2026年9月10日

Penantian 21 Tahun: Ronaldo Juara Lagi di Usia 40, Akankah Piala Dunia 2026 Menjadi Momen Terakhir Mengejar Status GOAT?

Di usia 40 tahun, Cristiano Ronaldo akhirnya meraih trofi ketiga bersama timnas Portugal setelah menang adu penalti atas Spanyol di final UEFA Nations League. Dulu berjuang sendirian, kini Ronaldo memimpin generasi emas Portugal yang penuh bakat. Apakah Piala Dunia 2026 akan menjadi kesempatan terakhirnya merebut gelar terbesar dan menyaingi Messi dalam perebutan status “GOAT”?

1. Gelar Ketiga yang Dinanti Lama oleh Ronaldo

Portugal mengalahkan Spanyol lewat drama adu penalti dan meraih gelar Nations League kedua mereka. Bagi Ronaldo, ini menjadi trofi besar ketiganya bersama timnas, melengkapi Euro 2016 dan Nations League 2019.

Dulu sendirian mengusung harapan bangsa, kini Ronaldo memiliki tim penuh bintang:

  • Penyerang: João Félix, Diogo Jota, Gonçalo Ramos
  • Sayap: Rafael Leão, Pedro Neto, Francisco Conceição, Trincão
  • Gelandang: Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Vitinha, Rúben Neves, João Neves, Palhinha
  • Bek: Rúben Dias, Gonçalo Inácio, Nuno Mendes, Diogo Dalot, António Silva
  • Kiper: Diogo Costa, José Sá

2. Ronaldo: “Generasi Ini Layak Menerimanya”

Usai pertandingan, Ronaldo berkata dengan haru, “Generasi ini pantas mendapatkannya. Kami sudah bekerja keras, dan kemenangan ini memberi kami kepercayaan diri. Saya yakin kami bisa bersaing dengan siapa pun di Piala Dunia.”

Bagi Ronaldo, Piala Dunia 2026 mungkin menjadi panggung terakhirnya dalam karier internasional.

3. Jika Menjuarai Piala Dunia: Mampukah Ronaldo Sejajar Messi?

Jika Portugal juara dunia 2026, maka Ronaldo akan mengoleksi:

  • 1 Piala Dunia
  • 1 Euro
  • 2 UEFA Nations League

Sementara Messi memiliki:

  • 1 Piala Dunia
  • 2 Copa América
  • 1 Finalissima

Di level klub, Ronaldo unggul dalam trofi Liga Champions (5 vs 4) dan top skor sepanjang masa. Namun Messi unggul di Ballon d'Or (8 vs 5).

Meski belum tentu melampaui Messi, gelar Piala Dunia akan membuat Ronaldo kembali sejajar dalam perdebatan abadi soal siapa sebenarnya “GOAT”.

接著讀

Dari “Enam Kali Juara” ke “Ikon Global”: Mengapa “Evergreen Serba Bisa” LeBron James Telah Melampaui Jordan

Perdebatan tentang NBA Greatest of All Time (GOAT) antara Michael Jordan dan LeBron James sudah lama berlangsung. Baru-baru ini, daftar “100 Pemain Terbaik” kembali memanas setelah menempatkan Jordan hanya satu suara di atas James. Meski puncak dominasi Jordan sulit ditiru, perolehan statistik dan penghargaan LeBron yang tak henti-hentinya telah membentuk warisan yang lebih matang—dan bertahan lebih lama.

420 天前