2026年9月10日

De Bruyne Tak Lagi Menyembunyikan Niatnya: Sempat Ingin Gabung Liverpool untuk 'Balas Dendam' ke City, Kini Mulai Lembaran Baru di Italia

Kevin De Bruyne resmi meninggalkan Manchester City dan bergabung dengan Napoli, menandai akhir dari sebuah era. Namun di balik kepindahan ini, tersimpan kisah penuh ketegangan, rasa kecewa, dan ambisi untuk membuktikan diri.

Menurut berbagai laporan, De Bruyne awalnya berharap bisa bergabung dengan rival Liga Inggris, Liverpool — bukan sekadar untuk mencoba tantangan baru, tapi karena ingin membantu The Reds menjatuhkan Manchester City dan "membalas" perlakuan yang ia terima. Orang-orang terdekat sang gelandang Belgia menyebut bahwa ia melihat Liverpool sebagai satu-satunya tim yang masih bisa menghentikan dominasi City.

Dengan Liverpool baru saja menjuarai Liga Inggris, rencana tersebut sempat terlihat ideal. Namun kemudian perhatian klub dialihkan sepenuhnya ke Florian Wirtz, bintang muda Jerman yang ditawari kontrak senilai €140 juta. Menyadari bahwa ia mungkin tidak jadi pilihan utama, De Bruyne memutuskan mundur.

Akhirnya, ia memilih Napoli — keputusan yang dianggap banyak pihak sebagai langkah menuju “semi-pensiun”, namun juga sebagai peluang untuk membuktikan kapasitasnya sekali lagi.

Hubungan De Bruyne dengan Manchester City dikabarkan memburuk sejak akhir musim lalu. Meski sudah beberapa kali menyatakan ingin memperpanjang kontrak yang tersisa enam bulan, ia diabaikan oleh manajemen. Bahkan Pep Guardiola, yang pernah menjanjikan perpanjangan kontrak, tak menepati ucapannya. Merasa disingkirkan, De Bruyne pun memilih pergi.

Dari pilar utama menjadi sosok terpinggirkan, kepergian De Bruyne dari City menyisakan luka dan makna mendalam.

Meskipun ia tidak jadi mengenakan seragam merah Liverpool untuk menghadapi mantan klubnya, keputusan hengkang itu tetap menjadi pernyataan tegas — cara halus untuk menyampaikan bahwa rasa hormat harus dijaga, bahkan untuk pemain yang sudah memberi segalanya.

接著讀