Berderai Air Mata di Lapangan! Yang Mengejutkan Bukan Kekalahan 1–3 China dari Prancis, tapi Pernyataan Zhao Yong Usai Laga
Pada malam 31 Agustus waktu Beijing, laga babak 16 besar Kejuaraan Dunia Voli Putri menghadirkan kej...
Pada malam 31 Agustus waktu Beijing, laga babak 16 besar Kejuaraan Dunia Voli Putri menghadirkan kejutan besar. Tim voli putri China secara tak terduga kalah 1–3 dari Prancis, mencatatkan pencapaian terburuk mereka dalam empat edisi terakhir turnamen. Skor tiap set adalah 20-25, 25-27, 25-22, dan 20-25. Kekalahan ini membuat China kehilangan 18,27 poin dalam peringkat dunia, turun ke posisi ketujuh dengan total 337,02 poin.
Perjalanan di Fase Grup: Awal Lambat, Puncak Performa
Skuad China kali ini terbilang muda, dengan kekuatan yang stabil namun belum dominan. Pada dua laga awal fase grup melawan Meksiko dan Kolombia, mereka memulai dengan lambat tetapi tetap menang 3–1. Puncak performa datang saat menghadapi Republik Dominika, di mana mereka menang telak 3–0 dan mengamankan posisi puncak grup — sekaligus menghindari favorit juara Brasil di babak 16 besar.
Di sisi lain, Prancis menutup fase grup dengan dua kemenangan dan satu kekalahan. Satu-satunya kekalahan mereka datang dari Brasil, meski sempat unggul 2–0 sebelum kalah 2–3. Catatan ini menegaskan bahwa mereka adalah lawan yang tidak bisa diremehkan.
Menjelang pertandingan, pelatih kepala Zhao Yong mengatakan:
“Semua tim yang masuk 16 besar memiliki kekuatan dan kualitas yang tinggi. Kami harus fokus pada permainan sendiri, menunjukkan semangat juang, dan menerapkan taktik dengan baik di lapangan.”
Jalannya Pertandingan: Momentum Hilang di Awal
Sayangnya, performa luar biasa saat mengalahkan Dominika tidak terbawa ke pertandingan ini. Sejak set pertama, kesalahan sendiri berulang kali terjadi, membuat mereka tertinggal dan akhirnya kalah 20-25. Di set kedua, meski sempat memimpin hampir sepanjang permainan, mereka kehilangan kendali di poin-poin krusial dan kalah 25-27, tertinggal 0–2.
China sempat bangkit di set ketiga dengan kemenangan 25-22, namun di set keempat penampilan kembali menurun. Kekalahan 20-25 memastikan hasil akhir 1–3 dan langkah mereka terhenti. Usai laga, bintang muda Wu Mengjie tak kuasa menahan air mata.
Statistik Pertandingan: Serangan Kurang Tajam
Secara total, China mencetak 90 poin berbanding 99 untuk Prancis. Rinciannya: serangan 56-63, blok 8-8, servis 4-5, dan kesalahan sendiri 23-22. Lemahnya lini serang menjadi masalah utama.
Dua spiker utama, Wu Mengjie dan Zhuang Yushan, serta pemain pengganti Li Yingying tampil di bawah performa, berdampak langsung pada efektivitas serangan. Untungnya, lini tengah tampil gemilang, khususnya Wang Yuanyuan yang menjadi top skor tim dengan 15 poin (13 spike sukses tanpa error dan 2 blok), mencatatkan persentase keberhasilan serangan impresif 87%.
Suara Suporter: Kritik dan Kekhawatiran
Usai laga, warganet dan penggemar bola voli di China ramai memberikan komentar:
- “Dua spiker utama kita tidak cukup kuat melawan tim Eropa, dan kesalahan hari ini terlalu banyak.”
- “Permainan kita sudah terbaca lawan. Ritme tidak berubah, begitu lawan percaya diri dalam blok, kita kehabisan ide.”
