University Club—runner-up musim lalu—juga tampil tanpa andalan mereka, Sun Yingsha, namun tetap mampu menang meyakinkan 3-1 dan kembali naik ke puncak.

Sorotan utama final ini datang dari pemain muda Qin Yuxuan yang tampil luar biasa dengan menyumbang dua poin kemenangan. Miu Hirano (Jepang) memang kalah di partai tunggal, tetapi ia berduet dengan Kuai Man untuk mengamankan kemenangan di partai ganda pembuka. Dari kubu Shandong, Qian Tianyi gagal di tunggal, sementara pasangan ganda Chen Xingtong/Qian Tianyi juga tak mampu membalikkan keadaan. Dua partai tunggal lainnya berakhir dengan kekalahan Xu Yi dan satu-satunya poin Shandong dipersembahkan oleh Chen Xingtong, sehingga laga kelima pun tidak perlu dimainkan.

【Sorotan Pertandingan】

Shenzhen University sebenarnya datang dengan kekuatan bertabur juara dunia: Sun Yingsha, Kuai Man, dan Miu Hirano. Namun, Sun Yingsha sudah lebih dulu mengumumkan mundur sebelum semifinal karena cedera. Shandong Luneng juga diperkuat dua juara dunia, Wang Manyu dan Chen Xingtong, tetapi meski Wang Manyu sempat tampil di semifinal, namanya tidak masuk susunan pemain di final.

Musim lalu, final beregu putri berjalan hingga lima partai dan Shandong menang tipis 3-2 atas Shenzhen University, dengan Sun Yingsha kala itu “percuma” meraih dua poin. Tahun ini, ketika Sun Yingsha dan Wang Manyu sama-sama absen di final, hasil pertandingan otomatis menjadi jauh lebih sulit diprediksi—dan Shenzhen University membuktikan diri sebagai tim yang paling siap serta paling rapi eksekusinya.

【Jalannya Pertandingan】

Partai 1 (Ganda): Kuai Man / Miu Hirano menang atas Chen Xingtong / Qian Tianyi 3-0 (11-6, 11-7, 11-6)

Partai 2 (Tunggal): Qin Yuxuan menang atas Xu Yi 3-0 (13-11, 11-8, 11-8)

Partai 3 (Tunggal): Chen Xingtong menang atas Miu Hirano 3-0 (11-9, 11-5, 11-6)

Partai 4 (Tunggal): Qin Yuxuan menang atas Qian Tianyi 3-1 (12-10, 11-2, 9-11, 11-5)

Partai 5 (Tunggal): Kuai Man vs Xu Yi (tidak dimainkan)

Shenzhen University langsung “memanaskan” final sejak partai ganda. Meski Kuai Man dan Miu Hirano tidak terlalu sering berpasangan, mereka tampil solid dan terutama unggul jelas dalam tempo serta kecepatan bola dibanding Chen Xingtong/Qian Tianyi. Tiga gim berjalan di bawah kontrol Shenzhen, menang 3-0 tanpa memberi Shandong kesempatan masuk ke fase poin-poin krusial.

Di partai kedua, duel dua pemain muda sempat ketat pada gim pertama. Qin Yuxuan bahkan sempat berada dalam tekanan, tetapi mampu melewati momen sulit dan mencuri gim pembuka. Setelah itu, ia semakin dominan, menekan Xu Yi dengan ritme stabil hingga menutup laga 3-0. Keunggulan 2-0 pun membuat Shandong berada di ujung tanduk.

Partai ketiga mempertemukan dua juara dunia dalam duel Tiongkok vs Jepang: Chen Xingtong melawan Miu Hirano. Dengan kondisi hampir tersingkir, Shandong menurunkan Chen Xingtong dan mendapat respons yang sangat tegas. Hirano berjuang keras, namun dari sisi kelengkapan teknik dan konsistensi, Chen berada di level yang lebih unggul dan menyapu bersih 3-0 untuk memperpanjang napas Shandong.

Namun, momen penentuan datang di partai keempat. Qin Yuxuan kembali turun menghadapi Qian Tianyi—salah satu pemain terbaik di luar inti utama timnas dan pernah menempati peringkat 5 dunia. Qin tampil berani sejak awal, merebut dua gim pertama dan membawa Shenzhen semakin dekat dengan trofi. Meski Qian sempat mencuri satu gim, Qin tetap tenang, menutup gim keempat, dan memastikan kemenangan 3-1. Shenzhen University pun resmi kembali menjadi juara beregu putri Pincao 2025.

接著讀