2026年9月10日

Ketegangan Perbatasan Thailand-Kamboja Meningkat: “Skandal Panggilan” Picu Krisis Politik di Thailand, Pernyataan Keras Hun Sen Menambah Bara

Thailand dan Kamboja kembali menghadapi ketegangan akibat sengketa perbatasan. Rekaman percakapan ko...

Thailand dan Kamboja kembali menghadapi ketegangan akibat sengketa perbatasan. Rekaman percakapan kontroversial yang disebut “skandal panggilan” menjadi pemicu krisis politik di Thailand. Pada 28 Juni, ribuan demonstran memadati jalan-jalan di Bangkok menuntut Perdana Menteri Paetongtarn mundur dari jabatannya.

Ketegangan bermula dari bentrokan militer singkat pada 28 Mei antara pasukan Thailand dan Kamboja di wilayah yang disengketakan. Pada 18 Juni, rekaman percakapan antara Paetongtarn dan Ketua Senat Kamboja, Hun Sen, bocor ke publik dan menyinggung soal pengaturan perbatasan rahasia, yang memicu kemarahan dalam koalisi pemerintahan. Partai Bhumjaithai pun menarik dukungan dan mendesak PM bertanggung jawab. Sebagai respons, Paetongtarn mengajukan daftar perombakan kabinet untuk menyelamatkan posisinya.

Ketika situasi belum mereda, Hun Sen menyatakan secara terbuka bahwa Kamboja “memiliki senjata yang dapat menjangkau Bangkok,” meskipun ia menegaskan tidak berniat menggunakannya. Pernyataan tersebut mengejutkan publik Thailand, meski pihak intelijen militer Thailand membantah bahwa Kamboja memiliki kemampuan senjata jarak jauh. Pernyataan tersebut tetap memicu kepanikan dan mengobarkan sentimen nasionalis.

Yang menarik, Hun Sen dulunya memiliki hubungan dekat dengan keluarga Paetongtarn, terutama Thaksin yang pernah diasingkan dan diberi perlindungan oleh Kamboja. Kini, Hun Sen menuduh keluarga Shinawatra “berkhianat” dan menyerukan pergantian rezim di Thailand. Perubahan ini menunjukkan betapa rapuh dan dinamisnya geopolitik regional.

Analisis Sejarah:

  1. Sengketa Candi Preah Vihear dan Sentimen Nasionalis:
    Ketegangan perbatasan Thailand-Kamboja telah berlangsung lama, terutama terkait Candi Preah Vihear. Setelah UNESCO menetapkannya sebagai situs warisan dunia pada 2008, ketegangan meningkat dan beberapa kali terjadi bentrokan militer. Sentimen nasionalisme biasanya meningkat pada masa-masa seperti ini dan sering dimanfaatkan untuk konsolidasi kekuasaan politik domestik.
  2. Hubungan Keluarga Thaksin dengan Politik Kamboja:
    Mantan PM Thailand Thaksin dikenal memiliki hubungan dekat dengan Hun Sen, bahkan pernah diberikan suaka politik saat diasingkan. Diplomasi pribadi ini sering dianggap melemahkan kepentingan nasional. Perubahan sikap Hun Sen baru-baru ini mencerminkan perubahan dinamika aliansi regional seiring kembalinya pengaruh keluarga Shinawatra.

Analisis Situasi Saat Ini:
Politik Thailand berada di ambang krisis besar. Pemerintahan Paetongtarn kehilangan dukungan penting di parlemen dan terancam dijatuhkan lewat mosi tidak percaya. Aksi protes di jalanan meningkat dan kepercayaan publik terus menurun. Di sisi lain, tekanan dari ketegangan perbatasan memperumit posisi pemerintah baik secara internal maupun dalam diplomasi.

Retorika keras dari Kamboja, meskipun diduga lebih ditujukan untuk konsumsi politik domestik, tetap memperkeruh suasana. Pernyataan Hun Sen lebih mencerminkan strategi pencitraan politik dibanding ancaman militer nyata. Kedua negara kini berupaya menenangkan situasi lewat jalur diplomatik, namun tingginya tensi nasionalisme di kedua pihak berisiko memicu krisis baru sewaktu-waktu.

接著讀