2026年9月10日

Gelombang PHK: Ericsson dan Nokia Terkena Dampak Terparah di Markas Eropa

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) tengah melanda industri telekomunikasi global, dari operato...

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) tengah melanda industri telekomunikasi global, dari operator hingga vendor peralatan. Akhir tahun lalu, operator besar seperti Verizon, Telefónica, dan BT melakukan pengurangan karyawan besar-besaran. Kini, raksasa peralatan telekomunikasi juga ikut memangkas tenaga kerja: Ericsson berencana mengurangi sekitar 1.600 posisi di Swedia, sekitar 13% dari total karyawan lokal, sementara Nokia melakukan PHK di Jerman, Prancis, Yunani, dan Italia.

PHK ini dipicu oleh pasar RAN (Radio Access Network) global yang lesu dan permintaan telekom Eropa yang melemah. Menurut Omdia, pasar RAN global mencapai puncak selama ledakan 5G dan mengalami kontraksi selama dua tahun berturut-turut. Penyebaran 6G skala besar diperkirakan baru akan terjadi pada 2028-2029, sehingga vendor menghadapi beberapa tahun pertumbuhan pasar yang rendah.

Eropa, yang sebelumnya menjadi basis kuat Nokia dan Ericsson, kini menjadi wilayah terdampak paling parah. Penurunan kontribusi pendapatan, regulasi yang ketat, dan faktor geopolitik mendorong kedua perusahaan untuk memfokuskan investasi ke Amerika Utara. Nokia telah menambah investasi $4 miliar di AS untuk memperluas R&D dan kapasitas manufaktur, sementara Ericsson membangun pabrik pintar 5G untuk melayani pelanggan lokal.

Analis menilai saat ini merupakan “paruh kedua” era 5G, dengan permintaan pembaruan peralatan terbatas. Para vendor harus bertahan menghadapi periode ini hingga penyebaran 6G menghadirkan siklus pertumbuhan baru.

接著讀