- “Tidak ada ciri khas permainan. Cepat kalah dari tim cepat, tinggi kalah dari tim tinggi.”
- “Staf pelatih harus evaluasi. Pelatih Prancis mempelajari spiker kita dengan detail. Dengan skor spiker kedua yang buruk, kita tak bisa menahan pemain nomor 1 dan 88 mereka.”
- “Melihat statistik poin dan error, kekalahan ini memang pantas. Tapi membawa dua setter tanpa pengalaman di tim senior ke turnamen dunia itu terlalu berisiko.”
Komentar Pasca-Laga: Sumber Perdebatan
Dalam wawancara usai pertandingan, Zhao Yong mengatakan bahwa “pertumbuhan tim membutuhkan harga yang mahal” dan menilai para pemain bermain terlalu hati-hati serta kurang berani, sambil mendorong mereka untuk belajar dari agresivitas Prancis. Namun, banyak pihak merasa pernyataannya cenderung menghindari tanggung jawab pelatih, padahal peran staf pelatih dalam hasil ini sangat besar.
Ketegangan Perbatasan Thailand-Kamboja Meningkat: “Skandal Panggilan” Picu Krisis Politik di Thailand, Pernyataan Keras Hun Sen Menambah Bara
Thailand dan Kamboja kembali menghadapi ketegangan akibat sengketa perbatasan. Rekaman percakapan ko...
Geely Perketat Strategi Besar—Bahkan Putra Li Shufu Tak Luput dari Dampaknya
Kemarin, dunia startup kecerdasan jasmani (embodied intelligence) digemparkan oleh kabar mengejutkan...
Audio-Technica Luncurkan Earphone TWS Flagship ATH-TWX9MK2 — Dibanderol Rp 4,1 Juta
Pada tanggal 5 November, Audio-Technica resmi meluncurkan ATH-TWX9MK2, generasi terbaru dari earphon...
Ding Yuxi Jadi Pemeran Utama tapi Hanya Tampil 2,5 Jam dalam 40 Episode? Pemotongan Adegan Penting Bikin Fans Murka
Aktor Tiongkok Ding Yuxi, yang melejit lewat The Long Night Star River, kembali membintangi drama ba...
Malam Kejutan di Kualifikasi Asia: 6 Tim Tersingkir, Timnas Putra China Menang 3 Kali dan Cetak 30 Gol
Pada malam 26 November, putaran ketiga kualifikasi Piala Asia U17 dimulai dengan China menghadapi Br...
Pemain yang Pernah Diragukan Fans Guoan Justru Bersinar di Liga Champions Asia
Beijing Guoan berhadapan dengan Hanoi FC dalam laga putaran terbaru AFC Champions League 2, dan pert...
Pemulihan Roket Zhuque-3 Gagal, Antariksa Komersial China Masih Berproses
Pada 3 Desember, roket Zhuque-3 milik LandSpace berhasil menempatkan tahap kedua ke orbit, namun tah...
Seres Punya Pilihan Baru?
Pada awal 2026, pergerakan saham Seres di pasar A-share menunjukkan sebuah divergensi yang terasa ja...
Dibimbing Fan Zhendong? Franziska 33 Tahun Akhiri Rekor 6 Tahun 9 Kekalahan dari Tomokazu Harimoto, Ucapkan Terima Kasih dalam Bahasa Mandarin
Franziska yang berusia 33 tahun hampir selalu merasa gentar menghadapi bintang ...
BTS Kembali Tampil dengan Formasi Lengkap; Seruan Jungkook “Bertujuh Satu Hati” Bikin Fans Terharu
(Seoul, 21 Maret) Grup global BTS resmi comeback dengan formasi lengkap setelah 3 tahun 9 bulan, men...
Juara bertahan menang 2–0! Bintang muda China 17 tahun bidik Top 100, mulai kejar Zheng Qinwen dan Wang Xinyu
Petenis muda berusia 17 tahun Wu Ruxi mencatat pencapaian penting pada 2026 dengan meraih gelar tung...